My Brother My Love

My Brother My Love
part 42



bela masuk ke dalam kamar gita mengantarkan makan malam, karna gita tidak ikut makan malam, dengan alasan belum lapar karna udah makan di rumah devi.



bela mendapati gita yang sudah tidur,dia mendekati tempat tidur gita, dan duduk di sisi kasur.



" git!, bangun, makan dulu, nanti lanjut tidur lagi" kata bela pelan sambil mengelus puncak kepala gita. yang di balas gumamman oleh gita.



" git!! kamu sakit? badan kamu panas sayang??"


ucap bela panik.


" gita gak papa bun!" ucap nya dengan matanya yang terpejam.



" kita ke rumasakit yah!! " kata bela yang langsung keluar dari kamar gita, dia pergi ke bawah, untuk memberi tahu rian dan dewa yang tengah berada di ruang keluarga.



" mas!! gita sakit, badan nya panas banget, kita harus bawa dia kerumasakit!!" ucap bela panik.



" gita sakit bun??" tanya dewa ikut panik.


dewa langsung berlari ke kamar gita, tanpa memperdulikan ayah bunda nya.



saat sampai di kamar gita, dewa menempelkan tangan nya di kening gita yang tertidur itu, dan ternyata badan nya memang panas.



" gita? badan kamu panas banget, kita ke rumasakit yah!!" kata dewa khawatir. namun gita menghiraukan nya. dia tidak menjawab ajakan dewa.



selang berapa lama bela dan rian datang, rian memegang tangan gita dan kening nya yang ternyata panas.



" bun, kita bawa gita ke rumasakit! bunda bantu gita siap siap, ayah keluarin mobil dulu!!" perintah rian,



" biar dewa aja yang anterin bunda dan gita, yah!!' kata dewa ke rian.



" kamu di rumah aja! biar gita, ayah sama bunda yang urus,karna ini sudah menjadi kewajiban kita sebagai orang tua!!" ucap rian tegas.



" gita gak mau ke rumasakit!! gita takut!!" ucap gita pelan, namun masih bisa di dengar.



" sayang!! kamu gak perlu takut yah" bujuk bela.



dewa teringat akan ketakutan gita terhadap rumasakit, dia lalu mengajak rian ke luar kamar, meninggalkan bela dan gita berdua.




" trauma apa??" tanya rian.



Akhir nya dewa menjelaskan semua nya pada rian. sebenar nya bela juga tidak pernah tahu tentang ini, selama ini gita tidak pernah memberi tahu bela, karna dia tidak mau bela khawatir.



dan akhir nya rian memanggil teman nya yang seorang dokter.



dua puluh menit menunggu, akhir nya dokter pun datang, dan langsung memeriksa gita.



Setelah di periksa, ternyata dokter menyarankan gita untuk di rawat, karna demam nya yang tinggi.



" gita gak mau bun!!" rengek gita lirih. badan nya begitu lemah, gita duduk dan menyandarkan punggung nya di ujung tempat tidur.



" sayang, ayo dong jangan seperti ini!! emang nya kamu gak mau sembuh??" bujuk bela.



" aku baik baik aja bun!! bunda gak perlu khawatir" gumam nya pelan.



gita bersikeras tidak mau di bawa ke rumasakit.


walau bela sudah membujuk nya.



" dewa!! coba kamu bujuk gita, kita tunggu di bawah!!" kata rian.


" ayo bun!!" rian mengajak bela untuk keluar dari kamar,meninggalkan gita dan dewa berdua.



dewa duduk di pinggir kasur, menatap gita sayu, sementara gita memalingkan wajah nya dari dewa, dia tidak mau melihat nya.



" git! kamu mau yah!! kamu gak perlu takut, aku akan selalu jagain kamu, aku gak akan pergi ninggalin kamu sendiri!!, aku janji!!" bujuk dewa.



gita menoleh pada dewa " jangan berani menjanjikan sesuatu, kalau mas tidak yakin bisa menepati nya!!" ucap gita dingin.