My Brother My Love

My Brother My Love
Part 44



Saat dewa bangun dia melihat gita yang sudah membuka matanya.


" git,, kamu sudah bangun? kamu mau sesuatu? " tanya dewa. dia menempelkan telapak tangan nya ke kening gita, memeriksa suhu badan gita.



gita tidak menjawab pertanyaan dewa, dia memalingkan wajah nya dari dewa, dia tidak mau melihat nya.



" lebih baik kamu pergi, tinggalkan aku sendiri!! " sarkas gita.


" mas gak akan pergi, mas akan jagain kamu di sini!! "ucap dewa memegang tangan gita.



gita menoleh ke dewa, dia menarik tangan nya dari genggaman dewa.



" mau kamu apa sih mas? tolong jangan ganggu aku, jauhin aku mas!!" ucap gita sedikit berteriak.



" sebentar lagi kamu akan menikah! aku butuh waktu untuk menerima semua ini, aku butuh waktu untuk memulihkan hati ku yang terluka" sambung gita lirih, dengan air mata yang sudah lolos dari netra nya.



" git,,aku terpaksa_"


" pergi!!" gita memotong ucapan dewa, dia gak mau mendengar penjelasan apapun dari dewa.



***



gita menatap ke luar jendela,dengan pandangan kosong, saat ini dia tengah sendirian di ruang inap nya. setelah dia mengusir dewa.


sementara bunda bela belum datang.



" gitaaa" teriak devi saat dia baru masuk.yang membuat gita tersadar dari lamunan nya.


" berisik banget sih dev, ini rumasakit, tenang dikit dong!!" cetus dimas.



ya devi datang bersama dimas, mereka langsung datang ke rumasakit setelah pulang sekolah.



tadi pagi devi menelpon bunda bela untuk menanyakan gita, karna gita gak masuk sekolah. dan bela memberi tahu devi kalau gita sakit, dan di rawat.



"iya,,iya sory. git gimana keadan kamu?, kamu sakit apa sih??" tanya devi.


gita tersenyum tipis "aku gak papa, aku cuma demam aja kok dev!"



dimas duduk di kursi yang ada di sisi bankar, sementara devi duduk di pinggir bankar, mereka nampak asik mengobrol, sesekali mereka tertawa.



" git,, cepat sembuh yah? jangan lama_ lama sakit nya. " tutur dimas, dia memegang tangan gita.



tiba tiba dewa masuk bersama rangga. dewa menatap dimas tajam, apalagi dia melihat tangan dimas yang memegang tangan gita erat, membuat dia kesal.




" gue akan pergi!!. tapi kalau gita yang minta!!" tukas dimas. yang membuat dewa marah.



" dewa udah, ini rumasakit, jangan buat masalah di sini!!" ujar rangga melerai. dia tahu kalau dewa tidak bisa bersikap tenang kalau menghadapi dimas.



"gue gak mau dia di sini!!" ucap dewa menekan kata kata nya. sambil menunjuk dimas.



" harus nya yang pergi itu kamu,! bukan dimas!! aku gak mau kamu di sini!! " seru gita ke dewa.


yang membuat semua yang ada di sana heran.



kenapa gita mengusir dewa? apa yang terjadi?? mungkin itu pertanyaan yang ada di benak mereka saat ini.



" git,kamu sakit! kamu harus banyak istirahat!!" tutur dewa, dia mengusap surai gita lembut.


tapi gita langsung menepis tangan dewa.


" pergi!!" ucap gita dingin.



" tapi git_


" pergi!!" teriak gita "aku gak mau bertemu sama kamu, aku benci sama kamu!!" histeris gita, disertai tangis nya.



dengan sigap devi langsung memeluk gita.



" lebih baik kalian semua pergi dari sini!!" usir devi.



devi memeluk gita, mengusap punggung gita yang masih menangis di pelukan nya, untuk menenangkan nya.



walau devi gak tahu apa yang terjadi pada Gita dan dewa, tapi dia tahu pasti ini bukan masalah kecil.