My Agent

My Agent
Beraksi



Bondan sudah tak berkutik dan terduduk lemas di lantai. Sesekali ia batuk batuk sambil muntah darah. Mata yang tadi menatap Cayra penuh amarah kini sudah terlihat tak berdaya menahan sakit di seluruh badan nya.


"itu tidak seberapa dengan orang tua yang kehilangan anak anak nya, dan perempuan perempuan yang kau jual pada lelaki lelaki hidung belang di luar sana. Apa kau tidak merasa berdosa pada ibumu? ibu mu yang sesama perampuan pasti merasa malu karena anaknya menjadi seorang iblis yang menyiksa kaum nya." ucap Cayra santai namun tetap terdengar tegas.


"kau.. kau.. sebenar nya siapa?"


"aku? aku hanya salah satu korban mu. Namun kau salah memilih korban, sayang. Aku hanya wanita pecinta wajah tampan sepertimu, namun aku jijik jika itu harus lebih dari sekedar merasakan bibir. Aku tidak suka jika ada lelaki yang menjamahku, kecuali mungkin suamiku. ahhh... sayang sekali, wajah tampan mu harus jadi target misiku.."


"kau..ssshhh!!" ucapan pria itu terhenti karena merasa sakit di tubuhnya.


"ya sayang, kau ingin bicara apa? aku mendengarkan."


Bondan meraih handphone nya dan memanggil asisten nya yaitu Anton. Namun disana Anton sedang kerepotan dengan serangan dari rekan Cayra.


"shit.." umpat Bondan sambil memegang dada nya yang merasa semakin sakit.


"kenapa sayang? dia tidak bisa di hubungi? kirasa dia sedang kerepotan karena serangan dariku.. ahhh lebih tepat nya dari rekan ku yang lain." cayra tersenyum.


"kau.. siapa kau..!"


"sudah ku bilang tadi bukan. kenapa masih bertanya."


Terdengar pintu di dobrak dari luar, dan datang lah anak buah Bondan, beberapa membantu Bondan untuk di bawa keluar dan sebagian besar nya menyerang Cayra. Cayra dengan keahlian nya berhasil melumpuhkan orang orang itu.


"hey kalian, bantu mereka habisi wanita itu." suruh Bondan pada anak buahnya yang sedang membantu dirinya.


"tapi bos, anda bagaimana?" tanya salah satu bawahan nya.


"jangan khawatirkan aku, aku hanya ingin wanita itu mati."


"baik bos" jawab anak buah nya serempak dan menyerang Cayra.


dor.. dor.. dòr..


Cayra terus terdiam melihat pria itu mendekat padanya. Sambil menembaki sisa anak buahnya yang akan menyerang Cayra ketika Cayra sedang lengah menatap pada pria itu.


"hey, kenapa diam saja. bagaimana kalau mereka melukaimu." ucap pria tersebut dengan nada tinggi yang penuh khawatir setelah tepat berada di depan Cayra. Cayra hanya tersenyum sambil terus menatap pria tersebut.


"kau.. kenapa bisa disini?" tanya Cayra setelah ia tersadar.


"aku sengaja menyusulmu. aku mengkhawatirkan mu." balas pria tersebut.


"kau mengkhawatirkan ku.?" tanya Cayra memastikan.


"ya, aku pasti mengkhawatirkan istriku. Dia sedang melakukan misi berbahaya, jelas aku akan khawatir." jawab lelaki tersebut dan itu adalah Rayn.


"istrimu?" ucap lirih Cayra.


"ya, istriku.." Rayn tersenyum dan menarik pinggang Cayra hingga menbuat Cayra lebih menempel dengan nya. "Aku merindukanmu." lanjut Rayn lalu mencium bibir Cayra lembut. Cayra yang tadinya terdiam, lama kelamaan pun membalas ciuman Rayn tersebut sambil mengalungkan tangan nya pada leher Rayn.


Setelah beberapa menit mereka berciuman, Rayn melepaskan terlebih dahulu pagutan nya dari bibir Cayra namun masih saling menempel kening.


.


.


hai hai baraya. semoga suka dengan alur cerita nya yah.. kalau sua jangan lupa tinggalkan like nya yah, dan komen nya untuk masukanku.


salam dari uthor.