
rangga melajukan mobil nya pelan dia menengok ke kanan dan ke kiri untuk mencari devi, karna dia yakin kalau devi belum pergi terlalu jauh, dia sudah berusaha untuk menghubungi devi, tapi tidak di angkat.
dari jauh dia melihat seorang perempuan yang tengah duduk sendirian di halte bis,perempuan itu terus menundukan wajah nya, entah apa yang dia lihat di bawah sana.dan dia yakin kalau itu devi.
rangga menghampiri devi dan duduk di sebelah nya , tapi devi seperti tidak menyadari keberadaan nya, dia masih asik menunduk kan kepala nya
, rangga tahu saat ini devi pasti sangat sedih dengan penghianatan yang di lakukan pacar nya itu.
rangga melihat jam yang melingkar di pergelangan tangan nya, lima belas menit berlalu dia menemani devi di sana tanpa suara.
begitu pun devi.posisinya masih tetap seperti itu sejak rangga datang.
hiks,hiks,,
rangga mendengar suara isakan dari devi, kini devi menangis,
" air mata kamu terlalu berharga untuk menangisi lelaki buaya seperti itu" rangga mulai buka suara,
devi buru buru mengusap air mata nya dan menengok ke arah rangga.
" mas rangga, sejak kapan kamu di sini??" lagian kamu ngomong apa sih,aku gak ngerti??"" tanya devi dan tersenyum getir.
tangan rangga terangkat untuk mengusap sisa air mata devi,
" aku tahu semua nya, dia gak pantas untuk kamu tangisi," gumam rangga.
air mata devi kembali terjun, rangga langsung membawa tubuh devi ke dalam pelukan nya,membelai rambut nya lembut, mungkin saat ini sebuah pelukan lah yang devi butuhkan,
****
dewa melajukan mobil dengan kecepatan tinggi, saat ini tujuan nya adalah rumah delia, walau pun sudah larut malam dia gak peduli, .saat ini dia begitu marah pada delia, kesabarannya sudah habis sekarang.
dia membanting pintu mobil dengan keras saat dia sudah sampai di depan rumah delia, dan langsung masuk ke dalam rumah menuju kamar nya setelah seorang Art membuka kan pintu
brak,,
dewa membuka pintu kamar delia dengan kasar yang membuat delia kaget.
"mas dewa,,??! ucap delia bingung, dan seketika dia langsung senang, dia menghampiri dewa dan mengalungkan tangan nya di leher dewa.
" aku seneng deh kamu ke sini,malam ini temani aku yah mas, aku kangen sama kamu" ucap delia dengan suara yang menggoda.
dan tangan kanan nya sudah turun ke dada nya dewa,dan memain kan jari nya di sana.
" mas?!!"
" apa yang kamu lakuin ke gita??" tanya dewa dingin
'" maksud kamu apa mas?? aku gak ngerti?"
" jangan pura pura del, aku sudah tahu semua nya,,!! dengar yah del,,jangan pernah ganggu gita, atau kamu akan menyesal" ancam dewa marah.
" kamu kenapa sih mas, kamu selalu aja bela gita, aku ini calon istri kamu mas, sebentar lagi kita akan menikah, tapi kamu selalu mementingkan gita, aku cemburu mas,," ujar delia di sertai tangisan nya.
beberapa saat dewa terdiam,
" sory del, sepertinya aku gak bisa nikah sama kamu!!" ucap dewa yang langsung membuat delia syok
" kenapa mas?? kamu bercanda kan mas?, mas kamu tahu kan kalau aku sangat mencintai kamu, dan kamu juga cinta kan sama aku??" tanya delia dengan suara bergetar
" sory del,,tapi itu dulu, dan sekarang aku mencintai gita!!"
setelah itu dewa langsung pergi meninggalkan delia yang masih syok dengan keputusan dewa
" kamu gak bisa lakuin ini ke aku mas,,,!!?" teriak delia. dan dewa terus melangkah pergi tanpa menghiraukan teriakan delia
argh,,,,,!!!
,
delia membanting semua barang yang ada di depan nya sampai hancur berantakan.
awas kamu gita,kamu akan nyesel karba udah rebut dewa dari aku, aku benci sama kamu gita, aku benci,,!!" teriak delia prustasi.