My Brother My Love

My Brother My Love
part 21



di sebuah ruangan seorang gadis tengah berbaring dengan selang infus di tangan nya,dan seorang pria yang tengah tertidur di pinggir kasur dengan tangan nya yang melingkar di perut gadis itu.



gita merasakan perut nya terasa berat,perlahan dia membuka matanya dia melirik ke samping yang ternyata dewa tengah tertidur dengan tangan nya yang ada di perut rata nya.



" aku di mana?"



gita mengedarkan pandangan nya ke semua arah,ini bukan kamar nya,dan juga bukan kamar dewa,terakhir yang dia ingat,dia lagi ada di taman,dan samar samar dia melihat dewa di hadapan nya ,dan setelah itu dia tidak ingat apa apa lagi.



aku gak mau jadi seorang pengecut,aku akan hadapi semua yang sudah aku mulai,aku gak akan menghindari nya lagi batinya.dengan tangan nya yang mengusap rambut dewa.



dewa terbangun saat merasakan ada tangan yang mengusap rambutnya.



dewa memegang erat tangan gita saat dia melihat gita yang telah membuka mata nya.



" kamu sudah sadar git? gita mengangguk lemah


"aku haus" ucap gita pelan,namun masih bisa di dengar dewa.


dewa membantu gita minum menggunakan sedotan,


" kamu mau apa lagi hm?"


" aku mau pulang mas,aku gak mau di sini,aku takut,,"


tangan dewa menyentuh pipi gita untuk menenangkan nya.karna dia tahu kalau gita gak suka datang ke rumasakit. dewa sendiri tidak tahu alasan pastinya.



" iya,,nanti kita pulang yah,,"



gita menggelang,dengan mata yang sudah berkaca kaca" aku mau sekarang,aku gak mau di sini mas"



" ya udah,,mas tanya dokter dulu yah,sebentar?" dewa pergi ke luar untuk menemui dokter



gita masih ingat saat ayah nya meninggal,waktu itu dia masih kecil,ayah nya meninggal karna kecelakaan,dia melihat ayah nya yang berlumuran darah,dan di baringkan di atas bankar,dokter tidak bisa menyelamatkan nya



banyak nya darah yang menetes dari tubuh ayah nya membuat gita trauma.


sampai saat ini bayangan tentang ayah nya masih selalu muncul kalau dia berada di area rumasakit,



dewa datang ke ruangan gita bersama seorang dokter yang akan memeriksanya.




dokter itu bepikir sebentar dan mengangguk." boleh,tapi gita harus banyak istirahat,karna tubuh nya masih lemah" perintah dokter itu sebelum dia berlalu dari ruang rawat gita.



dewa menggendong gita ala ala pengantin baru dari dalam ruang inap menuju mobil nya, gita melingkarkan tangan nya di leher dewa,dan dia menyembunyikan wajah nya,di dada bidang dewa,dia takut untuk sekedar melewati lorong rumasakit,dan dia juga malu,karna dia menjadi pusat perhatian orang



ya ampun romantis banget sih



mereka pasti pengantin baru.



dasar anak muda jaman sekarang



begitulah celotehan orang orang yang melihat gita dan dewa.


sementara dewa terlihat cuex,dia seakan gak merasa terganggu sama sekali




akhirnya dewa membawa gita pulang ke rumah.dewa menggendong gita dari dalam mobil menuju kamar nya


" mas aku bisa jalan sendiri,mas gak perlu lakuin ini lagi" ucap gita yang di gendong dewa,


" nngak git,tubuh kamu masih lemas,"


" aku baik baik aja kok mas"



akhirnya dewa sampai di kamar gita dan menidurkan nya di kasur.dewa menatap dalam gita,tangan nya membelai wajah gita,



" jangan pernah lakukan hal bodoh seperti kemarin lagi,jangan buat hal yang bisa membahayakan diri kamu sendiri. git"


dewa menarik napas untuk melanjutkan ucapan nya.


" percaya sama aku,apapun yang terjadi kita akan tetap bersama,aku akan bicara sama ayah dan bunda setelah mereka kembali dari surabaya.



gita tersenyum getir mendengar ucapan dewa,dia merasa gak yakin kalau semua nya akan baik baik aja.



orang tua nya bakal setuju gak yah?



tinggalkan like dan comen ok