My Brother My Love

My Brother My Love
part 4



dimas adalah salah satu murid di sekolah,dia cukup famous di sekolah,ganteng,pinter,kapten basket,plus kaya.



devi bilang dia suka sama aku,tapi aku cuma nganggap dia sebagai teman



****



"git,,,ke luar yu,,, liat dimas tanding,,!"ajak devi.belum aku bilang setuju,tangan ku udah di tarik devi menuju pinggir lapangan.



saat kita sampai,ternyata pertandingan udah di mulai.



" dimas,ayo kamu pasti bisa"



"ih,,,dimas keren banget sih"



"dimas,,,,i love u"



begitulah teriakan para kaum hawa ke dimas.


lebay



begitu pun devi,dia selalu teriak histeris saat dimas atau pun anak sekolah ku berhasil memasukan bola ke ring.



" aduh,,,kuping ku sakit,denger kamu teriak teriak mulu dev!" devi cuma mengerling kan ke dua bola mata nya malas.



aku langsung pergi ninggalin devi dari pinggir lapangan, males berlama lama di sana.



mendingan ke kantin cari makan,bikin kenyang.




****



aku pulang kerumah sore hari,saat sampai di rumah ternyata udah ada rival ku dirumah,siapa lagi kalau bukan delia.



dia lagi asik ngobrol sama mas dewa,sampai sampai mereka gak sadar kalau aku liatin mereka berdua,


dunia udah berasa milik mas dewa dan


delia kali yah? lah,,,,aku apaan,,,?



cuma upil yang nongkrong di hidung apa? sampai gak keliatan,,



aku langsung pergi ke kamar,males banget liatin delia yang so soan manja,dan curi curi kesempatan



mana duduk nya berdempetan lagi,di kira lagi di angkot kali yah,,,



" git,,,kamu kok baru pulang? dari mana?"


kata mas dewa,saat aku menaiki tangga,untuk pergi ke kamar.



" main" jawab ku ketus tanpa menatap nya.



"sama siap?"



" teman"




blamm



aku menutup pintu dengan keras,aku gak peduli kalau mereka dengar.



aku gak suka,mas dewa mesra mesraan sama delia,aku gak suka delia ada di sini,aku benci delia.aku benci mas dewa.



aku langsung naik ke kasur dan menutup seluruh tubuh ku dengan selimut,



hiks,,,,hiks,,,,aku nangis di balik selimut,aku selalu lemah sama mas dewa,hatiku selalu sakit,seolah ada beratus ratus jarum yang menusuk ku.



aku menangis sampai alam mimpi menjemput ku.



****


dewa prov



aku sengaja memajukan jadwal kepulangan ku,karna aku mau ngasih kejutan pada keluargaku.



tapi saat aku sampai di kamar,aku lihat gita lagi tidur dengan pulas nya di atas kasur king size milik ku.



aku dekatin dia,dan duduk di pinggir kasur,aku mengamati setiap tubuh nya,aku perhatikan wajah nya lama,gita memang cantik,manis,dengan bibir mungil nya yang berwarna merah muda alami.



dia masih sama seperti beberapa bulan yang lalu.



aku dekati wajah nya sampai sampai aku bisa merasakan hembusan nafas nya.



tanpa sadar aku langsung,mencium bibir nya. manis.



siaall,,,apa yang kau lakukan, gita itu adik kamu dewa,kamu gak boleh punya perasaan lain ke dia dasar begoo. aku menjambak rambutku prustasi,



aku beranjak dari sana menuju sofa, takut kalau dia bangun.



****



pagi ini saat sarapan aku sengaja bilang kalau aku ada janji sama delia,aku suka aja liat gita yang selalu cemberut kalau aku bahas delia.



aku anterin dia ke sekolah, agar aku bisa berduaan sama dia,tapi,, sial,,, aku gak bisa nahan diri.bibir nya seolah membuat ku kecanduan.


hampir aja aku nyium dia kalau saja gak ada orang yang ngetuk pintu mobil.



sebenarnya aku tahu,kalau gita menyukaiku,tapi


aku pura pura gak tahu.



sebenarnya aku bisa aja membalas cinta nya gita.


tapi aku gak mau nyakitin bunda bela ibu kandung nya gita.



dia begitu baik,aku udah anggap dia seperti ibu kandung ku sendiri.



aku sengaja ajak delia kerumah,dengan harapan agar gita bisa melupakan perasaan nya padaku. begitu pun dengan ku, aku harus menghapus perasaan ini.sebelum terlambat.