My Brother My Love

My Brother My Love
part 11



saat dewa bangun,dia merasakan sakit dan pusing di kepalanya akibat terlalu banyak minum semalam



dia melihat sekeliling dengan memegang kepalanya.


" gue di mana?? ini bukan kamar gue??"



" udah sadar loe??" tanya rangga yang baru masuk ke kamar dan melihat dewa yang tengah duduk di atas kasur sambil memegang kepalanya.



" kenapa gue ada di sini??" tanya nya yang masih bingung.pasalnya dewa gak inget sama sekali.apa yang terjadi pada dirinya tadi malam.



" loe ada masalah apa sih? sampai loe banyak minum,gak biasanya loe kaya gini??" tanya rangga sambil duduk di kursi dan berhadapan dengan dewa.



" emang nya semalam gue kenapa??"



" ck,,dewa,,,dewa,,loe mabuk parah,,dan loe cuma nyebut nyebut nama gita,,,!! loe gak inget??"



" ada apa sebenarnya???" tanya rangga mulai serius.



" gita lagi dekat sama teman sekolah nya"jawab nya malas



" ck,,,dan loe mabuk hanya gara gara itu? dew,, loe jangan egois,bukan nya sekarang loe udah ada delia?jadi biarin gita cari kebahagiaan nya sendiri !!?"


nasehat rangga.



dewa menggelengkan kepalanya


" nggak,,,gue gak bisa,,gue gak rela gita bersama anak urakan itu,,!!"



" dew,,loe harus pilih salah satu,kalau loe pilih delia loe harus lupain gita,tapi kalau loe pilih gita,loe harus siap menghadapi orang tua loe,karna gue yakin itu tidak lah mudah" saran rangga.



rangga menggela napas dalam,dia menepuk bahu dewa.


" gue sebagai sahabat loe,cuma bisa mendukung apa yang jadi keputusan loe!!" setelah itu rangga pergi dari kamar meninggalkan dewa sendiri.



mungkin dewa butuh waktu sendiri untuk bisa mengambil keputusan.



drttt. drttt



di saat dewa tengah kebingungan atas apa yang harus di lakukan nya,tiba tiba ponsel nya berbunyi.



" ya bun,,??"


",,,,_,,"



" iya,,,dewa pulang sekarang."


",,,,,,"



" iya,,bunda,,,, iya sekarang "



dewa langsung bersiap siap untuk pulang, karna siang ini bunda dan ayah nya akan pergi ke surabaya. dan dia harus nganterin mereka ke bandara.



****


saat sampai di rumah ternyata ayah bundanya telah bersiap siap.dan juga ada gita yang tengah merengek rengek untuk bisa ikut mereka.



" ayah sama bunda mau berangkat sekarang??"



hiks,,,,hiks,,,,



" bunda,,gita ikut yah,,,,gita gak mau sendirian bunda,,?? ayah,,, gita ikut yah,,,,??"



" gita,,kamu jangan seperti anak kecil dong? kan di sini ada mas dewa, jadi kamu gak akan sendirian !!"bujuk bela.



" tapi bunda,,mas dewa kan sibuk di kantor bun,trus aku bakal sendirian bun,,,??"



" kamu tenang aja mas akan temani kamu di rumah,mas janji" ucap dewa menenangkan gita.



yang bener aja,,,justru aku mau ikut bunda karna gak mau berduaan dengan mas dewa, aku kan lagi belajar untuk lupain dia? gimana sih,,! batin ku



" kamu ajak aja teman kamu devi untuk nginep di sini aja yah???"



" tapi bun,,,_!!"



" udah ah,, bunda sama ayah mau berangkat sekarang "jengah bela menghadapi anak gadis nya ini.



akhirnya gita nyerah ,dia pasrah apapun yang akan terjadi nanti



gita ikut dewa mengantar orang tua nya ke bandara.sepanjang perjalanan gita gak lepas dari pelukan bela.



pasal nya ini kali pertama dia harus berpisah lama dengan bunda nya.bela selalu memanjakan anak gadisnya ini,dan gita sudah terlalu bergantung pada bela.



" bunda,,,kalau aku mau apa apa gimana? bunda tega ninggalin aku sendiri??"



" kalau kamu mau apa,kamu tinggal bilang sama mas dewa aja sayang,,,,!!"



gita mendengus kasar



" ya udah lah terserah apa kata bunda"



kini mereka sudah sampai di bandara, gita memeluk ayah bundanya sebelum mereka pergi.



" kamu baik baik di sini,jangan buat mas dewa marah,dan jangan nakal" pesan bela ke gita



" bunda titip gita yah mas"


" pasti bun,dewa pasti akan selalu jaga gita"



setelah orang tua nya pergi gita dan dewa menuju mobil untuk pulang ke rumah