My Brother My Love

My Brother My Love
28



akhirnya Dimas mengantarkan gita pulang. "pakai jaket nya ya, ini udah malem aku gak mau nanti kamu sakit lagi" perintah Dimas ke Gita sambil memakaikan jaket denim milik nya.




sepanjang perjalanan Gita memeluk pinggang Dimas erat, dia menyandarkan kepalanya di punggung Dimas seakan mencari kekuatan di sana.



gita masih memikirkan poto yang di kirim oleh nomor yang gak dikenal itu.gambar itu seakan terus terpampang nyata di depan mata nya.



di mana Dewa Tengah tidur dan mendekap tubuh Delia mesra di atas tempat tidur, dan yang lebih membuat perasaan gita sakit adalah mereka tidur cuma di balut selimut sampai dada.


dan Gita sangat pamiliar dengan tempat itu. mereka tidur di kamar nya dewa.




gak mungkin mas dewa gak mungkin ngelakuin itu aku percaya sama dia, Mungkin itu cuma editan orang iseng batinnya



Gita terus menenangkan dirinya sendiri untuk tidak mempercayai gambar itu, dia percaya pada Dewa. dewa Mencintainya dia gak mungkin melakukan itu dengan Delia



Dimas tahu kalau terjadi sesuatu pada Gita, dia membiarkan Gita memeluknya tampak protes walau dia merasa sedikit sakit karna tangan gita yang memeluknya begitu erat dan dia merasa kini punggungnya terasa basah akibat air mata Gita.



karena dimas masih memakai baju seragam sekolah nya yang agak tipis.



" git,kita sudah sampai" kata dimas saat motor nya sudah berhenti di depan rumah gita.



hening gita masih setia memeluk pinggang dimas di atas motor.


dimas mengusap tangan gita yang melingkar di perutnya. " gita,,," panggil nya pelan yang membuat gita tersadar dari lamunannya.



gita melepas pelukan nya dan turun dari motor. "kita udah sampai yah? ,sory yah dim,tadi aku_



" gak papa,,"kata dimas memotong ucapan gita dan tersenyum tipis


dimas turun dari motornya,dia menatap manik mata gita yang begitu sayu.


dia mengusap bekas air mata yang tersisa di pipi nya.



" git,,kalau kamu ada masalah kamu bisa cerita sama aku,apa pun itu"



pandangan mereka bertemu."makasih yah dim" ucap gita pelan,dengan air mata yang akan kembali menetes.



dengan perasaan kacau gita masuk ke dalam rumah di ikuti dimas, saat gita membuka pintu suasana rumah nampak sepi.


" mungkin mas dewa masih di kantor" pikir gita



dia sudah salah sangka pada dewa,dia sudah berpikiran macam macam tentang dewa.



" kamu tunggu di sini yah dim, aku ambil buku nya dulu" ucap gita dan pergi menuju kamar nya.



tap tap gita menaiki anak tangga untuk pergi ke kamar nya.saat gita baru aja mau membuka pintu kamar nya,dia melirik pintu kamar dewa.



dia kembali mengingat poto itu.dalam hati kecil nya dia ingin memastikan kebenaran nya.


dengan ragu dia melangkah mendekati pintu kamar dewa.



tangan nya sudah terangkat untuk mengetuk pintu,tapi di urung kan nya.



gita menggelengkan kepalanya semua itu gak mungkin,ayolah git,,masa kamu gak percaya sama mas dewa?


dia mencintai kamu,dia gak mungkin hianatin kamu pikir nya



dengan yakin gita mengangkat tangan nya untuk mengetuk pintu



tok tok



lima menit gita menunggu tapi tidak ada yang membuka pintu,mungkin mas dewa memang belum pulang. batin nya.



gita melangkah untuk pergi ke kamar nya untuk mengambil buku,karna dimas sudah menunggu nya di bawah



tapi baru beberapa langkah terdengar suara pintu terbuka.



cklek



" gita??" kamu baru pulang" tanya seseorang dari dalam kamar