My Brother My Love

My Brother My Love
part 14



brak,,



gita menutup pintu mobil dengan keras,dia berlari ke kamar nya dan mengunci pintu nya.


dia menangis, dia kecewa sama dewa,kenapa dewa harus memukul dimas? selama ini dimas selalu memperlakukan nya dengan baik,dia gak pernah nyakitin gita.



gita benar benar bingung dengan sikap dewa,



tok,,tok ,



" git,,,,gita,, buka pintu nya,,!! ayo kita bicara baik baik,,,!!?" ucap dewa dari luar kamar.


" pergi,,, !!! aku gak mau bicara sama mas,mas jahat,,,aku benci sama mas,,,!!!"



dewa terus membujuk gita,tapi gak berhasil,dewa memutuskan untuk pergi ke kamar nya,dia membiarkan gita karna percuma saat ini gita sedang sangat marah.gita gak akan mendengarkan nya.



karna kelelahan,akhirnya gita tertidur,dan dia terbangun saat malam,karna perut nya yang minta di isi.


gita keluar dari kamar nya, menuju dapur berharap ada sesuatu untuk di makan,



tapi hasil nya nihil,karna di kulkas cuma ada sayuran mentah aja,di saat seperti ini dia menyesal karna gak pernah nurut kalau bundanya nyuruh dia belajar masak.



dia ingin menemui dewa,tapi dia ragu,jujur dia masih marah sama dewa,tapi,, dia juga sangat lapar.



gita berdiri di depan pintu kamar dewa,dia ragu mau ngetuk pintu atau tidak.


tapi karna keadaan perut nya yang gak bisa di ajak berdamai,dia memberanikan diri untuk mengetuk pintu,



cklek



" gita,,, kamu??" ucap dewa saat menemukan gita berada di depan pintu


" aku lapar mas,,," gita menundukan kepala nya,karna dia malu,udah marah marah sama dewa,tapi nyatanya dia membutuhkan dewa.



dewa tersenyum melihat kelakuan gadis nya ini.


'" khm,,,tadi katanya gak mau ketemu? bilang nya benci? tapii,, !!" goda dewa,padahal dia begitu senang karna itu artinya gita gak marah lagi sama dia.



gita memanyunkan bibir nya sebal,karna dewa menggodanya.


" ck,,ya udahlah aku mau tidur aja,,,"


" gita,,bibir kamu jangan seperti itu di depan lelaki lain"


" kenapa??" heran nya.


" gak papa,,,!! ayo kata nya lapar?!"



ucap dewa mengalihkan pembicaraan,karna jujur bagi nya gita begitu menggemaskan,membuat dia ingin sekali memakan nya.



dewa membawa gita ke dapur,untuk membuatkan makanan untuk nya.



" mas,,ngapain sih ke dapur? tadi aku dari sini,dan gak ada makanan di sini?!!" heran gita.



ucap dewa,dewa memakai celemek nya bersiap untuk memasak.


" mas mau masak?? emang nya bisa??" tanya gita heran,pasalnya ini baru pertama kalinya gita liat dewa pegang alat alat dapur.



gita cuma melongo gak percaya,dewa begitu terampil,udah seperti chef propesional.


dewa terlihat begitu keren di mata gita,dengan kaos hitam yang mencetak tubuh atletis nya,dan celana pendek selutut,belum lagi rambut nya yang sedikit berantakan.


membuat gita makin jatuh cinta sama dia.



" mas kok pinter masak sih??" belajar dari bunda???" tanya gita heran saat dewa telah selesai masak.



" mas kan tinggal sendiri waktu di luar negri,jadi mas terbiasa hidup mandiri.melakukan semuanya sendiri" jelas dewa sambil nyuapin gita.



" hm,,enak banget mas"ucap gita antusias.



" kalau enak habisin makanan nya"



" kalau gini,mas sering sering yah masakin makanan buat aku,kalau perlu selamanya,,,!" celetuk gita,tanpa sadar.



dewa mengelus rambut gita,,,dia tersenyum melihat gita makan dengan lahap.



" eh,,maksud aku,nanti kalau mas udah nikah sama mba delia,aku akan main ke tempat mas dan mas harus buatin aku makanan,," ucap gita saat dia sadar dengan ucapan nya.



tiba tiba nafsu makan nya jadi hilang, suasana hatinya yang tadi cerah jadi mendung gara gara inget hubungan dewa dan delia.



" mas,,aku udah kenyang,aku mau istirahat dulu"


ucap nya lesu.dan berdiri untuk pergi ke kamar nya.


dewa yang ngerti,langsung pegang tangan nya untuk menghentikan gita dia peluk gita,memeluknya begitu erat





apa yang akan dewa lakukan?


apa dia akan mengakui perasaan nya ke gita?



tinggalkan like ang komennya ya