
dtrtt. drtt
saat di mobil ponsel gita berbunyi,ternyata itu dari dimas,gita ragu untuk menjawab panggilan dimas di depan dewa.
" siapa yang nelpon? kok gak di jawab" tanya dewa yang masih fokus nyetir tanpa melihat ke arah gita.
" iya,,ini mau di angkat mas"
jawab gita dan langsung menjawab panggilan dari dimas.
" iya dim? ada apa?" seketika expresi wajah dewa berubah dingin saat dia tahu siapa orang yang menelpon gita.
",,,,,"
" iya,,,ini aku baru aja nganterin bunda"
" ,,,,,,, "
" iya,,,dimas,,,!!?"
",,,,,,,,,"
" ok,,bye,,,"
sesekali gita melirik dewa,saat dia tengah berbicara dengan dimas.
ada rasa takut di hati nya saat dia bicara sama dimas,rasa nya seperti lagi ketahuan bicara sama selingkuhan di depan pacar,,
setelah gita menutup telpon nya, dewa masih fokus nyetir,dia tidak mengeluarkan sepatah kata pun.
sementara gita telah tertidur di mobil. dewa menghentikan mobil nya di pinggir jalan,dia merubah posisi sandaran kursi agar lebih nyaman untuk gita, dewa menatap dalam gita dia membelai rambut gita,sayang.
setelah itu dia melajukan mobil nya kembali
sampai akhirnya mobil dewa sampai di halaman rumah nya.
dewa menggendong gita masuk ke dalam rumah menuju kamar gita. ala pengantin baru dia membaringkan nya di kasur king size milik nya.
dewa mencium kening gita lama,aku sayang sama kamu,,batin nya.
setelah itu dia pergi ke kamar nya untuk membersih kan diri.
*****
saat pagi hari gita sudah bersiap untuk pergi sekolah,dia sudah memakai seragam nya.
saat dia sampai di meja makan ternyata sudah ada segelas susu coklat dan juga roti tawar.
" lho,,,ini siapa yang buat??, bunda kan gak ada? mba yanti juga lagi pulang kampung??" heran nya.
tap,, tap,,
"kamu habisin sarapan nya, setelah itu kita berangkat,mas anterin!!" ucap dewa saat dia tengah menuruni tangga dan telah rapi dengan setelan kantor nya.
dewa menghampiri gita dan duduk. berhadapan dengan gita untuk sarapan.
" ini siapa yang buat mas??" gita masih bingung
" menurut kamu siapa??"
di sini kan cuma ada aku dan mas dewa? jadi??
" ini,,,mas,,yang buat??" tanya gita gak percaya.
" udah,,cepat,,habiskan sarapan mu, jangan banyak bicara!!!"
gita tersenyum senang
" makasih mas,,"
setelah sarapan dewa mengantar gita ke sekolahnya.
" git,,,sebentar lagi kamu lulus? kamu udah tahu mau kuliah di mana?" tanya dewa saat dia tengah berada di mobil bareng gita.
" gak tahu mas,,aku masih bingung!!!"
" tanya apa??" ucap dewa tanpa menoleh ke gita.
" bunda bilang,, kalau mas dan,,,,," gita diam dia tidak melanjutkan omongan nya.
" dan,,,,???" tanya dewa penasaran.
" dan,,,, " ayo git,,,berpikir,,,,gita memutar bola matanya untuk bisa mengalihkan pertanyaan nya.
jujur dia belum siap mendengar jawaban dari dewa.kalau dewa dan delia akan segera menikah.
" dan,,eh ,,mas stop!!!" dewa menghentikan mobilnya mendadak.
" kenapa git!!!??"
" tuh,,,udah sampai mas,, !!aku pergi dulu,,,dah mas dewa!!"
gita buru buru pergi dari mobil nya dewa.
" selamat,, untung aja udah sampai"u cap nya dengan mengelus ngelus dada.
" siapa yang selamat???" tiba tiba devi merangkul gita saat gita tengah berjalan di koridor sekolah.
" ih,,,devi,, ngagetin aja,,??"
" kenapa sih git?? eh,,loe tadi di anterin mas dewa?? tanya devi kepo
" dari mana loe tahu?"
" tadi gue lihat mas dewa loe lagi ngobrol sama dimas di depan,," jawab devi
" apa?? kamu serius??" teriak gita kaget.
" aduhhh,,, gue gak budeg kali, loe gak perlu teriak teriak " ucap devi sambil ngusap ngusap telinga nya.
'" ih,,, devi,,aku serius,,!! kamu bener lihat mas dewa sama dimas??"
" iya,, anggita,,, !!! emang kenapa sih??" tanya devi penasaran
" aku cuma takut kalau mas dewa ngapa ngapain dimas"
" maksud nya????"
" mas dewa nyuruh aku jauhin dimas dev,,,,!"
" egois banget sih kakak loe itu!!!" kesel devi.
" bukan gitu dev,,kata nya dimas bukan lelaki baik baik,,,"
" ck,,,git,paling itu cuma alasan nya aja,padahal dia itu cemburu lihat loe deket sama pria lain"