My Agent

My Agent
Misi Berbahaya II



Selama 40 menit, Cayra masih mengotak-atik bom tersebut di temani Rayn dan Agent lainnya dengan mimik muka tegang semua, kecuali Rayn yang datar namun tak lepar dari memandang Cayra yang sedang sibuk dengan misi nya. Karena meskipun datar, namun dia sangat mengkhawatirkan Cayra.


"hah... beres.." seru Cayra menepukkan tangan karena kotor dan tersenyum memandang semua rekan dan terakhir kepada Rayn dengan senyum menggoda dan kedipan maut nya.


Semua bernafas lega. Rayn pun menghampiri Cayra dan memeluk nya sebentar lalu mencium kening nya.


Semua berkumpul di tenda untuk beristirahat sambil makan malam merangkap dengan makan siang yang terlupakan karena suasana yang menegangkan tadi. Semua makan tanpa berbicara, lalu setelahnya berkumpul untuk membuat laporan dan menyelesaikan misi nya.


___


Semua selamat dan masalah hari itu teratasi. Semua Agent pulang dan beristirahat, namun tidak dengan pengantin baru. Karena sebelum nya mereka gagal menuju tempat yang Rayn akan tunjukan, jadi mereka langsung menuju tempat tersebut. Tempat yang melewati hutan dan perkebunan yang masih asri. Selama 2 jam perjalanan, tibalah mereka ke tepi sebuah danau namun di kelilingi pohon-pohon yang menjulang tinggi.


Ada sebuah rumah kecil di tengah danau tersebut, dan jembatan lengkung sebagai penghubung tepi danau ke rumah tersebut.


"wahhh, kita dimana honey??" Cayra bertanya sambil masih memperhatikan sekitar.


"ini tempat aku dulu ketika sedang menenangkan diri dari banyak nya masalah dan pekerjaan." Rayn tersenyum sambil merangkul pinggang Cayra.


"apa ini milikmu, honey?"


"ya..kenapa? apa kau tidak percaya?"


"aku hanya bertanya, sayang. Tempat nya masih asri dan jauh dari keramaian."


"karena tempatnya khusus untuk menenangkan diri, jadi memang harus begitu bukan?" Rayn membawa Cayra ke jembatan menuju rumah di tengah danau. "ayo kita masuk, kau pasti sudah lelah."


"yaa.. karena kau langsung membawaku kemari. Tapi tak apa, asal denganmu aku senang saja." tersenyum dan merangkul lengan Rayn.


"Selamat datang di rumah gubuk ku sayang." membuka pintu dan mengajak masuk Cayra.


"Waahh honey,, meskipun rumah ini kecil, tapi isinya sangat lengkap. Kau menyiapkan ini dari kapan? bukan nya kau sibuk tugas?" tanya Cayra sambil bergelayut manja di lengan Rayn.


"Bukan nya sekarang sudah serba canggih, sayang! Sekali call, ucapkan apa yang di maksud, dan semua beres."


"Ya.. ya.. ya.. suamiku memang orang yang hebat.." berjalan memperhatikan isi rumah tersebut.


"Kita buktikan kehebatan ku yang lain.." ucap Rayn di telinga Cayra dengan nada menggoda sambil memeluk Cayra dari belakang. Lalu menggendong Cayra ala bridal dan menuju tempat tidur. Menidurkan Cayra dengan pelan, sambil menc**m serta mel**at bibir Cayra insten. Ciu**n berhenti sejenak untuk mengatur nafas mereka, Cayra memandang wajah Rayn yang berada di atas tubuhnya. Lalu memulai lagi luma**an yang sempat terhenti.


Hari itu mereka menghabiskan bulan madu yang sempat tertunda. Hanya dalam waktu dua hari, mereka harus menyudahi bulan madu karena ada panggilan tugas untuk Rayn.


Mereka tiba di ruang rapat. Sudah ada Agen lain juga disana. Mereka menunggu dan menyimak tugas masing-masing.


"Agent 2, tugas kali ini kalian pergi ke arah Timur di daerah x. Ada laporan sedang terjadi pembun*han, pembanta*an, dan penjualan obat-obatan terlar*ng. Tugas kali ini tak ada yang bisa menentukan berapa lama kalian disana. Hanya tugas kalian, bereskan dan hati-hati, karena tugas kalian bukan cuma menyelesaikan misi, tapi juga kembali dengan selamat", ucap ketua Agent.


