My Brother My Love

My Brother My Love
part 35



dini hari dewa baru pulang ke rumah nya, dia melangkah menaiki anak tangga dengan lemah, seharian ini dia mencari gita ke mana mana tapi tidak membuahkan hasil.



dewa membuka pintu kamar gita, berharap ada gita di dalam sana dan menyambutnya dengan menampilkan senyuman nya.


tapi ternyata hanya kesunyian yang menyambut nya, tidak ada suara bawel gita, tidak ada suara tawa gita di sana.



dengan lemah dia melangkah menuju tempat tidur gita, tempat tidur yang sudah beberapa hari ini juga di tempati oleh nya.



kamu di mana git,,cepat lah pulang,,maafin aku git,,maafin aku!!" lirih nya.



dewa merebahkan diri dengan memeluk boneka panda kesayangan gita, tanpa dia sadari bulir bening menetes dari manik mata nya,


hingga akhir nya alam mimpi datang menjemput nya.



***



pagi hari saat dewa bangun, dia mengedarkan pandangannya ke seluruh kamar, lalu dia melangkah kan kaki nya menuju kamar mandi.


dan memanggil gita. " git,,kamu di dalam kan?"


ucap nya sambil mengetuk pintu kamar mandi.



berharap kalau semua yang terjadi kemarin hanyalah sebuah mimpi. tapi hanya keheningan lah yang dia dapati.



dewa pergi ke kamar nya untuk membersihkan diri, saat ini tujuan nya adalah dimas, dia akan pergi ke sekolah untuk mencari dimas.



setelah siap, dewa keluar dari kamar nya menuruni anak tangga. tapi baru beberapa langkah dia mendengar ada suara yang berasal dari dapur.



dewa langsung tersenyum lebar "gita,,???" gumamnya pelan.


dengan senang dia buru buru menuruni anak tangga untuk pergi ke arah dapur, tapi seketika senyuman nya langsung memudar.saat dia melihat orang yang ada di meja makan



ayah,,bunda?? batinnya.



dewa berdiri mematung di dekat tangga, tanpa berniat untuk menghampiri mereka, kini dia benar benar bingung, apa yang harus dia bilang kalau ayah dan bunda nya menanyakan gita??



" dewa,kamu udah bangun? ayo sini sarapan kenapa malah berdiri di sana??" ujar bela saat dia melihat dewa.



dengan ragu dewa melangkah menuju meja makan "a , ayah sama bunda kapan sampai? kok aku gak tahu??" tanya dewa gugup



" tadi malam, ayah sama bunda cape banget maka nya kita langsung istirahat, lagian kamu tuh kemana aja,sampai tengah malam belum pulang ke rumah??" tutur bela, sambil memberikan roti tawar yang sudah dia olesi selai ke dewa.



" gak papa kan pagi ini kamu sarapan nya roti aja, soal nya bunda belum sempat belanja,


lagian selama bunda gak ada kalian tuh makan apa sih, kok di kulkas kosong gitu?? tanya bela.




"gimana kerjaan kamu dewa?" tanya rian



" baik yah,ayah gak perlu khawatir "



" kalau gitu dewa pergi dulu , yah, bun" pamit dewa dan langsung pergi meninggalkan mereka, sebelum ayah bunda nya menanyakang tentang gita.



***



kini dewa sudah berada di depan gerbang sekolah gita, untuk menunggu dimas.


beberapa menit menunggu akhir nya dimas datang dengan motor nya, dewa langsung keluar dari dalam mobil


dan menghadang dimas



" dimas,,;!!" panggil nya.yang membuat dimas menghentikan motor nya dan menengok ke arah suara.



" ngapai loe di sini?" ketus dimas, saat dia tahu kalau dewa lah yang menanggil nya, dimas langsung turun dari motor nya.



" dimana gita?" tanya dewa to the point



" ngapain loe nyari dia,belum puas loe nyakitin dia hah??" ucap dimas marah dengan setengah berteriak.



" gue tanya sekali lagi di mana gita?!" emosi dewa.tanpa memperdulikan ucapan dimas



" dengar yah dewa, mulai sekarang gue gak akan tinggal diam lagi, gue akan rebut gita dari loe,orang brengsek kaya loe gak pantes buat gita"



bugh


satu pukulan mendarat di wajah dimas, membuat para murid wanita yang melihat nya berteriak



" hey,,!!!" teriak seorang satpam yang melihat pertengkaran mereka dari jauh



" gue gak akan biarin itu terjadi, gita adalah milik gue,,camkan itu!!" ancam dewa sambil pergi meninggalkan dimas menuju mobil nya.