My Brother My Love

My Brother My Love
part 24



"emang siapa yang nelpon dev?" tanya rangga penasaran.



" ah,,bukan siapa siapa mas,cuma temen," jawab devi gugup.


" temen apa temen? gue bilangin aska lho yah?" ledek gita.yang langsung mendapat pelototan dari devi


" jangan buka kartu gue dong" bisik devi ke gita.



rangga mengernyit bingung" aska siapa?"


devi megusap tengkuk nya,memikirkan jawaban yang pas,.



drtt drtt. tapi sebelum devi menjawab, ponsel rangga berbunyi.


" selamat" gumam nya pelan,dan cuma mampu di dengar gita.


gita cuma berdecak dan geleng geleng kepala,melihat tingkah sahabat nya ini.



ya,ada apa?




ok saya ke sana sekarang



" dewa,gue harus pergi ke kantor sekarang,ada urusan mendadak" pamit rangga.setelah menutup telpon nya. dewa cuma mengangguk pelan.


" gita ,devi aku pergi dulu,cepat sembuh yah git?!" ucap nya dan pergi dari kamar gita,begitupun dewa,dia ikut rangga keluar,membiarkan dua gadis itu berdua di kamar.



" kaya nya gue juga harus pulang deh?" ucap devi tiba,


" lho kok pulang? kata nya mau nginep,gimana sih?" kesel gita.


" aska mau kerumah malam ini, tadi dia nelpon kalau dia ada di jalan sekarang" jelas devi.



" ck,,pantes aja setelah nerima telpon muka nya langsung cerah,,"


" he he,,iya dong,,,"


" trus mas rangga?"tanya gita kepo



" mas rangga apa? gue gak ada apa apa sama dia,kenal juga baru kemaren,kita cuma teman gita sayang,,," jelas devi panjang kali lebar kali tinggi.



" yakin loe gak ada rasa sama dia? kalau menurut gue yah dev,mas rangga jauh lebih baik dari aska,aska kan_"


gita nenghentikan bicara nya.



" tukang selingkuh maksud loe,?"



" sory dev gue gak ada maksud kaya gitu" ucap gita merasa bersalah.



"its ok git gak papa "


" gue pulang yah git," pamit devi dan turun dari atas kasur untuk segera pulang.


" loe gak marah kan dev?" tanya gita saat devi akan membuka pintu kamar Gita


Devi tersenyum "enggak kok git" ucap nya dan pergi meninggalkan gita.



dewa masuk ke kamar gita membawa makan malam dan obat untuk Gita



" makan dulu yah,trus minum obat biar kamu cepet sembuh" ucap dewa yang akan menyuapi gita.


" aku udah sembuh mas mas gak perlu kaya gini,aku bisa makan sendiri."


" nggak,,kamu masih sakit,jadi jangan banyak membantah ok" peringat dewa.



dewa meyuapi gita sampai makanan nya habis.


" mas juga harus makan dong? masa aku doang yang makan"


" iya nanti mas makan,"



gita tengah asik dengan ponselnya,dia duduk dan bersandar di kasur, tiba tiba dewa masuk ke dalam kamar nya setelah dewa menyimpan piring bekas makan gita tadi. gita cuma melirik nya sekilas dan kembali menatap ponsel nya.



dewa langsung masuk ke dalam selimut dan melingkarkan tangan nya di perut rata gita.dan mencium perut gita yang di balut baju tidur bermotif keropi itu.



" kamu liat apa sih,kaya nya seru banget sampai kamu nyuexin aku"


gita diam,dia masih asik dengan ponsel nya.


dewa merebut ponsel gita,karna gita terus mengabaikan nya.


" mas,,,,ponsel ku?"


" git,,jangan sekali kali kamu mengabaikan mas seperti ini lagi,mas gak suka" ucap dewa menekan kata kata nya.



" iya ,,maaf mas"


gita akhirnya membaringkan tubuh nya,yang langsung mendapat pelukan dari dewa.


posisi mereka saling berhadapan,dewa melingkarkan tangan nya di pinggang gita,cup dewa mencium kening gita sebelum gita tidur,dan ciuman itu berakhir di bibir gita.



dewa menggigit bibir bawah gita,menelusupkan lidah nya di rongga mulut gita,dewa mendorong tubuh gita, dan kini dewa sudah ada di atas tubuh gita



ciuman dewa turun ke ceruk leher gita mencium dan menyesap nya memberikan tanda kepemilikan di sana. tangan nya tidak tinggal diam,tangan dewa menelusup masuk ke balik baju gita.meraba perut rata gita dan naik ke atas memegang bukit kembar yang terasa begitu pas di tangan nya.


gita menggigit bibir bawah nya agar tidak mengeluarkan suaranya.



drtt,,drtt tiba tiba ponsel gita berbunyi di atas nakas.





segitu dulu yah?


jangan lupa like dan comen nya yah