
Rayn dan Cayra duduk di sofa yang ada di ruangan itu, dengan di kelilingi Bondan dan anak buahnya yang sudah mati dan pingsan sebagian.
"kapan kau datang?" ucap Cayra.
"tidak sampai 30 menit." jawab Rayn menggenggam tangan Cayra.
"kau mengambil alih misiku."
"dia akan melukaimu, jelas aku bertindak." Rayn terdiam sesat sambil memandang dalam mata Cayra. "mana lagi yang sudah dia sentyh darimu?" tanya Rayn.
"mmmh... semua.." Cayra menjawab dengan sedikit berbohong.
"kalau begitu, aku akan memandikan mu. ayo...!" Rayn berdiri menarik Cayra untuk mengajaknya ke kamar mandi.
"no,, nanti saja setelah semua selesai. ini tanggung."
"hey, tak ada yang harus di nanti nanti. aku tidak mau ya, ada bekas dia di tubuhmu." jawab Rayn sambil menunjuk tubuh Bondan.
"sebentar lagi juga mereka kesini, baru kita pergi."
"oke, aku akan menunggu mereka. Tapi setelah mereka sampai, biarkan mereka yang mengurus sisanya, dan kau ikut aku." tegas Rayn.
"oke.." Cayra tersenyum. Rayn kembali duduk, Cayra bangun dan duduk di pangkuan Rayn lalu memeluk Rayn. Menghirup aroma tubuh Rayn yang sudah sangat ia rindukan. "ahhh... aku merindukan bau tubuhmu." ucap Cayra masih terus memeluk Rayn dengan kepala di antara leher dan pundak Rayn.
Rayn tersenyum dan membalas pelukan Cayra. "hanya merindukan bau tubuhku?" goda Rayn.
"no.. semuanya." jawab Cayra.
"mmmh.. Cay.."
"ya..." jawab Cayra memandang Rayn.
"will you marry me.." tanya Rayn to the point.
"kau serius?" tanya Cayra menegakkan tubuhnya namun masih duduk di pangkuan Rayn. Di balas anggukan oleh Rayn. "isshhh... kau tidak romantis sekali, melamarku di depan banyak mayat begini."
"aku tidak pantai seperti itu, Cay."
"aku tau.. tapi bisakah kau simpan dulu pertanyaan nya untuk nanti setelah sampai di rumah?"
"baiklah.."
"oke, thank's.."
Rayn tersenyum dan mencium kening Cayra. Saat bersamaan datang lah Rekan Cayra dan rekan rekan lain nya yang membantu pembersihan.
"di saksikan para mayat yang bersimbah darah begini? apa tidak ngeri?" ledek Reno.
"kalian sudah disini, jadi aku akan pulang." ucap Cayra mengacuhkam candaan Reno dan Kevin. Ryan yang datang dengan yang lain hanya tersenyum sambil geleng geleng kepala.
"pulanglah Cay, pangeranmu sudah menjemput." ucap Ryan.
"tapi, bagaimana dengan para wanita dan anak anak? apa mereka sudah di bebaskan?" tanya Cayra menandang satu persatu rekan nya meminta jawaban.
"mereka sudah aman, Cay. tinggal mengurus korban korban nya yang sudah lama, mungkin itu akan memakan waktu untuk menemukan mereka. Tapi, pasti semua akan beres. Tenang saja." jawab Ryan sambil tersenyum dan memeriksa tubuh semua orang yang tumbang, memeriksa yang masih hidup dan yang sudah gugur.
"waww,, kita akan agak lama mengurus pembersihan ini." ucap Kevin.
"panggil polisi untuk membantu." ucap Cayra. "baiklah, aku pulang duluan yah, semangat boys.." teriak Cayra sambil berlalu pergi menibggalkan rekan nya dengan mendekap lengan Rayn.
--
"so.. Will you marry me, Cayra Calista?" ucap Rayn sambil membuka kotak kecil yang berisi cincin berlian yang terlihat sederhana namun begitu cantik. Yaaa,, setelah pulang dari misi, Rayn mengajak Cayra makan malam terlebih dahulu. Dan inilah yang terjadi, setelan makan malam selesai, Rayn melamarnya kembali.
Cayra tersenyum. "apa kau yakin Ray? aku hanya seorang wanita yatim piatu dan tubuhku juga,, kau.. sudah tau bukan? banyak yang menilaiku buruk. Apa kau tidak apa apa dengan semya itu?" tanya Cayra meyakinkan Rayn.
"hey,, aku mencintaimu dengan hati. ketika dulu aku masih amnesia, aku pun bertanya tanya, kenapa aku bisa begitu mencintaimu, dan menikah denganmu, perempuan yang suka dengan pria tampan. Semua targetmu kau beri tubuhmu dulu, baru kau melanjutkan misimu, itu kata orang orang dan pemikiranku dulu. Tapi, sekarang aku menyadari. Bahwa hati ini memang sudah terisi olehmu, jadi aku tidak peduli dengan siapa dan bagaimana dirimu, sama seperti scenario kalian dulu, bahwa aku tidak peduli semua itu." jelas Rayn.
"apa menurut orang lain aku memang seburuk itu?" tanya Cayra cemberut.
"sudah ku bilangcaku tidak peduli, seburuk apapun dirimu, aku tetap mencintaimu dan menerimamu apa adanya. Sama sepertiku, maukah kau menerima aku yang banyak kekurangan ini? dingin, cuek, kaku dan tidak romantis."
Cayra tersenyum, "yess, i will.." jawab Cayra yakin.
"kau serius?" tanya Cayra meyakinkan.
"ya,, aku serius." jawab Cayra yakin.
"terimakasih." Rayn memakaikan cincin nya di jari manis Cayra dan mencium jari tangan nya tersebut. "Besok aku akan mengajakmu menemui papa dan membicarakan pernikahan kita. Malam ini, tidur yang nyenyak supaya besok kau terlihat segar kembali. Kau pasti sangat lelah untuk hari ini."
"kau serius, Ray. Secepat itu?" ucap Cayra kaget.
.
.
hay hay,, semangat ya buat braya semua.. semoga kalian suka.. jangan lupactinggalkan jejak kalian yah..