My Brother My Love

My Brother My Love
part 20



dewa mencari gita di taman itu,dia mencari nya ke semua tempat, gak perduli walau seluruh tubuhnya kini sudah sangat basah karna air hujan. namun hasil nya nihil dewa tidak menemukan nya.,dewa sudah sangat putus asa.dia gak tahu harus mencari gita kemana lagi, dewa mengusap wajah nya prustasi.



" kamu dimana git,,,? tolong jangan siksa aku seperti ini,," lirih nya



dewa melangkah kan kakinya untuk kembali ke mobil,tapi langkah nya terhenti saat dia melihat seorang perempuan yang tengah berada di sebuah bangku taman yang tengah di guyur air hujan.



" gita??"



dewa berlari mendekati perempuan itu untuk memastikan perempuan itu gita atau bukan.


dan dewa menemukan tubuh gita yang sudah menggigil kedinginan,dan bibir yang sudah pucat pasi.



" gita?" panggil nya pelan.


gita tersadar dari lamunan nya saat ada suara yang dia kenal memanggil nya,dia melihat dewa yang sudah berdiri di hadapan nya.



" mas dewa" ucap nya lemah



dewa langsung menarik tubuh gita ke dalam pelukan nya,


" git,,kamu kenapa ? kalau ada apa apa bicara sama aku,jangan seperti ini aku mohon, jangan buat aku tersiksa git,," ucap dewa lirih,



" maaf" cicit nya pelan



" git,,harus nya aku yang minta maaf, maafin aku yah,aku sayang sama kamu,aku janji secepat nya aku akan mutusin delia." ucap dewa yang masih memeluk gita erat



tapi gak ada jawaban dari gita,dewa merasa kan tubuh gita yang lemas,dalam pelukan nya.



" git?" dewa merasakan tubuh gita yang tidak bergerak,kini perasaan nya mulai gak enak


" anggita!!!" panggil dewa dengan menaikan nada bicaranya.


dewa melepaskan pelukan nya dan seketika tubuh gita hampir merosot kalau saja dewa tidak segera memegang nya.



dengan panik dewa membawa tubuh gita ke dalam mobil nya,dengan kecepatan tinggi dia melajukan mobilnya untuk segera sampai di rumasakit,dia gak peduli dengan makian orang terhadap nya karna hampir menabrak.



dewa memegang tangan gita yang begitu dingin,wajah nya begitu pucat.


" git kamu harus baik baik aja,gak boleh terjadi apa apa sama kamu git!" ucap nya panik




" gimana keadaan nya?" tanya rangga yang baru saja tiba, dewa menggeleng


" dia masih di periksa dokter,gue takut terjadi apa apa sama dia,tubuh nya begitu dingin dan dia begitu pucat" ucap nya lirih



" tenang aja,gita pasti baik baik aja"jawab rangga berusaha menenangkan dewa



sedari tadi dewa mondar mandir di depan ruangan menunggu dokter yang memeriksa gita keluar.



" ck,,dewa,,,loe bisa gak duduk tenang? gue pusing liat loe mondar mandir dari tadi!" jengah rangga.


" gimana gue bisa tenang,gue masih belum tau gimana keadaan gita!!ck,,ngapain aja sih dokter itu di dalam sana? ucap nya kesal


rangga cuma geleng geleng kepala melihat tingkah sahabatnya ini



selang berapa lama dokter keluar,yang langsung di buru oleh dewa,


" gimana keadaan gita dok?"


" pasien sudah baik baik aja,masa kritisnya sudah lewat,dia hanya mengalami hipotermia.ucap sang dokter.



setelah dokter itu pergi gita di pindahkan ke ruang rawat,,



dewa duduk di kursi yang ada di sebelah bangkar,sedari tadi tangan nya gak lepas memegang tangan gita.dengan pandangan nya yang setia menatap wajah gita



" kamu jangan seperti ini git,aku sakit lihat kamu seperti ini,rasanya detak jantung ku seakan berhenti berdetak,saat kamu gak sadarkan diri,,,,aku sayang banget sama kamu"



" i love u git"ucap nya dan mengecup kening gita


cup kini dewa mencium ke dua mata gita


cup ciuman itu pindah ke pipi nya dan terakhir dewa mencium sekilas bibir mungil gita






jangan lupa like dan comen ya