
" jangan berani menjanjikan sesuatu, kalau mas sendiri tidak yakin bisa menepati nya" ucap gita dingin
"aku minta maaf!!" ucap dewa.hanya kata itu yang bisa dia ucapkan. dewa sendiri begitu bingung, apa yang harus di lakukan nya sekarang. dia harus memilih, antara gita dan keutuhan keluarga nya, kebahagiaan ayah nya dan bela.
dewa mengambil jaket gita yang ada di lemari, dia memakaikan nya pada gita.
" aku tahu kamu marah sama aku, kamu benci sama aku, tapi biar bagaimana pun aku adalah kakak kamu, dan aku gak mau lihat kamu sakit seperti ini" ungkap dewa, sambil memakaikan gita jaket.
" kamu gak mau liat aku sakit? tapi kamu sendiri yang buat aku sakit!!" jawab gita lemah, dengan air mata yang sudah berlinang.
dewa hanya menatap gita dalam, tanpa menjawab ucapan gita.
Hati nya sakit melihat gita seperti ini, dia juga sama terluka nya seperti gita. mau gak mau dia harus menikah dengan perempuan yang tidak ia cinta.
dewa menggendong tubuh gita,dan membawa nya menuju ke ruang keluarga, dan di sana sudah ada rian dan bela yang menunggu nya.
walau gita gak suka, tapi dia tidak bisa berbuat apa apa, karna tubuh nya sangat lemas, kepala nya juga sakit. dia hanya bisa pasrah di gendong dewa.
setelah sampai di ruang keluarga, akhir nya mereka berempat pergi ke rumasakit.
***
gita mengedarkan pandangan nya saat mobil nya tiba di depan rumasakit.
" sayang, kita sudah sampai! kamu di gendong mas dewa lagi yah" tutur bela.
" aku gak mau, aku mau pulang aja!!"pinta gita saat dewa akan menggendong nya.
" kamu tenang aja, kamu gak perlu takut git" tutur dewa lembut sambil membelai surai gita.
rian yang melihat sikap dewa ke gita, dia hanya diam, dan tidak berniat melarang nya, karna saat ini yang terpenting adalah kesehatan gita. mungkin saat ini gita memang membutuh kan dewa.
sementara bela, dia tidak menaruh rasa curiga, selama ini dia berpikir kalau dewa menyayangi gita sebagai adik nya, dia senang karna ke dua anak nya saling menyayangi.
dia tetap aja takut untuk melewati lorong rumasakit. Sampai akhirnya dewa membawa gita untuk di periksa dokter, dan akhir nya gita di rawat inap.
gita sudah tertidur di atas bankar, karna pengaruh obat yang di berikan dokter.
" bunda sama ayah pulang aja, biar dewa yang jaga gita!" kata dewa.
" nggak!! bunda di sini aja, kamu aja yang pulang" balas bela.
" ayo bun, kita pulang aja, malam ini biar dewa yang temenin gita di sini" tutur rian.
" tapi yah!!" sahut bela
" percaya sama dewa, dia pasti bisa jagain gita" ujar rian.
akhir nya bela nurut, dan pulang bersama rian.
dewa duduk di kursi yang ada di samping bankar. pandangan nya tak lepas dari gita, dia memegang tangan gita.
" aku sayang sama kamu, tolong ngertiin aku git." gumam nya.
***
saat gita bangun, dia merasa perut nya terasa berat, dan dia melihat dewa yang tertidur di sisi bankar, dengan tangan nya yang memeluk nya.
seketika cairan bening lolos gitu aja dari netra gita. dia sangat mencintai dewa.
apa dia bisa menerima pernikahan dewa nanti? apa hati nya akan kuat melihat dewa bersanding dengan delia di pelaminan nanti?
aku harus bagaimana? aku bingung?? batin nya.