My Agent

My Agent
Prolog



Di sebuah club malam di pinggir kota, jauh dari keramaian kota yang padat. Tapi bahyak pengunjung yang datang ke tempat tersebut. Terlihat dari sebuah ruangan khusus VIP asa seorang perempuan dan laki laki yang sedang berciuman mesra. Beberapa saat mereka berjalan keluar ruangan tersebut sambil berpelukan dan sesekali berciuman sepanjang perjalanan menuju sebuah ruangan di lantai atas.


Pintu terbuka, sang lelaki langsung menutup pintu dan langsung membopong perempuan tersebut ke tempat tidur. yaa.. ruangan itu adalah sebuah kamar dengan vasilitas yang cukup bagus untuk orang orang yang sedang bersenang senang. Lelaki itu menidurkan si petempuan dengan lembut sambil berciuman.


"ahh sayang,, kau sangat cantik. seharusnya kau dapat pekerjaan yang bagus. Apa kau mau ikut bersamaku sayang, di bandingkan menjadi jal**g di tempat ini, aku akan menjamin semua kebutuhan mu." ucap si pria menghentikan ciuman nya sambil mengusap wajah si wanita dan memandangi dwngan penuh gairah.


"ouh tampan, tawaran mu bisa aku perhitungkan. Tapi untuk saat ini, apa kau ingin lebih dari ini, honey?" balas si wanita dengan pandangan menggoda dan tangan yang mengusap usap dada si pria.


"ouhhh, kau menggodaku sayang..?" ucap pria sambil memejamkan mata menikmsti sentuhan si wanita padanya.


"aku akan memuaskanmu, honey..! but.."


"tapi apa sayang?" tanya pria memandang tajam si wanita.


"kau harus mandi dulu, honey. aku tak suka ada bau parfum lain di tubuh priaku. Itu membuat gairahku menurun. Dan aku nanti tidak bisa memuskanmu, baby.." jawab si wanita.


"ouh ****.. oke baiklah sayang. aku akan mandi terlebih dahulu. kau tunggulah jangan kemana mana. ohh aku sudah tidak tahan.." berlari ke kamar mandi.


Terlihat si pria nya sudah masuk ke kamar mandi, terlihat si wanita menyeringai dan menghampiri si pria ke kamar mandi.


"ouh.. sayang. kau mengagetkan saja. kau sudah tidak sabar rupanya, sampai menyusul ke dalam kamar mandi, sayang." ucap si pria.


"ya, aku sudah tidak sabar ingin tugas ku cepat selesai. aku sudah lelah, kau tau." sambil menodonglan pistol pada kepala si pria.


"heyyy.. kenapa? ada apa denganmu manis? ouh tak usah bermain kasar sayang." ucap si pria masih dengan tenang.


"kau pikir aku main main tampan.." ketika akan menembak, handphone si wanita berdering. "ck.. kenapa harus ada gangguan di saat akhir seperti ini sih. ya hallo!" jawab si wanita di telpon.


"ck.. kau mengganggu saja, kemarilah." putus si wanita.


Memanfaatkan kelengahan si wanita, si pria akan memukul si wanita, tapi geraknya sudah di ketahui ileh si wanita, dan ketika si pria beraksi, si wanita pun memainkan tendangan mautnya. Si wanita menendang perut si pria sampai terjatuh dan... dorrr.... suara pistol si wanita mengenai kepala si pria tersebut.


"ahhh.. sayang sekali wajah tampan ini harus terbunuh. Kenapa kau jadi penjahat sih padahal aku mau kalau kau mengajak ku untuk menikah. ahh sayang sekali.." ucap si wanita sambil berjongkok dan mengusap wajah si pria lembut. Dan ketika itu pula ada 3 orang pria menghampiri si wanita.


"heyy agent Cayra, kau sudah selesai?" tanya salah satu pria.


"yahh, pria ini terlalu gampangan. Memanfaatkan ketampanannya dengan uang. ahh sayang sekali, wajah tampan nya jadi jelek, padahal ciuman nya memabukkan." ucap si wanita yang ternyata adalah seorang Agent yang ditugaskan untuk membunuh pria tersebut.


"yahh.. kau cari laki laki lain saja yang lebih tampan dan memabukan dari si penjahat ini. atau mau coba denganku..?" ucap salah satu teman nya tersebut sambil mengedipkan mata nya.


"ashh no.. dalam mimpi mu. cepat urus dia, aku mau pulang, aku lelah.. bye guys.." ucap si wanita sambil berlalu pergi.


"ahh dasar,, kenapa dia doyan pada penjahat saja." ucap Reno


"Ren, itu kan sudah biasa. ayo cepat bantu kita urus ni mayat. kita serahkan ke kantor sekarang juga." seru Kevin


"iya nih, keburu malam brow." jawab Rian.


"ini udah lewat tengah malam ogeb.." seru Kevin.


Mereka pun pergi setelah beres mengurus TKP..