
Dewa menunggu gita sambil berbincang bincang dengan ratih. sudah setengah jam menunggu tapi gita belum keluar juga dari kamar.
tiba tiba dimas datang
" selamat siang tante" ucap dimas sambil tersenyum ke arah ratih.yang sudah berdiri di ambang pintu, karna pintu rumah yang terbuka.
sekilas dewa dan dimas saling tatap,
"eh,,nak dimas,ayo sini masuk" ucap ratih ramah,
sementara dewa menatap tidak suka pada dimas.
"tante gita nya mana?" tanya dimas, dia tidak menghiraukan keberadaan dewa di sana.
" lho iya yah,,gita kok lama ? ,dari tadi dewa juga nunggu gita, sebentar yah biar tante panggil gita" ucap ratih dan pergi meninggalkan mereka ber dua.
" lebih baik loe pergi sekarang, dan jangan pernah dekati gita" ucap dewa dingin
" ck,,gue udah pernah bilang sama loe, gue gak akan nyerah!!"
tiba tiba gita datang bersama ratih,
" git,,kita pulang sekarang yah" ucap dewa lembut tapi gita malah menghiraukan dewa.dia memalingkan wajah nya dari dewa.
" dimas maaf yah nunggu lama" ucap gita tersenyum
setelah pamit pada ratih mereka bertiga keluar dari dalam rumah.
dewa menggandeng tangan gita untuk masuk ke dalam mobil nya, tapi gita langsung menarik tangan nya, " aku mau pulang sama dimas"ucap gita datar.
" ayo dim!" ajak gita menuju motor dimas
" gita,,kamu itu salah paham aku bisa jelasin semua nya, kamu ikut aku sekarang yah" ucap dewa prustasi,
"salah paham? di bagian mana nya aku salah paham, aku gak buta mas aku lihat semua nya!!" ujar gita emosi,
" git,,itu semua_
" lebih baik mulai sekarang kita jaga jarak mas, hubungan kita ini hanya sebatas saudara tiri, gak lebih!!?" ujar gita memotong ucapan dewa dan menekan kalimat terakhir nya.
aarrgg sial,,, ucap dewa prustasi setelah gita pergi bersama dimas.
****
devi baru aja merebahkan tubuh nya di atas tempat tidur, dia baru pulang sekolah, bahkan seragam nya aja belum dia ganti.
" neng,,ada mas azka di bawah" ucap asisten rumah tangga nya.
azka? gue harus akhiri ini sekarang, dia udah hianati gue, ayo dev,,loe pasti bisa,,!!" batin nya.
memang sejak devi melihat azka di cafe, dia belum bertemu dengan azka, karna azka beralasan sedang berada di luar kota beberapa hari terakhir ini.
" hai sayang,,aku kangen banget sama kamu" ucap azka tersenyum, dia langsung memeluk devi.
devi diam dia membiarkan azka memeluk nya tanpa membalas pelukan nya.
" kenapa sih, kok diam aja? kamu gak kangen sama aku?" tanya azka yang merasa ada yang beda dari devi.
biasa nya devi akan senang dan memeluk nya kalau mereka bertemu, dan dia akan bicara panjang lebar pada nya.
karna selama ini mereka pacaran jarak jauh, yang devi tahu azka bekerja di luar kota jadi mereka jarang bertemu.
" kamu baru ingat sama aku sekarang?"tanya devi jutek
" maksud kamu apa sih, aku selalu ingat sama kamu, aku selalu kangen sama kamu tapi kamu tahu kan kalau aku ada luar kota?" jelas azka panjang lebar
" aku bukan anak ingusan yang gampang kamu bohongi"
"maksud kamu??" tanya azka bingung
" siapa tasya??" tanya devi datar
"tasya? siapa tasya aku gak tahu?" kilah nya.
devi berdecak" tasya pacar kamu, atau harus aku bilang calon istri kamu!!" ucap devi menaikan volum suara nya.
"devi aku bisa jelasin,aku sama tasya cuma_
" pergi!!" usir devi
" devi aku_
" pergi dari sini sekarang juga,, dan jangan pernah temui aku lagi,hubungan kita sudah berakhir!!" ucap devi tegas
dia langsung berlari menuju kamar nya, dia sudah tidak kuat lagi.
sedari tadi dia berusaha untuk tidak mengeluarkan air mata nya di depan azka,
selama ini devi memang tidak pernah menunjukan kesedihan nya pada orang lain, apa lagi di depan lelaki, dia tidak mau orang memandang nya gadis lemah dan cengeng hanya karna dia menangis.
ya memang dia pernah sekali menunjukan kesedihan waktu itu di depan rangga. tapi itu tidak sengaja.