My Brother My Love

My Brother My Love
part 22



jam istirahat dimas mendatangi kelas gita,untuk menemui devi,dia ingin bertanya soal gita,karna sedari tadi pagi dia tidak melihat gita.



" dev gita ke mana? kok gak masuk? tanya dimas saat dia berdiri di depan meja devi.



devi yang tengah asik main game di ponsel nya cuma melirik dimas," gita sakit" jawab nya santai,setelah itu dia kembali main game



" sakit? sakit apa? trus gimana keadaan nya sekarang ?" tanya dimas panik,dan duduk di sebelah devi



" aduh,dim,,,!! gue juga gak tahu keadaan nya sekarang, gue cuma di kasih tahu mas dewa kalau gita sakit dan gak bisa masuk sekolah" jelas devi yang merasa kesal karna dimas sudah mengganggu dia bermain.



" ntar pulang sekolah temenin gue jenguk dia yah?"



kening devi mengerut menatap dimas heran


" loe yakin mau ke rumah gita? loe gak takut kalau mas dewa_"



" nggak ,,gue gak takut sama dia,gue tahu dia gak suka sama gue karna gue menyukai gita"



" trus gimana kalau dia gak ngijinin loe ketemu sama gita?"



" kita liat aja nanti" ucap dimas tersenyum tipis



***


devi sudah menunggu dimas di parkiran,karna mereka akan menjenguk gita,



" dim loe yakin?!" tanya devi memastikan,saat dimas datang


" kenapa sih loe dev? loe meragukan gue? gue bukan pengecut gue akan hadapi dewa,


kita sama sama lelaki,dan gue akan terus berusaha untuk dapetin hati gita walau gue harus bersaing dengan dewa!"



" maksud loe apa? bersaing sama mas dewa?" tanya devi merasa curiga



" ck,,dev gue dan dewa sama sama lelaki,gue bisa lihat kalau perhatian dan rasa sayang dewa ke gita bukan rasa sayang seorang kaka ke adik nya,tapi rasa sayang seorang lekaki dewasa pada seorang wanita, gue tahu kalau dewa mencintai gita"



" ngaco loe" devi memukul tangan dimas,


" ayo ah cabut" ajak devi,




sepanjang jalan devi hanya diam,dia takut akan ada masalah nanti nya,dia takut kalau dewa dan dimas bakalan bertengkar.dia takut kalau dimas membuat keributan nanti nya, devi terus memikirkan hal terburuk yang mungkin terjadi, sampai akhirnya mereka udah sampai di depan rumah gita.



tok tok



" dim,gue ingetin ya sama loe,jangan buat masalah di sini,kasian gita,dia lagi sakit"perintah devi saat mereka berada di depan pintu.



cklek



" ha,hai mas,, kita mau jenguk gita" ucap devi tersenyum kaku saat melihat expresi wajah dewa yang dingin saat melihat orang yang bersama devi.



dewa menatap dingin ke arah dimas,


" mas,,kita boleh masuk gak?" tanya devi berusaha untuk mengalihkan tatapan dewa yang menakutkan pada dimas



dewa melirik devi dan mengangguk pelan



" gita gak perlu loe jenguk,mending loe pulang sekarang !!


" tapi mas dimas ke sini mau_


" gita ada di kamar nya" ucap dewa memotong ucapan devi


" ok mas" jujur devi takut meninggalkan mereka berdua,takut kalau mereka berkelahi lagi.



" gue gak akan pergi sebelum gue bertemu gita,dan tau keadaan nya saat ini!!" tegas dimas.



" ck,,keras kepala loe yah! pergi sekarang atau_



" atau apa? gue gak takut sama loe,,atau jangan jangan loe yang takut sama gue??"



" apa maksud loe??" dewa mulai emosi


dimas tersenyum miring


" loe takut kalau gue rebut gita dari loe,loe takut kalau gita lebih memilih gue dari pada loe,iya kan??"



" jangan mimpi ,,," ucap dewa meremehkan



" ok,,,,kalau gitu biarin gue bertemu gita,kita bersaing secara sehat, kita lihat siapa yang akan di pilih gita!!!"



" kalian ngapain berdiri di luar" ucap rangga yang tiba tiba datang,membuat pandangan dewa beralih pada rangga.



" udah lah dew,biarin dia nemuin gita,,dia kan teman nya!!"



" loe masuk aja sana" ucap rangga menepuk pundak dimas, dan dimas langsung masuk tanpa menunggu persetujuan dewa.







jangan lupa like dan comen nya ya.