
Pagi ini Cayra bersiap untuk pergi ke alamat yang di berikan si target kepada Cayra tadi malam. Cayra melihat lihat tempat tersebut sambil berjalan menuju reseptionis. 'Terlihat seperti kantor jika tidak teliti, namun jika di perhatikan lebih detail, ini jelas terlihat seperti kantor yang di buat buat. Karyawan yang cuma mengobrol santai, dan itu pun terlihat jelas bukan seperti karyawan, tapi lebih ke seperti preman preman dan madam germo.' ucap Cayra pelan.
"ada yang bisa kami bantu?" tanya seorang resepsionis.
"saya ingin bertemu dengan pak Bondan, saya sudah buat janji dengan nya. apakah beliau ada?" tanya Cayra.
"ada, mba. Mba tinggal lurus aja, setelah taman belok kiri, itu ruangan tuan."
"oh oke, terimakasih." ketika berjalan ke tempat yang di beri tau, Cayra mendengar resepsionis itu bicara pelan nmun masih terdengar olehnya.
"cantik cantik bodoh, masih banyak ya cewek cweek yang bego di kot ini." gerutu pelan resepsionis.
tok tok tok
"masuk" suara dai dalam.
"apa saya mengganggu?" ucap Cayra setelah masuk melihat target sedang serius dengan laptop nya.
Bondan menoleh dan tersenyum, "ahhh kau sudah datang ternyata. Aku mengira kau tidak akan datang." ucap Bondan menghampiri Cayr dan menyuruh duduk di sofa.
"aku butuh pekerjaan, mana mungkin aku tidak datang." Cayra duduk di sofa. "oh ya, maaf. Kantor anda bergerak di bidang apa?" tanya Cayra.
"kami penyalur saja, yang datang kemari banyak yang ingin kerja ke luar negeri, tapi dalam negeri pun ada. Dan pekerjaan mereka macam macam. Ini, kau bisa lihat di berkas ini." menyerahkan berkas mengenai informasi kantornya.
"ahhh begitu. Aku kira aku bekerja disini, dikantor ini. Supaya aku tidak terlalu jauh dari keluargaku."
"Bisa, bila itu mau mu. semua bisa di atur."
"benarkah?"
"yap"
"terimakasih" refleks Cayra mendekat dan mencium pipi Bondan. Cayra langsung tersadar dan berdiri tegak lalu membungkuk, "maaf, aku refleks karena terlalu senang."
Bondan tersenyum menyeringai, beranggapan bahwa akan mudah mendapatkan Cayra yang polos, padahal Cayra hanya melakukan bakat actingnya, hehehe.. Bondan menarik tangan Cayra hingga Cayra tertarik dan duduk di pangkuan Bondan. "Kau membuat aku makin tertarik padamu, Cay." bisik Bondan pada telinga Cayra.
Cayra menunduk, Bondan mengangkat dagu Cayra supaya Cayra melihatnya. "kenapa menunduk, hmm.?" Bondan mengecup bibir Cayra sekilas, karena Cayra diam saja, Bondan pun mencium bibir Cayra lagi, bukan ciuman singkat seperti tadi, tapi dengan *******. Cayra hanya diam di awal sambil dengan mata yang kaget, namun lama lama Cayra menikmati dan memejamkan matanya lalu tangan nya dikalungkan pada leher Bondan.
Setelah lepas, kening mereka masih menyatu namun mata mereka masih terpejam sambil masing masing mengatur nafas. Setelah membuka mata mereka dan saling berpandangan, Bondan tersenyum dam mengusap pipi dan bibir Cayra, "aku tunggu besok disini, bawalah baju dan barangmu seperlunya, oke sayang." Cayra hanya mengangguk sambil tersenyum. "aku akan mengantarmu pulang, ayo."
Cayra pun di antar Bondan ke rumah nya, Disana terlihat Ryan, Reno dan Kevin sedang menunggunya. Dimobil Bondan menahan Cayra sebelum Cayra turun.
"siapa mereka, sayang?" menunjuk 3 pria di depan rumah nya.
"ahh mereka kakak kakak ku, kau mau turun? akan ku kenalkan pada mereka."
"tidak, lain kali saja. masih banyak pekerjaan ku di kantor.."
"oke, bye.."
"jangan lupa besok ya"
Cayra pun kerumah setelah terlihat mobil bondan berlalu. Lalu duduk bergabung dengan 3 rekan nya yang sedang duduk bertiga sambil berkutat dengan tugas masing masing.
"hey, dek.. sudah pulang?" ucap Kevin menoleh sebentar pada Cayra.
"hehehe.. ia bang.." jawab Cayra nyengir.
"duhh, adek gue satu ini udah makan belum?" ledek Ryan lagi.
"belum bang, si target pelit amat gak ngajak makan." cemberut Cayra.
"tapi kan dapet bibirnya." ucap frontal Reno. "gimana, puas?"
"belum puas bang, hahaha.." canda Cayra pada rekan nya. "
"sebentar lagi makanan pasti datang, kau bersih nersih dulu sana." suruh Ryan.
"oke abang ganteng,, bye abang abang ku tersayang." Canda Cayra sambil berlalu masuk ke dalam.
--
Setelah mandi dan makan bersama, mereka mengobrol di ruang tengah sambil tangan mereka sibuk dengan pekerjaan masing masing.
"Bagaimana, vin? apa dia berubah tujuan?"
"belum, dia masih di tempat tadi dan ada beberapa cewe yang datang juga untuk mencari pekerjaan." jawab Kevin sambil tetap fokus dengan earphone dan laptop nya.
"jadi kau akan beraksi besok.?" tanya Reno.
"yap, antar aku ke supermarket yuk. aku ingin beli camilan untuk jaga jaga disana takut kekurangan makan. pembalutku juga belum persediaan, dan beberapa alat make up ku yang sudah abis, yuk.. bang.. hahaha."
"dihhh,, gue pengen nya jadi suami lo ya, bukan abang lo." Jawab Reno.
"dihhh ogah, mending sama Rayn aja. Dua lebih ganteng,, hee.. ahh inget dia kan jadinya."
"yuk berangkat sekarang.." ucap Ryan cepat sengaja untuk mengalihkan fokus Cayra pada Rayn.
"ayo.. traktir yahh.."
"yee.. ya di suruh mganter, ya traktir juga. gak kebalik?" jawab Ryan.
"belum gajian bang, tanggal tua inih.." Cayra tersenyum sambil memeluk lengan Ryan untuk pergi ke supermarket.
.
.
semoga suka ya baraya,, salam dari uthor..