My Agent

My Agent
Seandainya



"lo gak apa apa, Ray?" tanya Rian.


"gue.. gak apa. cuma pusing sedikit, bisa antar gue kerumah, Yan?"


"ya udah, yuk.. lo istirahat dulu di rumah, Cay ada Reno yang jagain."


"hmm.."


 


Rayn memandang Cayra yang masih belum sadar pasca operasi. Setelah istirahat sebentar di rumah, Rayn kembali ke rumah sakit sambil membawa baju untuk Cayra. 'sebenarnya apa maksud kalian membohongi aku? cihh.. aku sudah ingat siapa dan wanita bagaimana kau ini.' batin Rayn sambil tersenyum sinis. Ketika sedang memperhatikan Cayra, terlihat Cayra membuka mata, Rayn tersenyum kecil.


"kau sudah sadar? " tanya Rayn mendekat. "apa ingin minum?" lanjut Rayn.


"tidak.. Apa kau terluka?" tanya balik Cayra.


"ck.. yang terluka itu kau, bukan aku.!"


"syukurlah.."


"sudah ku bilang jangan lakukan hal hal yang beresiko. kenapa membantah, hmm..!"


"aku hanya ingin melindungimu?"


"melindungi itu tugas suami, bukan istri."


"tapi tidak ada larangan juga seorang istri melindungi suami nya. Aku tidak ingin kau terluka."


"ya.. ya.. lakukan apa mau mu.. istirahatlah lagi, nanti akan ada dokter yang memeriksa mu, cepatlah pulih."


 2 hari Cayra di RS dan meminta pulang. Cayra merasa dia sudah baik baik saja, Cayra sudah terbiasa dengan luka luka seperti itu, hingga tidak mau lama ia di rawat.


"sudah malam cepat lah tidur." ucap Rayn sambil merebahkan dirinya di samping Cayra.


"hmmz.." jawab Cayra masih sambil fokus dengan Handphone nya.


"Cay, kapan kita menikah?" tanya tiba tiba Rayn.


"3 bulan yang lalu, 2 minggu sebelum kau kecelakaan. kenapa? kau ingat sesuatu?" tanya Cayra.


"hanya ingin bertanya saja. Apa yang membuat aku jatuh cinta padamu?"


"apa sebegitunya aku jatuh cinta padamu?"


"entahlah, kau rasakan saja sendiri." jawab Cayra cuek, sambil terus menyibukan diri dengan gedjet nya.


"apa kau mencintaiku?"


"ck.. kenapa kau mendadak jadi cerewet, hmm.. kalau aku tidak mencintaimu, mana mungkin aku mau menikah denganmu. puas..?" Cayra merebahkan diri dan memejamkan mata. "istirahatlah, ini sudah malam". Cay membuka mata ketika dirasa Rayn sudah tertidur, Cay memandang Rayn dalam.


"seandainya.. seandainya ini bukan sandiwara, aku bahagia, Rayn. Kau pria pertama yang membuat aku jatuh cinta. namun aku sadar diri, cepat atau lambat kau pasti akan mendapat memory mu lagi, dan bisa di pastikan aku tak bisa bersamamu, dan kau juga mungkin akan benci aku. Aku tidak berharap apapun, Ray. Aku hanya wanita hina, yahh.. tidak cocok untuk pria sempurna sepertimu. hanya saja, selama aku masih bersamamu, aku akan pastikan kau baik baik saja. itu misiku, sekaligus tugasku sebagai istrimu. Aku akan melindungimu dengan nyawaku, karena hanya itu yang wanita ini punya.. Maaf, aku lancang mencintaimu, Ray." gumam Cayra.


Setelah Cayra tertidur, Rayn membuka mata. Ternyata Rayn mendengar semua perkataan Cayra. Rayn belum sepenuhnya tertidur ketika Cay berbicara, hingga mendengar semua dan terus memejamkan mata. Rayn memandang Cayra tanpa bicara apapun.


 


Dilain tempat, seorang pria paruh baya terlihat marah dan penuh emosi kepada anak buahnya.


"****.. kenapa bisa mereka tertangkap? tidak bisa di andalkan. mengurus 1 orang saja tidak becus. Bereskan olehmu, pastikan dia benar benar tiada. jangan sampai gagal lagi." ucap pria paruh baya pada anak buah nya yang terlihat seperti pengawal pribadinya.


"baik tuan."


--


"kau yakin ingin ikut?" tanya Rayn.


"ia, sudah berapa kali kau bertanya. aku ikut, hanya ke swalayankan. aku ingin membeli sesuatu juga."


"baiklah.."


Setelah dari berbelanja, Cayra kembali lebih dulu ke mobil, Rayn membayar dulu belanjaan nya. Namun ketika di dalam mobil, ada yang membius Cayra dan mengunci mobil tersebut setelah memasukan gas beracun di mobil. Cayra terbatuk batuk kehabisan nafas karena gas tersebut. karena masih dalam keadaan lemah, membuka pintu mobilpun terasa sulit.


Rayn yang baru tiba pun terkejut namun segera berusaha membuka mobilnya yang terkunci, sekuat tenaga Rayn memecahkan kaca mobil tersebut karena melihat Cayra yang sudah tak sadarkan diri. Namun ketika akan membuka pintu, ada yang menendang Rayn sampai tersungkur agak jauh dari mobilnya. Terlihat lebih dari dua puluh orang mengelilingi Rayn. "ck.. menyebalkan." gumam Rayn bersiap menghadang serangan.


Rayn terlihat sudah kewalahan, seorang diri melawan puluhan orang. Namun ia masih terus berusaha karena fokus nya terbagi dua mengkhawatirkan Cayra yang terlihat belum sadarkan diri di dalam mobil. Rayn tersudut dan sudah penuh dengan luka dan lebam. Musuh memakai alat untuk melumpuhkan Rayn, balok, besi, dan belati dan juga pistol. Rayn sudah tak berdaya, terlihat pria yang bersama pria paruh baya tadi menginjak perut nya dan menodongkan pistol tepat di jantung Rayn. "kali ini tidak akan kubiarkan lagi, akan ku pastikan sendiri kau mati" ucap pria tersebut. Pelatuk sudah akan di tekan, dan...


Dorrr....


"Rayn.."..