My Brother My Love

My Brother My Love
part 33



setelah bicara dengan rangga, dewa menutup telpon nya dan melajukan mobil nya menuju ke sebuah cafe, karna dia sudah janjian dengan rangga dan devi untuk bertemu di sana.



" mas dewa bener bener keterlaluan yah, dia tega banget nyakitin gita, awas aja kalau terjadi sesuatu pada gita dia harus bertanggung jawab" gerutu devi pada rangga,karna saat ini mereka sudah sampai di cafe dan menunggu dewa.



" dev,,aku tahu dewa, dia gak mungkin lakuin itu" bela rangga


"ck,, kamu kan teman nya, ya wajar lah kamu bela dia!! aku juga tahu dimas, dia gak mungkin berbohong!!" devi sudah mulai emosi.



rangga membuang napas kasar " nanti kita bicarakan secara baik baik dengan dewa, kamu jangan emosi dulu ok!!"



" terserah,," jawab devi jutek.



tak selang berapa lama dewa terlihat masuk ke dalam cafe.



" gimana, kalian sudah menemukan gita? di mana dia sekarang??" tanya dewa tanpa henti setelah dia sudah ada di hadapan mereka.



devi hanya memutar bola mata nya malas melihat dewa yang terlihat begitu prustasi.


" kita belum menemukan gita " ucap rangga.



dewa begitu putus asa, dia gak tahu harus nyari gita ke mana lagi. dia menguasap wajah nya kasar.



" git,,kamu di mana??" gumam nya.



" mas gak usah pura pura khawatir deh, ini semua juga karna mas dewa gita pergi!!!" ucap devi marah



" devi,,,!!!" ucap rangga mengkode supaya devi diam



" maksud kamu apa? pura pura apa dev? aku tahu aku salah karna aku gak jemput gita kemarin, aku menyesal karna itu" jelas dewa.



devi tersenyum miring " kenapa, mas gak bisa jemput gita??"



dewa diam , dia gak tahu harus menjelaskan apa pada devi.



"kenapa diam, mas bilang mas menyesal? percuma,,penyesalan mas gak ada guna nya, gita sudah terlanjur sakit hati, mas bener bener breng_"



"devi, stop !!" bentak rangga memotong ucapan devi, yang membuat devi seketika diam.



" kita bisa bicara baik baik, kamu jangan emosi"



" rangga sebenar nya ada apa ini? kenapa devi bisa semarah itu? aku benar benar gak ngerti?!" tanya dewa bingung,



.hanya karna dia gak jemput gita, membuat gita sesakit itu sampai dia menghilang? rasa nya gak masuk di akal, seolah dia telah membuat kesalahan yang begitu fatal.



" loe semalam bersama delia?" tanya rangga hati hati. yang di angguki oleh dewa.



" tuh,,kamu lihat kan dia aja udah ngaku sekarang" kata devi ke rangga.sambil nunjuk dewa.



"dev,,dengar dulu penjelasan dewa, kamu jangan langsung menyimpulkan gitu aja dong!!"



pelan pelan rangga menjelaskan apa yang di lihat gita dan dimas tentang dewa dan delia. raut wajah dewa terlihat begitu marah.tangan nya mengepal dengan kuat menahan marah.




bahkan lelaki itu sampai mencium wanita itu tanpa peduli kalau mereka tengah berada di depan umum.



seketika mata devi terasa panas, dia berusaha untuk tidak meneteskan air mata nya di depan rangga dan dewa.



" maaf aku harus pulang, barusan bunda nyuruh aku untuk pulang sekarang " pamit devi memotong pembicaraan dewa dan rangga. yang membuat mereka mengernyit bingung.



'' kok mendadak? aku anter yah? tanya rangga.


" gak usah, lebih baik kalian cari gita aja" ucap devi dengan suara yang bergetar



dia melangkah meninggalkan cafe dengan menundukan wajah nya, air mata nya sudah gak bisa di bendung lagi



hiks hiks,


git,,apa ini yang kamu rasakan saat melihat mas dewa dan perempuan lain? ternyata ini sangat sakit git" batinnya



dewa dan rangga hanya menatap kepergian devi,


" devi kenapa sih, aneh banget?" ucap rangga yang masih bingung dengan sikap devi.



tanpa sengaja dewa melihat ke meja yang berada di sudut cafe, dia melihat azka dan tasya yang tengah bermesraan.



" karna mereka" ucap dewa munujuk azka dan tasya dengan mengangkat dagu nya.yang membuat rangga menoleh



" siapa mereka??"



" lelaki brengsek yang sudah mempermainkan devi!!"ucap dewa menatap tajam ke arah azka



" lebih baik,loe susul devi sekarang," perintah dewa ke rangga



" trus loe??" tanya rangga ke dewa yang sudah bersiap untuk pergi



" gue harus membuat perhitungan dengan delia" ucap nya dingin