My Brother My Love

My Brother My Love
part 29



" gita,,kamu baru pulang?" tanya seseorang di ambang pintu yang membuat gita terpaku.



deg,,, suara ini??



dengan perasaan yang campur aduk dia membalikan badan nya, rasa nya dunia gita seakan runtuh seketika



, gita mendapati delia tanpa memakai pakaian dan hanya menggunakan handuk saja


,antara sakit,marah, kecewa bercampur jadi satu,pandangan nya buram karna air mata yang berlinang.



gita berusaha untuk tenang,dia berusaha untuk tidak menangis di hadapan delia.



" mba,,kok ada di kamar mas dewa,mas dewa nya ke mana? tanya gita dengan suara bergetar.



delia membuka sedikit pintu,sehingga gita bisa melihat dengan jelas, keadaan dewa.



gita sudah tidak bisa lagi membendung air mata nya,saat dia melihat dewa yang tengah tidur dengan telanjang dada.dan cuma di tutupi selimut sampai pinggang nya.



" sepertinya dewa kecapean maka nya dia udah tidur" ucap delia tersenyum miring.


gita menatap delia " maksud mba?" tanya gita dengan air mata yang sudah meluncur bebas



" git,,,kamu bukan anak kecil lagi,, kamu pasti ngerti kan apa yang kita lakuin? lagian sebentar lagi kita akan menikah, iya kan?"


gita mengangguk pelan. " iya" ucap nya pelan


" git,aku masuk dulu yah,aku juga cape,aku mau istirahat, selamat malam git"



delia menutup pintu kamar meninggalkan gita yang masih berdiri mematung di depan pintu dengan air mata yang mengalir.



rasanya kini tubuh nya bagaikan jely, dia seakan tidak mampu untuk menopang tubuh nya sendiri.kini pandangan nya seakan gelap,gita tidak sadarkan diri.



tubuh gita hampir merosot ke bawah kalau saja dimas tidak menangkap tubuh nya.Dimas menggendong tubuh gita ala pengantin baru untuk pergi dari sana.



sejak tadi ternyata dimas melihat pembicaraan gita dan delia, awal nya dia ingin menyusul gita karna gita gak turun turun. tapi ternyata dia melihat mereka berdua.



.dimas bukan lah pria bodoh,dia tahu kalau selama ini gita mencintai dewa ,tapi dia tidak akan berhenti untuk mendapatkan gita,karna dia sangat mencintai gita.



dimas menidurkan gita di kursi panjang yang ada di teras, " git, bangun git,," ucap nya cemas.


dimas berlari ke motor nya untuk mengambil botol air yang ada di dalam tas nya yang ia tinggal di atas motor,


dia mencipratkan ke wajah gita,yang membuat gita sadar.




" git,,kamu baik baik aja kan ?" tanya dimas cemas saat gita membuka matanya.


" dimas" ucap gita pelan tapi masih bisa dimas dengar.



gita berusaha untuk bangun dan di bantu dimas.


" git,,kalau kamu sakit kita ke rumasakit aja yah?"


gita menggeleng, dia menatap dimas sayu.


dimas langsung menarik tubuh gita ke dalam.pelukan nya.



gita menangis di pelukan dimas, dia memeluk dimas begitu erat. saat ini yang gita butuhkan hanya sebuah pelukan untuk memberi dia kekuatan.



dimas merasa hati nya begitu sakit melihat keadaan gita, hati nya terasa ngilu mendengar tangisan gita yang begitu lirih.dada nya terasa begitu sesak,seakan ada batu besar yang menghimpit nya.



dimas mengusap punggung dan kepala gita berharap dia bisa memberi gita kekuatan



" bawa aku pergi dari sini dim,aku gak mau ada di sini,aku benci sama mas dewa,aku gak mau bertemu sama dia" gumam gita lirih di pelukan dimas..



dimas melepaskan pelukan nya,manik mata nya menatap mata gita, tangan nya terangkat untuk menghapus air mata gita " iya,,kita pergi yah"



****


dewa merasakan ada tangan yang melingkar di perut nya,dia kaget saat melihat delia tengah tidur dengan tangan yang memeluk nya.



dia memcoba mengingat apa yang terjadi kemarin ,tapi dia tidak ingat apa apa.



" mas kamu udah bangun?" tanya delia dengan suara khas bangun tidur.



" apa yang terjadi? kenapa kamu ada di sini del?" marah dewa,