My Agent

My Agent
Cayra Terluka



"tidak ada petunjuk apapun disini."seru Kevin.


"lo sudah beri tau pak Rafly?" tanya Ryan pada Kevin.


"gue lali, bro.." saut Kevin tapi langsung memberitau Rafly.


Disisi lain, Cayra sedang duduk lemas tertidur mengumpulkan tenaga nya agar sedikit segar dengan tangan dan kaki terikat di kursi. Cay terbangun karena mendengar suara langkah kaki beberapa orang seperti menuju ke arahnya.


"hey, boleh aku minta air minum?" tanya Cayra melihat kepada 2 orang yang datang menghampiri nya. Mereka saling melirik namun salah satunya memberi minum Cayra. "Terimakasih. Tapi aku penasaran, aku rasa aku tidak punya musuh, kenapa kalian menyekapku? kalau karena ingin tebusan, kurasa kalian keliru. Aku hanya wanita yatim piatu, tidak ada saudara, dan tidak punya harta pun." Para pria itu hanya diam dan duduk tidak jauh dari Cayra.


Tak berselang lama, Ada beberapa orang masuk. Dan seseorang yang datang itu ada yang Cayra kenal, Ia sempat kaget namun tidak menampakan kekagetan nya.


"wah..wah.. istri anak nya Bayu memang terlihat cantik. Maaf cantik, aku terpaksa melibatkanmu." ucap seorang pria paruh baya yang datang dengan beberapa pengawal. Pria itu adalah Ghani Setiazi, musuh dari Bayu.


"ckk.. Bapak salah orang, aku bukan istrinya." jawab Cayra tenang.


"jangan berbohong, aku sudah mengetahuinya."


"aku tidak berbohong pak Ghani yang terhormat. Aku hanya pengawal anak nya pak Bayu."


"Yudi, apa informan mu salah?"


"akan saya selidiki lagi, pak." jawab Yudi, asisten Ghani.


"kau..!!" bentak Ghani menunjuk asisten nya.


Disisi lain ketika markas Agent sedang melacak keberadaan Cayra, Rayn yang keheranan bertanya pada Reno.


"ada apa, Ren. Terlihat begitu sibuk disini." tanya Rayn.


"kita sedang mencari keberadaan Cayra, dia di culik."


"what..!! kenapa kalian tidak ada yang memberitauku?"


"hey, lo kan gak ada urusan nya dengan Cayra sekarang. Lo udah inget kan, Cayra itu bukan siapa siapa lo. Mana mungkin secara gamblang gue kasih tau lo."


"tapi... ck.. boleh aku liat bukti yang kalian kumpulkan?"


"hanya rekaman CCTV."


"boleh aku lihat?"


Reno mengajak Rayn ke ruangan nya dan memperlihatkan CCTV di rumah Cayra.


"breng**k.. itu anak buah Ghani." ucap Rayn emosi.


"lo serius??"


"yah,, aku pernah melihat muka para anak buah nya, meskipun sekilas tapi aku mengingatnya. Sebelum aku kecelakaan kemarin, merekalah yang menyerangku."


"ohh God.. Mereka menyangka Cayra benar benar istrimu."


"kalian sudah dapat lokasi Cayra?"


"belum."


"gue ikut.." teriak Reno, mengikuti Rayn di belakang. Di depan pintu ruangan Reno, ada Ryan dan Kevin akan ke ruangan Reno.


"lo mau kemana?" tanya Kevin.


"apa sudah terlacak?" Reno malah balik tanya.


"belum." jawab Kevin.


"lo mau kemana?" tanya lagi Ryan.


"gue mau ikut Ray ke tempat yang di perkirakan Cayra berada."


"lo yakin, Ray?"


"tidak, tapi aku mau mencoba mencarinya saja." jawab Rayn dingin.


"gue ikut" ucap Ryan.


"gue juga." ucap Kevin.


Mereka pun mengikuti Rayn dengan memakai 2 kendaraan. sudah 2 titik markas Ghani yang Rayn tau, tapi tidak mendapati Cayra. Dan sekarang mereka tengah mengintai tempat ke 3.


"feeling ku mengatakan Cayra ada disini." ucap Rayn.


"kau yakin?" tanya Reno.


"yap, dari 2 tempat tadi hanya ini yang banyak anak buah Ghani yang berjaga."


"gue setuju." Jawab Ryan.


Mereka melihat Ghani yang berjalan dengan santai sambil memegang dan membersihkan belati yang penuh dengan darah keluar dari ruangan yang tadinya banyak pengawal menjadi tidak ada penjagaan. Semua mengikuti Ghani pergi dari tempat itu. Rayn yang merasa gelisah, langsung berlari dan mendobrak pintu tersebut sampai hancur, terlihat seorang wanita yang terbaring dengan bersimbah darah di dalam ruangan tersebut. Rayn langsung menghampiri dan mengangkat kepala wanita itu ke pelukan nya.


deg.. hati Rayn terasa sakit dan sesak melihat wanita itu. tangan nya bergetar menepuk nepuk pelan pipi Cayra. Ya, wanita itu adalah Cayra.


"Cay, bangun. Cay, jawab. Jangan bercanda, Cay.." Cay membuka mata dan tersenyum melihat wajah Rayn tepat di hadapan nya.


"Ray.." Ucap Cayra sambil satu tangan nya berusaha meraih wajah Rayn. "Ray maaf, aku mencintaimu." ucap Cayra pelan lalu matanya mulai terpejam dan tangan yang memegang pipi Rayn pun terhempas.


"Cay.." teriak Rayn. Reno, Kevin dan Ryan menghampiri Rayn. Mereka sempat kaget melihat teman nya bersimbah darah.


"Ray, ayo cepat kita bawa ke Rumah sakit terdekat." ucap Ryan.


Rayn langsung menggendong Cayra membawa nya ke rumah RS terdekat. Cay langsung di tangani saat itu juga masuk ruang operasi.


.


.


hai hai barraya.. maaf ya uthor telat mulu nih. maklumin yah.. kesibukan disini tidak bisa di abaikan.


Semoga kalian suka yah, jangan lupa tinggalkan jejak kalian yah..


salam sehat selalu..