My Brother My Love

My Brother My Love
part 41



Sore hari gita baru pulang ke rumah, karna dia ikut rangga ke rumah devi. Gita melempar kan tas nya ke sofa, " bunda?!" panggil gita, tapi tidak ada jawaban.



Samar samar gita mendengar suara bela yang tengah berbicara dengan seseorang, dan sesekali mereka tertawa.' bunda lagi ngobrol sama siapa' batin nya.



Karna penasaran, gita melangkah ke dapur untuk melihat orang yang lagi bicara sama bunda nya.



" bunda!! gita pul_ lang!!" teriakan gita seketika berubah pelan. Dia begitu terkejut saat melihat delia berada di sana dan tengah membantu bunda nya memasak.



" kamu kok baru pulang, git?!"tanya bela.



" aku dari rumah devi bun!!" jawab nya dan melangkah mendekat ke arah mereka. 'm,mba delia kok di sini?!" tanya gita heran, sambil duduk di kursi menghadap delia yang tengah memotong sayuran.



" kamu kok nanya nya gitu sih git, mba delia kan calon istri nya mas dewa, jadi sebentar lagi mba delia akan tinggal di sini!!" tegas bela.



" apa, bun ?! bukan nya mba delia dan mas dewa udah_


" udah apa git?! memangnya kamu gak tahu, kalau dua minggu lagi aku sama dewa akan bertunangan, dan satu bulan setelah nya kita akan menikah!" jelas delia tersenyum licik pada gita.



gita menatap delia tajam. gak mungkin, dia pasti bohongin aku lagi, aku gak akan tertipu.


" kalau gak percaya tanya aja sama bunda, iya kan bunda??!" ujar delia manja.



" emang bener bun?" tanya gita ke bela yang lagi masak dan berdiri di depan kompor.



bela menoleh ke gita sekilas " iya sayang!!, oh yah besok kamu jangan ke mana mana, karna besok mba delia sama keluarga nya akan makan malam di sini, untuk membicarakan acara pertunangan dan pernikahan nya!" perintah bela



kenapa mas dewa bohongin aku? dia bilang dia mau bicara sama ayah dan bunda tentang hubungan kita? tapi kenapa dia mau menikah sama mba delia?? batin nya.



tangan gita mengepal kuat, pandangan nya sudah mulai buram. hati nya sakit seolah ada lubang yang menganga.



***




sore menjelang malam dewa baru pulang ke rumah, dia melangkah ke dapur untuk mengambil minum, tapi ternyata dia sudah di sambut dengan kehadiran tiga orang wanita di sana.



" mas kamu udah pulang?!" ujar delia, dia berdiri dan mendekati dewa.


delia langsung memeluk dewa di hadapan gita dan juga bela. gita melihat ke arah mereka sekilas, setelah itu dia memalingkan wajah nya, dia tidak tahan menyaksikan pemandangan yang terjadi di hadapan nya.



" aku kangen banget sama kamu mas!!?" ucap nya di pelukan dewa. dewa hanya diam, dia tidak membalas pelukan delia, pandangan nya hanya tertuju pada gita.



" bunda,, gita ke kamar dulu yah!!" gita langsung pergi dari sana menuju kamar nya.



di kamar mandi gita menyalakan shower dan mengguyur tubuh nya dengan air dingin dan menangis. dia sudah menahan air mata nya sejak tadi. Kini dia hanya bisa pasrah, mau gak mau dia harus menerima kenyataan ini. mau gak mau dia harus menerima pernikahan delia dan dewa.



Dia cukup tahu kalau cinta dewa pada nya tidak begitu besar, kalau dewa sangat mencintai nya harus nya dia berusaha untuk memperjuangkan


hubungan mereka.



" pembohong!! aku benci sama kamu mas!!, aku benci!!" teriaknya.