"Yess, sir.." ucap Agent 2 serentak.


"Untuk Agent 1, Cay..! kami membutuhkan bakatmu lagi. Misi eksek*si pelaku pencab**an, pemerk**aan, serta bembun**an. Korban nya kebanyakan wanita-wanita yang memiliki bodi dan wajah, serta harta. Karena semua kasus, sesudah membu**h korban, harta korban pun dibawa pelaku. Kau sudah tahu misimu bukan, Cay?"


"Ya,, sir..!" jawab Agent 1 serentak.


"Okey, Agent 1 dan dua bersiap lah. Untuk Agent 2, keberangkatan sore ini pukul 16:00. Untuk Agent 1, misi di mulai malam ini. Informasi sudah di serahkan kepada Agent Kevin. Kurasa sudah cukup, silahkan bersiap-siap."


---


"Maaf, sayang. Aku harus meninggalkan mu lagi." terlihat suami istri itu berada di ruangan sang istri, duduk sambil berpelukan.


"Ku dengar disana susah sekali untuk berkomunikasi, jadi sayang, maaf bila nanti aku jarang mengabari."


"Aku mengerti, honey. Aku pun Agent seperti mu, jadi aku mengerti. Hanya jaga hati dan nyawamu untuk ku."


"Ya sayang,,"


---


"Semua sudah siap?" tanya Rafly kepada Agent 2 yang sudah berkumpul untuk menjalankan misi di atap gedung yang sudah ada jet yang mengantar mereka.


"Sudah, sir," jawab salah satu Agent.


"Ingat, hati-hati. Selalu ingat ada yang menunggu kalian di rumah. Jadi pulanglah dengan selamat..!"


"yess sir.."


"Sayang, aku pergi yah.." ucap Rayn setelah memeluk dan mencium kening, pipi dan bibir Cay berurutan.


"Ya, honey.. hati-hati." tersenyum melepas kepergian Rayn. Melambai ketika Rayn akan masuk ke jet. Bahkan terus melambai meski jet sudah lepas landas.


"Dia akan selamat, percayalah. Dia salah satu Agent yang terkuat", ucap Rafly yang masih menemani Cay.


"Ya,, aku tau.. Hanya mungkin perasaan seorang istri yang tak ingin berjauhan dengan suami. Karena seorang bos yang tidak memberi cuti yang sedikit lebih lama untuk pengantin baru dan tidak ada waktu untuk kami honeymoon," sindir Cayra sambil melihat Rafly sekilas lalu pergi.


"Hahaha... Maaf Cay, tidak ada Agent yang lebih kompeten dari kalian dengan misi misi ini. Sedangkan Agent lain sudah kebagian misi masing-masing." tertawa sambil berlari menyusul Cayra.


"Ya..ya..ya.. dan mungkin sedikit perasaan pribadi karena cemburu, begitu." ucap Cayra jutek sambil berjalan.


"No, tak ada perasaan lain. Hanya tugas. Walau ku akui aku sedikit cemburu, tapi itu tak terbawa dalam pekerjaan, aku jamin."


"Ku harap begitu, bos."


---


Malam hari nya, Cayra seperti misi-misi sebelum nya. Ia sedang berada di club, bersenang-senang sambil memperhatikan orang-orang yang ada di club, untuk mencari target.


Cayra tersenyum menyeringai kala melihat seorang pria lumayan tampan dengan tubuh yang ideal, memasuki club dengan beberapa pria.


"Akhirnya kau datang juga. Ryan, dia datang membawa anak buah. Kau urus ketika aku sudah membawa target." ucap Cayra pelan. Karena sudah terpasang earphone yang tersambung dengan Agent lain.


"oke.." balas di dalam earphone.


Cayra mulai beraksi, berjalan sempoyongan menuju meja di sebelah beberapa pria, lalu duduk sendiri sambil minum kembali.


Seorang pria memperhatikan Cayra sambil menyeringai..


"Aku sudah mendapatkan target.." menyeringai memperhatikan Cayra dari atas sampai bawah..


---


Hai.. hai.. hai.. Baraya sadayana. kumaha kabar semua, sehat kah? Maafkan uthor yang lama up ini ya bray.. Karena kondisi uthor disini yang sedang ada banyak yang harus uthor urus, hingga tidak ada waktu untuk uthor up.. Semoga Baraya semua tidak meninggalkan uthor ya..