
devi dan gita baru keluar dari gerbang sekolah, tiba tiba azka langsung mendekati devi.
" devi,,kita bicara sebentar ya!!" ucap azka yang langsung mencegat devi.
" gak ada lagi yang perlu kita bicarakan, semua sudah jelas!!" tegas devi
" ayo git,," ajak devi menarik tangan gita, yang masih bingung.ada apa sama devi dan azka pikir nya.
" devi,,kamu jangan seperti ini, aku bisa jelasin dev!!" ucap azka prustasi.dia menahan tangan devi untuk pergi.
tapi tiba tiba ada yang menarik tubuh azka hingga dia menoleh
" jangan ganggu dia brengsek,,!!!" umpat rangga yang langsung memukul azka.yang membuat devi dan gita terkejut.
azka menatap rangga nyalang, " siapa loe?? berani nya ikut campur urusan gue!!??" ucap nya mendorong tubuh rangga.
" urusan devi, urusan gue juga!! jadi lebih baik loe pergi dari sini sekarang juga!!"
" brengsek loe!!" azka memberikan satu pukulan untuk rangga
bugghh
" devi!!!!" teriak gita. gita langsung mendekati devi.
pukulan azka mendarat di wajah devi. yang membuat sudut bibir devi sobek, dan dia hampir terjatuh ke belakang, kalau saja rangga tidak menangkap tubuh nya.
devi berusaha untuk memisahkan mereka, tapi ternyata malah dia yang terkena bogeman dari azka.
" devi,,aku minta maaf, aku gak sengaja,,!!" ucap azka merasa bersalah.
" pergi!!" ucap devi dingin pada azka.
" pergi loe,!!, dan jangan pernah temui devi lagi" tegas rangga.
" awas loe,!! urusan kita belum selesai!!" ancam azka sambil berlalu menuju mobil nya.
rangga membawa devi kedalam mobil nya.
sementara gita masih berdiri di sana menatap punggung devi dan rangga yang sudah berada di sebrang jalan.
rangga yang melihat gita masih berada di sebrang jalan, dia kembali menghampiri gita.
" git,,kamu ngapain masih di sini??! ayo pulang!??" jengah rangga.
" aku nunggu mas dewa,,mas rangga anterin devi aja"
" dewa gak akan datang,,dia lagi banyak kerjaan, maka nya dia nyuruh aku jemput kamu!!" jelas rangga.
" oh,,!!aku pikir mas rangga ke sini untuk devi?? ucap gita polos..
" ck,,udah ayo!!"
***
" kamu lagi sibuk??" tanya rian.
" nggak yah,,! ayah tumben datang ke sini??" biasa nya ayah yang nyuruh aku ke kantor ayah kalau ada urusan penting"
memang kantor rian dam dewa terpisah, rian memimpin perusahaan di kantor pusat, sementara dewa memimpin di anak perusahaan.
" ayah mau bicara sesuatu sama kamu" ucap rian mulai serius. yang sudah duduk di sofa.
'" ada apa yah??" tanya dewa heran sambil duduk di depan rian
" ayah sudah putuskan, dua minggu lagi kamu dan delia akan bertunangan, dan satu bulan setelah itu pernikahan nya."jelas rian yang berhasil membuat dewa sangat terkejut.
" apa?? ayah bercanda??" tanya dewa gak percaya.
" apa ayah terlihat seperti bercanda??"jawab rian santai
" yah,,aku sama delia sudah tidak mempunyai hubungan apa pun, aku sudah putus sama dia, jadi aku gak akan mungkin nikah sama dia!!" jelas dewa ke rian.
" kenapa??"
" ya,,karna aku sudah tidak punya perasaan apapun sama dia!!"
" kenapa!!" tanya rian kembali dengan menaikan volume suara nya.
" kenapa?? maksud ayah??" tanya dewa bingung.
" kamu pikir ayah gak tahu apa yang sudah kamu dan gita lakukan di belakang ayah sama bunda??!" emosi rian yang membuat dewa kaget.
dewa diam, dia tidak mengatakan apa pun
" kenapa diam?!! jawab dewa!!" bentak rian
"kalian itu saudara,kenapa kamu bisa melakukan itu??"
" yah ,,aku tahu ini salah,,tapi ,,aku cinta sama gita,, aku gak bisa tanpa gita yah,,aku mohon sama ayah, restuin aku dan gita yah" mohon dewa yang sudah berlutut di depan rian.
" dewa ,,mungkin ayah bisa menerima hubungan kalian,,,tapi bunda?? ayah gak yakin,,, jadi lebih baik lupain gita mulai sekarang!!"
" kalau kamu sayang sama bunda, dan gak mau lihat hubungan ayah sama bunda hancur, lupain gita,dan menikah lah dengan delia"
ucap rian yang langsung melangkah pergi meniggalkan dewa.