
Malam itu, Rayn dan Kevin menyusuri jalan bawah tanah. Mereka ingin memeriksa apa maksud dari orang yang membuat jalan ini.
"Ray, lo yakin tidak akan apa apa di dalam sini? gue takut ada makhluk alien disini. hiiihhh..." Kevin bergidik sendiri dengan omongan nya.
"kau itu manusia berpendidikan, jangan bicara seperti orang bodoh." Rayn cuek dan bicara datar.
"ishh,, lambe mu itu Ray.. Ray.. yang harus di kasih pelajaran biar tau mana omongan yang baik dan mana omongan yang nyesekin.. untung gue udah tahan." ucap Kevin sambil terus jalan mengikuti Rayn yang ada di depan nya.
Mereka terus menyusuri jalan gelap itu, sampai terlihat di depan mereka ada cahaya dan juga terdengar ada suara orang orang yang sedang berbicara.
"sssth..." Rayn menoleh ke belakang dengan telunjuk di simpan di depan bibirnya, supaya Kevin tidak menimbulkan suara. Rayn dan Kevin berjalan mengendap endap menuju ruangan terang di depan sambil bersembunyi.
"kau lihat apa Ray?" bisik Kevin pada Rayn yang ada di seberang nya.
"Kita bicara agak belakang" jawab Rayn tanpa suara sambil menunjuk ke belakang. Mereka berjalan menjauh dari ruangan tersebut.
"ada apa?" tanya Kevin pelan.
"kau lihat?" Rayn malah balik bertanya.
"apa kita hubungi langsung markas untuk menyergap tempat ini?" tanya Kevin lagi.
"kurasa kita harus kembali dulu, aku akan pasang alat untuk memantau pergeraksn mereka disini. Kau telusuri jalan lorong lorong ini, kurasa ini tempat bekas penambangan, jadi pasti lorong lorong ini terhubungbsatu sama lain. kita pasang kamera ini di setiap lorong." jelas Rayn.
"oke,, lo hati hati.. kita bertemu di titik ini lagi."
"oke.."
Rayn dan Kevin berpisah untuk menyusuri tiap lorong dan memasang kamera kecil di tempat yang memungkinkan melihat orang orang di dalam tambang itu dan melihat dengan jelas apa yang mereka lakukan. Mereka bertemu lagi di titik yang sama dan kembali ke atas untuk mencari tempat istirahat di desa terdekat.
"ahh lelahnya.." keluh Kevin.
"kau sedang lihat kegiatan mereka?" tanya Rayn yang mendekat pada Kevin yang tengah sibuk dengan laptopnya.
"yap.. ini penemuan yang tidak di duga." ucap Kevin.
"jadi, apa rencana lo?"
"online kan kamera ini pada seluruh daerah yang ada di negara kita, termasuk daerah daerah terpencil sekalipun, biar rakyat melihat sendiri salah satu tokoh penting negara ini ternyata mengecewakan. Mumpung orang itu masih ada di tambang itu."
"oke.. mari kita cobaaa... daaannnn.. enter,, oke sip..!" sambil mengotak atik laptop nya dan selesai..
"kita tunggu respon nya.."
Beberapa jam kemudian, Kevin dapat panggilan video dari Rafly.
"Ray, kemari. Bos besar menghubungi." ucap Kevin pada Rayn, an Rayn pun langsung duduk di samping Kevin lalu mengangkat panggilan tersebut. Disana terlihat bukan cuma Rafly, tapi Agent Agent lain nya pun berkumpul, termasuk Cayra, Ryan dan Reno. Bahkan Bayu pun ikut hadir di rapat tersebut.
"selamat pagi bung.." sapa Rafly pasa Rayn dan Kevin.
"pagi pak.." jawab Kevin, Rayn hanya mengangguk saja.
"apa itu ulah kalian?"
"ya pak..!"
"kami dapat perintah untuk menangkap pak Ghani, hidup hidup. Kita akan segera kesana, kalian tunggulah, jangan bertindak sendiri. Ada banyak anak buah Ghani disana, itu terlalu berbahaya."
"ya pak.."
"Ray, Vin.. kalian hati hati."
"siap pak."
.
.
maaf ya baraya, utor jarang up.. kemarin utor lagi sakit, gak bisa pegang gadget, karena pala ini selalu pusing kalo liat cahaya nya. so.. minta maaf banyak banyak yah..