My Brother My Love

My Brother My Love
part 38



" Bunda!!" teriak gita saat dia baru masuk ke dalam rumah nya, dia berlari mencari bela, dan dia langsung memeluk bela erat, dia begitu merindukan bela.



" kangen bunda!! ucap nya manja sambil memeluk bela. " bunda juga kangen sama kamu" kata bela mengusap punggung gita.



tiba tiba terdengar suara isakan dari gita.dia menangis lirih di pelukan sang bunda, dia meluapkan semua isi hati nya lewat tangisan pada bela. rasa sakit nya, dan kecewa atas penghianatan yang di lakukan dewa pada nya.



" lho,,kok nangis sih?" ujar bela melepas pelukan gita.


" gita kangen banget sama bunda, tiap hari dia terus nanyain, kapan bunda pulang??" ujar dewa yang baru datang,


dia melangkah untuk menghampiri mereka.



" bunda gita ke kamar dulu yah, gita mau istirahat " ucap gita dan langsung pergi dari sana sebelum dewa mendekat ke arah nya dan bela.



dewa mengeratkan gigi nya menahan kesal, seandai nya di sini tidak ada bela, ingin sekali dia mengejar gita dan menjelaskan kesalah pahaman ini.



bela memanggil gita untuk makan malam bersama, dan sepanjang makan malam gita tidak banyak bicara, dia lebih sering menunduk.



begitu pun dewa, pandangan nya tidak lepas dari gita, dan semua sikap mereka ternyata di perhatikan rian,


mungkin mereka sedang bertengkar pikir nya.



" ayah bunda gita udah selesai, gita ke kamar dulu, mau ngerjain PR soal nya" pamit gita dan langsung pergi dari meja makan.



dewa terus mondar mandir di dalam kamar nya, dia sedang memikirkan bagai mana cara nya agar dia bisa bicara berdua dengan gita untuk menjelaskan semua nya,



gita terus saja menghindari nya, hati nya sakit karna gita terus mengabaikan nya, dia tidak bisa terus seperti ini.



dewa melihat jam di dinding yang menunjukan sudah jam 12 malam.


dia keluar dari dalam kamar nya untuk menemui gita,kesabaran nya sudah habis, dia tidak bisa terus menunggu lagi.



saat dia akan membuka pintu kamar gita, ternyata pintu nya terkunci. dia mengetuk pintu itu pelan, tapi gita tidak membuka nya.



dewa tidak pantang menyerah, dia kembali mengetuk pintu lagi sampai akhir nya gita membuka pintu nya.



dewa tersenyum tipis " git,,kita bicara sebentar yah, biar mas jelasin semua nya, ini tidak seperti yang kamu pikir kan?" ucap dewa, di depan pintu.



"mas gak perlu jelasin apa pun, karna percuma,,, aku udah jadian sama dimas, jadi penjelasan mas gak akan mempengaruhi apapun" ucap gita dingin




" percaya sama aku git??" ucap nya pelan.



" tapi aku gak cinta sama kamu, aku mencintai dimas!! ucap gita dingin dan langsung menutup pintu , tapi dewa segera menghalangi nya.



dewa mendorong tubuh gita ke tembok dekat pintu, dia mengunci tubuh gita dengan ke dua tangan nya.



" lebih baik mas pergi sekarang sebelum aku teriak panggil bunda ke sini"ancam gita.



" coba aja kamu teriak,, memang nya kamu berani??" ucap dewa yang membuat gita diam, gita memalingkan wajah nya agar dia tidak menatap dewa.



tapi kini tangan kanan nya sudah memegang dagu gita agar gita menatap nya.




" git,,,apa yang harus aku lakukan agar kamu percaya sama aku,? aku gak pernah lakuin itu git, aku hanya cinta sama kamu, tolong jangan buat aku tersiksa seperti ini, jangan abaikan aku, apa lagi ninggalin aku git,,aku mohon" ucap nya pelan.



gita menatap dewa dalam, gita melihat mata dewa yang sudah berkaca kaca, dia begitu terluka, dan gita tidak melihat ada kebohongan dari dewa.



gita diam dia tidak berkata apa pun, dia masih bingung dengan semua ini, apa dia harus percaya sama dewa?



tiba tiba dewa menempelkan mulut nya ke mulut gita, dia melumat dan menyesap bibir gita. " percaya sama aku git!" ucap nya pelan.dengan menempelkan kening nya di kening gita.




tanpa mereka sadari ada seseorang yang melihat mereka sejak tadi, dia menatap mereka marah.





siapa yah??


penasaran gak sih??