
"gita,,," teriak devi dan berlari untuk memeluk gita saat dia baru aja membuka pintu kamar gita
"kok loe bisa sakit sih,gue kesepian tahu di sekolah" ucap devi setelah melepas pelukan nya," gue kehujanan,kemarin" kilah nya.
" gimana keadaan kamu sekarang git?" tanya dimas yang sudah ada di depan pintu kamar gita
" dimas??" heran gita,gita melotot ke devi,seolah bertanya kenapa dimas bisa ada di kamarnya, dan devi cuma mengangkat bahunya.
dimas melangkah mendekati gita,dan duduk di kursi yang ada di dekat tempat tidur.
" aku udah baikan kok dim,makasih udah repot repot jenguk aku ke sini" ucap gita merasa gak enak,
" aku gak repot sama sekali git"
tangan dimas menyentuh kening gita," kamu masih demam,kamu udah minum obat?"
gita mengangguk pelan" udah kok dim"
" gue kira loe udah pulang? " tanya devi bingung,jelas jelas tadi dewa gak biarin dimas masuk,tapi sekarang? dewa cepet banget berubah pikiran?
" gue kan udah bilang,gue gak akan pergi sebelum gue ketemu gita" ucap nya percaya diri.
" ya,,serah loe dah,,,
****
" udah,,, jangan emosi mulu,ayo masuk"
ajak rangga ke dewa yang masih berdiri di depan pintu. dewa masih memikirkan perkataan dimas,
dia gak takut kalau gita akan berpaling dari nya,karna dewa tahu kalau gita mencintai nya,
" gimana keadaan gita?" tanya rangga, dia tahu kalau dewa memikirkan ucapan dimas,untuk bersaing secara sehat unuk mendapatkan gita.
sebenarnya rangga sudah ada di sana setelah devi dan dimas sampai.karna sebisa menghubungi nya,devi takut mereka bertengkar seperti kejadian di sekolah waktu itu.
" dia sudah baikan sekarang"
dewa dan rangga melangkahkan kaki nya menaiki anak tangga menuju kamar gita.
" dew,,kalau loe percaya sama gita,loe gak perlu takut kalau gita berpaling dari loe,dan milih dimas"
" gue tahu,dan gue percaya sama dia" ucap nya yakin
" bagus lah kalau gitu."
" gimana kabar kamu git?" tanya rangga yang sudah ada di kamar gita bersama dewa.
" aku udah mendingan mas"
dewa menatap dimas gak suka,begitu pun dimas,
dimas berdiri dari kursi dan mendekati gita
" git,aku pulang dulu yah" pamit dimas ke gita.
dimas gak mau kalau dia harus melanjutkan pertengkaran nya dan dewa di depan gita.
'" ya udah,,hati hati ya dim"
dimas tersenyum lebar dan tangan nya mengusap rambut gita" pasti git,cepat sembuh yah?"
gita hanya mengangguk,dan tersenyum kaku ke dimas,gita melirik dewa,dia takut kalau dewa berbuat kasar ke dimas lagi.
berani sekali dia menyentuh gadis nya
"dev loe mau pulang bareng gue?" tanya dimas ke devi.yang membuat rangga mendelik.ke devi.tanpa devi sadari.
" nggak dim,,mungkin gue mau nginep di sini,gue mau nemenin gita" tolak devi.
" ya udah gue pergi dulu" pamitnya dan pergi dari kamar gita
drtt drtt
tiba tiba ponsel devi berbunyi, bentar ya git, pamit devi ke gita saat dia melihat nama orang yang menelpon nya.
devi langsung menjauh dari mereka,dia keluar dari kamar gita.
haai,,ucap devi saat dia menjawab telpon nya
aku kangen tau
oh ,,yah,,kapan?
ok,,aku tunggu
bye,,,
setelah itu devi menutup telpon nya dan kembali ke kamar gita.
"" kenapa dev? loe habis menang lotre, habis terima telpon langsung senyam senyum sendiri." tanya gita, yang melihat raut wajah devi yang bahagia setelah menerima telpon itu.
" tau aja loe,kalau gue lagi hapy" ucap devi yang langsung naik ke atas kasur
" emang siapa yang nelpon dev? " tanya rangga penasaran
penasaran gak sih,,,??
author ijin of dulu yah,,soalnya author banyak kerjaan beberapa hari kedepan. ok,,