My Brother My Love

My Brother My Love
part 32



devi dan rangga tiba di rumah dimas, mereka menunggu di teras rumah, setelah ART rumah dimas membuka pintu dan setelah itu masuk lagi ke dalam untuk memanggil dimas.



setelah lima belas menit menunggu, akhir nya dimas datang.



" devi ada apa? tumben loe ke sini?"tanya dimas so polos



" gak usah pura pura gak tahu deh dim,, mana gita??" tanya devi to the point



" maksud loe apa dev? gue gak ngerti maksud loe"



" dim dari semalam gita belum pulang, dan loe orang yang terakhir bersama gita" jelas devi sedikit emosi



dimas tersenyum miring,


" apa dewa yang nyuruh kalian ke sini?" kata dimas dan melirik rangga.



" setelah apa yang dia lakukan ke gita, dia masih berani nyari gita?" emosi dimas.



" maksud loe apa dim? apa yang udah mas dewa lakuin?" tanya devi bingung.



" lebih baik kalian pergi, karna gita gak ada di sini" ucap dimas tegas.


dia membalikan badan nya untuk masuk ke dalam tapi rangga menahan nya dengan memegang bahunya.



rangga menghadap dimas, " dim, gue memang teman nya dewa, tapi kalau dewa berbuat salah gue gak akan bela dia, tolong kasih tahu gue apa yang terjadi? jangan buat kita bingung!!!"



" iya dim, sebenar nya apa yang terjadi?" tanya devi penasaran



dimas berpikir sejenak menimbang nimbang untuk ngasih tahu mereka atau tidak. dia melirik devi yang terlihat begitu berharap pada nya.



akhir nya dimas menceritakan apa yang dia dan gita lihat semalam pada devi dan rangga. sampai gita sempat pingsan karna dia begitu terpukul.



devi terlihat begitu syok, dia gak nyangka kalau dewa bisa melakukan itu. sementara rangga sedari tadi dia menahan marah.



dia dan dewa sudah berteman lama, dia tahu siapa dewa, dewa gak mungkin melakukan hal seperti itu.



" dimas kamu bercanda kan?" gumam devi.



" kenapa dev,,? loe gak percaya sama gue? loe gak percaya kalau ternyata dewa yang selama ini loe kenal baik ternyata gak lebih dari seorang bajingan_



bugh



rangga melayang kan satu pukulan ke wajah dimas yang membuat dimas mundur beberapa langkah ke belakang.dan sudut bibir nya berdarah.



rangga menatap rangga tajam



"tutup mulut loe, gue tahu siapa dewa, dia gak akan pernah lakuin hal itu,,!!!" emosi rangga.




" stopp,,!!" teriak devi.dan berdiri di antara mereka.



" ini bukan saat nya untuk bertengkar," devi menatap dimas " dim trus sekarang gita di mana?!"



dimas menatap nyalang rangga.


" gue gak tahu, walaupun gue tahu gue gak akan ngasih tahu kalian" tegas dimas dan langsung masuk ke dalam rumah nya dan menutup pintu.


meninggalkan devi dan rangga yang masih berdiri di luar.



" sekarang gimana? kita harus nyari gita kemana mas??" gumam devi lemas, mata nya sudah berkaca kaca , dia begitu khawatir pada sahabat nya itu.



" kamu tenang aja,kita pasti bisa nemuin gita" ucap rangga mengusap pundak devi.untuk menenangkan nya.



****



dewa sudah beberapa kali mengelilingi taman untuk mencari gita, namun hasil nya nihil.dan entah sudah berapa puluh kali dia mencoba menghubungi gita, namun.jawaban nya masih sama. hanya operator yang menjawab nya.


dengan lemas dia melangkah menuju mobil nya



aargh,, teriak nya prustasi.dia memukul stir mobil nya keras


" kamu di mana gita?? maafin aku git, maafin aku,,!!" lirih nya. dia menunduk, menempelkan kening nya pada tangan nya yang memegang stir.



dewa begitu menyesal,, seandai nya dia tidak pergi bersama delia, dan menjemput gita tepat waktu mungkin gita gak akan marah pada nya, dan menghukum nya seperti ini.



dewa mengambil ponsel yang ada di saku celana, untuk menelpon rangga, kini hanya rangga lah harapan nya satu satu nya untuk menemukan gita.