My Brother My Love

My Brother My Love
part 31



" lho mas,gita nya mana?" heran devi, karna dia tidak melihat gita di manapun



" kamu ngomong apa sih dev? justru aku ke sini mau jemput gita!!"ucap dewa sedikit panik.



" jemput??!!, bukan nya gita udah pulang dari kemarin??"



"dev kamu jangan bercanda? cepat panggil gita sekarang!!" marah dewa dengan menaikan nada suara nya. yang membuat devi tambah bingung.



" ngapain juga aku bercanda,emang gita udah pulang semalam mas!!"


seketika devi teringat saat gita menerima pesan itu, devi yakin kalau telah terjadi sesuatu.



dewa langsung menerobos masuk ke dalam.rumah tanpa ijin devi, dia berteriak memanggil gita,tapi tidak ada jawaban.



" mas sebenar nya ada apa sih? gita gak ada di sini, dia udah pulang semalam" tanya devi yang juga ikut panik.



dewa terduduk lemas karna dia tidak mendapati gita di sana,



" gita gak ada di rumah" gumam nya.



" mas yakin?? mungkin gita lagi pergi ke mana gitu??"



" nggak dev, dia belum pulang dari kemarin!!" jawabnya prustasi.


" mas udah nyoba menelpon gita??"



" dev,,kalau aku bisa menghubungi nya aku gak akan secemas ini dev!!"



dewa menutup mata sejenak, memikirkan tempat yang mungkin gita datangi.seketika dia teringat dengan taman itu,



mungkin dia di sana pikir nya.



" dev aku pergi dulu, aku harus nyari gita"



dengan terburu buru dewa melangkah pergi dari rumah devi, menuju taman yang pernah gita datangi waktu itu.




setelah dewa pergi devi berusaha untuk menelpon gita, tapi ternyata dewa benar ponsel gita mati.



git, loe ke mana sih?? bikin khawatir aja


devi kembali menscrol ponsel nya mencari nama gita, tapi dia teringat satu nama.



dimas?? ,, gumamnya



dia baru ingat kalau semalam gita di antar dimas, devi mencoba menelpon dimas tapi ternyata ponsel dimas juga mati.



devi lansung mengambil jaket dan tas nya, saat ini dia harus pergi bertemu dimas,karna orang yang terakhir bersama gita adalah dimas



devi tengah berdiri di pinggir jalan menunggu angkutan umun untuk pergi ke rumah dimas.


" ck,,lama banget sih , kok angkot nya gak datang datang" gerutu nya kesal.



tiba tiba sebuah mobil berhenti di depan nya .


" devi kamu ngapain di sini??" tanya rangga dari dalam mobil.



" mas rangga??? aku lagi nunggu angkot mas,mau ke rumah teman" gugup devi.



" ya udah ayo aku anter" ajak rangga.


" gak usah mas,,tempat nya jauh,," alasan devi.




devi berusaha untuk menolak tapi rangga terus memaksa, dan akhir nya devi pasrah di anter rangga ke tempat dimas.



" kamu kenapa dev? kok dari tadi gelisah banget?" tanya rangga saat mereka berada di dalam mobil



" m,mas,, hari ini mas dewa hubungin kamu gak!" tanya devi ragu ragu.


rangga mengernyit bingung,dia menatap devi sekilas " nggak,dia belum hubungin aku,emang kenapa??"



" hm,,,gita,,,!!" devi berhenti bicara karna ponsel rangga berbunyi.



" ada apa,,,,"tanya rangga saat dia mengangkat telpon nya, devi menatap rangga,dia sangat penasaran siapa yang menelpon rangga.



. sontak rangga langsung memandang devi mendengar penuturan orang yang menelpon nya. sekilas pandangan mereka saling bertemu.



" iya,,gue pasti bantu" ucap rangga menutup telponnya.



setelah menutup telpon, rangga menghentikan mobil nya di pinggir jalan, dia memutar tubuh nya menghadap devi. dia menatap devi tajam,yang membuat devi menunduk takut.



mungkin rangga sudah tahu kalau gita belum pulang.



tangan rangga mengangakat dagu devi, agar devi menatap nya.


" ada yang bisa kamu jelasin??" tanya rangga lebut. kini pandangan mereka saling bertemu, tapi devi masih enggan untuk bersuara. dia masih bingung mau ngasih tahu rangga atau nggak.



" dev,," guman nya



devi membuang napas kasar sebelum dia bicara.


" aku gak tahu apa yang terjadi, yang aku tahu semalam gita di anter sama dimas" jawab devi takut, dia takut kalau rangga ngasih tahu dewa,



" trus,,??" tanya rangga, dia masih menyimak penjelasan devi



" aku mau nyari gita ke rumah dimas sekarang, mas tolong jangan kasih tahu mas dewa dulu sebelum kita tahu apa yang terjadi,"



" iya aku ngerti, dewa tidak akan bisa berpikir jernih kalau itu menyangkut tentang. gita"


ucap rangga dan mengacak puncak kepala devi pelan sebelum dia kembali melajukan mobilnya.



sementara devi? kini detak jantung nya sudah berloncat loncat seakan ingin keluar,dan pipinya sudah memerah bagai kepiting rebus



ya ampun pipi gue murahan banget sih, baru di sentuh kepala aja udah memerah, gimana kalau mas rangga nyentuh yang lain batin nya. upsss



ingat azka dev,,,