My Agent

My Agent
Undangan Makan Malam



Beberapa hari berlalu, namun para Agent belum menemukan titik terang. Sore itu ketika Cayra sedang sibuk dengan pekerjaan nya dan fokus pada layar laptop nya, ada yang datang padanya.


"ada apa, Reno?" tanya Cayra tanpa menoleh pada orang yang datang dan menyimpulkan itu Reno karena lelaki itu yang selalu mengganggu nya.


"Reno? siapa dia?" tanya Rayn. yaa.. yang datang adalah Rayn.


"Honey, kau kemari?" Cayra menoleh kaget lalu tersenyum dan menghampiri Rayn yang sedang duduk di sofa, Cayra duduk di sebelah nya mencium pipi Rayn.


"hmm.. aku mau menjemputmu. Papa mengundang kita makan malam di rumah nya." jawab Rayn sambil memeluk pinggang Cayra yang sedang bersandar pada bahunya. Rayn sudah biasa dengan kelakuan Cayra yang tiba2 selalu mencium nya, bahkan Rayn sudah berani walau hanya memeluk nya, hanya 1 yang tak ia lakukan, melakukan hubungan suami istri.


Cayra sering memancing nya, namun Rayn selalu menolak dan tetap berusaha tenang. Supaya dirinya tidak tergoda oleh Cayra. Ya, biar bagaimanapun Rayn adalah seorang lelaki normal. Dia kadang terpancing, namun komitment nya kuat. Rayn tak ingin melakukan nya sebelum ia ingat semua memory nya yang hilang.


"baiklah,, sebentar. aku siap siap dulu, honey. Aku harus terlihat rapi bukan, lihat kau sudah rapi tapi aku masih lengket dengan keringat. tunggu yah. muach.." Cayra mencium sekilas bibir Rayn lalu berlalu ke dalam kamar mandi.


Rayn hanya tersenyum dengan tingkah istrinya itu. Bebarapa menit kemudian, Cayra keluar dari kamar mandi, terlihat sudah rapi dengan dress selutut warna biru tanpa lengan, namun di padukan dengan jaket kulit warna hitam dengan riasan tipis natural.


"ayo honey. Aku udah siap." ajak Cayra.


"tak ada yang tertinggal kan?" tanya Rayn memastikan.


"kurasa tidak."


Mereka pun jalan keluar beriringan dengan tangan Rayn yang memeluk pinggang Cayra. Cayra pun merapat pada tubuh samping Rayn. Terlihat serasi, semua mata tertuju pada mereka. Dalam perjalanan, Cayra tertidur karena merasa lelah meskipun seharian hanya membaca laporan dari Zaky.


Rayn yang tidak tega membangunkan Cayra, memilih untuk menggendong nya dan menidurkan Cayra di kamar nya yang dulu saat masih ia tinggal dengan Bayu, papa nya.


"dia masih tidur?" tanya Bayu setelah Rayn duduk di sofa ruang keluarga menghampiri papanya yang sedang bersantai menonton tv.


"yaa.. dia bekerja keras akhir2 ini. Ingin melindungi papa mertuanya." saut Rayn


"ingin melindungi papa? memangnya ada apa?" tanya Bayu.


"ada yang menginginkan nyawa papa. Jadi dia bekerja keras menemukan pembunuh bayaran yang di suruh oleh seseorang untuk membunuh papa."


"benarkah? aku kagum dengan istrimu. Ketika kau membawa nya pada papa, papa langsung menyukai nya, karna papa juga sudah mengenalnya, jadi papa tidak keberatan kau menikahinya."


"apa benar aku begitu mencintainya pa?"


"kau itu, kalau kata anak muda sekarang itu apa ya istilah nya? emmm... buu..cin.. ia bucin. Budak Cinta. hahaha.."


"ishhh.. papa"..


"honey.. papa..maaf aku malah ketiduran." Cayra menghampiri Rayn dan Bayu lalu mencium tangan Bayu.


"tentu saja, pa." duduk di samping Rayn.


"papa dengar kau bekerja keras akhir akhir ini, apa ada masalah?"


"tidak pa. biasa lah, kejahatan selalu ada dimana pun dan kapan pun, pa."


"ia, benar. kalau gak ada orang jahat, untuk apa ada polisi. hahah"


"hahaha.. papa bisa aja."


"o ya, papa mengundang kemari ada yang ingin papa bicarakan. 3 hari lagi papa akan mengadakan pesta kecil kecilan disini, papa mengundang kalian secara pribadi. Jangan sampai lupa ya."


"pesta apa sih pa?" tanya Cayra.


"memperingati papa yang tambah menua, Cay.." jawab Bayu tersenyum.


"papa ulang tahun?" tanya Cayra.


"Yap.."


"papa, apa pesta nya sudah pasti? apa tidak bisa di Cancel?" tanya Rayn.


"papa sudah menyebar undangan,, kolega kerja papa, teman2 papa, dan pejabat2 lain. Mana mungkin papa batalkan Rayn."


"tapi, nyawa papa dalam bahaya." seru Rayn.


"papa ini sudah tua, kalau memang harus mati besok, papa siap2 aja. kau sudah dewasa dan sudah ada yang mengurusi. jodoh, maut, rezeki, sudah ada yang mengatur kan." jawab santai papa. "lagian, kau dan menantu papa ini kan Agent, pasti bisa melindungi papa." lanjut Bayu.


"papa ini, keras kepala sekali."


"kau juga sama, boy.."


Cayra hanya tersenyum menyaksikan percakapan ayah dan anak itu. Setelah jam makan malam, mereka pun makan malam bersama.


.


.


hai.. hai.. baraya.. semoga suka yah.. jangan lupa tinggalkan jejak kalian, like and koment yah.. bye..!!