
Matahari sudah terbit dan menyinari bumi, tapi seorang wanita masih nyenyak dengan tidur nya di balik selimut. Akan tetapi tidurnya terganggu dengan suara dering telpon miliknya.
"ashhh.. mengganggu tidurku saja, siapa sih. padahal aku baru tidur beberapa jam." gerutunya sambil masih memejamkan mata sedangkan tangan nya meraih handphone miliknya. "ya hallo" jawab malas Cayra.
"hey, cantik. kau tidak ke kantor hari ini?" tanya suara di sebrang telpon.
"yaaa.. aku baru tidur kau sudah menanyakan aku masuk atau tidak. tidak kasian kah kau padaku.." ucap Cayra dengan khas suara bangun tidur.
"hey.. kau harus buat laporan soal semalam, sayang. Cepat kemari, komandan mencarimu?"
"ahhh.. kenapa kalian tidak membiarkan aku sebentaaarrr saja. aku lelah,, hmm.. aku akan datang sebentar lagi." ucap Cayra malas sambil menutup telpon dan berlalu pergi membawa kunci mobil dan berangkat ke kantor tanpa merapikan diri.
Setibanya di kantor, dari mulai turun dari mobil di parkiran, sepanjang perjalanan ke ruangan nya, semua mata tertuju pada Cayra. Pandangan yang sulit di artikan, ada yang memandang jijik pun, ada pula yang sambil bergosip ria. Namun Cayra tidak menghiraukan nya. Sesampainya di lantai 7, ada beberapa pria yang sedang berdiskusi. Namun mereka menoleh kepada Cayra dengan mata yang tak bisa teralihkan. Cayra pun terdiam untuk menyapa.
"hai guys.. aku datang." ucap Cayra. "kenapa kalian menatap horor padaku? apa aku terlihat kacau sekali?" tanya nya pada para lelaki tersebut.
"yaah.. Bagaimana kami tidak memandang mu horor, lihatlah dirimu. kau terlihat berantakan seperti itu, apa kau menikmati pagimu tanpa istirahat, Cayra?" ucap Boy ketua divisi Cayra.
"ahh.. maaf pak Boy yang tersayang. aku tidak di biarkan istirahat sampai tadi kalian menelpon ku. ahhh.. kalian mengganggu kesenanganku saja." decak Cayra kesal.
"hey sayang, kau mau lanjut dengan ku?" ucap kevin tersenyum nakal.
"no, Kevin. aku lelah. aku akan istirahat dulu di ruanganku beberapa saat sebelum menemui big bos. bye my boy's.. muach.." Cayra memberikan flying kiss sambil berlalu keruangan nya.
"ahh.. kenapa makin hari dia makin seksi dan cantik." ucap Kevin.
"yahhh.. dia memang penjerat kaum adam. wajah cantik, body yang wow.. aku pun selalu tergoda oleh nya." Seru boy.
"ouh yah,, apa Cayra belum di beri tau misi nya kali ini?" tanya Rian sambil memandang Boy.
"belum. Big bos ingin menyampaikan nya langsung pada Cayra sendiri. Ahh misi kali ini mudah, namun sulit juga." seru Boy.
"ya.. dia harus ekstra dalam misinya. karena kali ini dia harus pintar akting dan berusaha meyakinkan seseorang." ucap Reno.
"yah.. misi kali ini semua orang harus berakting." seru Rian.
--
Terlihat Cayra yang sudah rapi setelah istirahat sejenak di ruangan nya lalu mandi dan berganti pakaian, serta bersolek hingga terlihat cantik, berbeda dari pertama dia datang ke kantor. Yaa.. di ruangan nya seperti tempat tinggal kedua baginya. Karena kebanyakan waktu nya hanya diluar dan kantor, serta jarang untuk dirinya datang ke rumah pribadinya. Diruangan nya bahkan sudah tersedia beberapa baju ganti, alat mandi serta alat make up miliknya.
Setelah dirasa cukup menarik, dia keluar ruangan dan menuju ke ruang Big Bos.
tok.. tok.. tok..
"hai.. " Cayra masuk dengan senyuman nya dan menghampiri bos nya tersebut.
"hai cantik, kau baru datang?" tanya nya sambil merentangkan sebelah tangan nya kepada Cayra, Cayra menyambut uluran tangan Bos nya itu. Dan Bos nya membawa Cayra pada nya dan mendudukkan Cayra di pangkuan nya.
"ahh.. aku lelah kau tau?" ucap Cayra sambil memeluk bos nya itu.
"maaf sayang,, kau selalu mendapat misi berat. Dan misi kali ini pun kau harus ekstra kuat." ucap bos tersebut sambil mengusap punggung Cayra.
"apa misi kali ini?" tanya Cayra menegakkan duduknya sambil memandang bos nya tersebut. Namun bukan nya menjawab, bos nya malah melu**t bibir Cayra. Dan Cayra pun membalas luma**n tersebut sambil mengalungkan tangan nya di leher bos nya. Beberapa menit kemudian..
"sayang, misi kali ini atas perintah dari atasan kita langsung?" ucap bos tersebut yang bernama Rafly itu sambil mengusap bibir Cayra.
"apa? maksudmu pak Bayu? pak pejabat kota ini?" tanya Cayra sedikit kaget.
"ya.. sekaligus pendukung Agent kita ini." ucap Rafly.
"memang nya apa misinya?" tanya Cayra penasaran.
"kau diminta menjadi istri anaknya,, bukan istri sungguhan, hanya pura pura dan sementara sampai ingatan anaknya kembali." ucap Rafly lembut sambil mengusap tangan Cayra.
"kau..! kenapa harus aku? bukan nya wanita bukan hanya aku saja di kantor ini? dan bagaimana bisa kau gampang menyetujui nya?" tanya Cayra dengan intonasi suara yang sedikit tinggi karena emosi.
"sayang, tadi malam kami sudah berdiskusi dengan semua agent di tiap tingkat. dan semua menyarankanmu. karena banyak nya kecocokan mu dengan keinginan pak Bayu. Dan aku pun tidak bisa menolak nya." jelas Rafly sambil memandang Cayra memberi pengertian pada nya.
"kenapa? apa kau tidak cemburu? apa kau sudah tidak menyayangiku? sampai kau mudah memberikan aku pada lelaki lain?"
"hey.. aku pasti cemburu dan marah. kau lebih tau bagaiman perasaanku ini padamu. Tapi aku punya hak apa, sayang? kau sendiri yang ingin bahwa kita tidak mau ada status apapun karena kau tidak mau ada keterikatan apapun dengan hubungan yang bisa membuat kau tidak bebas melakukan mau mu. bukan kah begitu.?"
"ya, tapi apa kau tidak sakit? aku sangat sakit."
"aku pun sama sayang, tapi mau bagaimana lagi. nanti sore kita di suruh datang menemui pak Bayu di kantor nya. dia ingin menjelaskan semua nya padamu. kau bersiaplah."
"yah, baiklah. aku pergi dulu." Cayra beranjak pergi. tapi sebelumnya dia mengecup bibir Rafly dan berlalu pergi.
.
.
hai.. baraya.. tinggalkan jejak yah.. like atau komentar nya. dan semoga kalian suka dengan ceritanya..