My Agent

My Agent
Rapat Emergency



Esok harinya, Cayra masuk kantor karena ada rapat emergency. Di ruang rapat sudah ada teman divisi 1, Rian, Kevin dan Reno. Ada Boy juga Rafly dan beberapa agent yang mengetahui informasi yang akan di rapat kan.


"oke.. mari kita mulai rapat nya. Agent Zaky selaku hacker kita ingin menyampaikan sesuatu yang mungkin kita semua akan sedikit kerepotan dengan informasi nya. Silahkan Agent Zaky, sampaikan pada semua.!" ucap Rafly


"Siap..! Tapi bisa kita bicara non formal saja. hehehee..." ucap Zaky yang tadi nya terlihat cool menjadi lucu dan cengengesan membuat yang lain tersenyum bahkan ingin tertawa namun di tahan.


"bicaralah Zak..!" ucap Rafly santai yang mengisyaratkan mengizinkan.


"baik..!" ucap Zaky dan memulai dengan informasinya. "beberapa hari yang lalu, aku di tugaskan untuk menyelidiki 1 IP seorang pembunuh bayaran yang sulit sekali di lacak, polisi sudah menyerah dan sudah menyerahkan urusan penangkapan nya kepada kita. Pembunuh itu dalam 2 bln teakhir hanya membunuh 2 orang dalam sepekan. Namun 1 bulan terakhir ini, dalam sepekan orang itu membunuh 4 sampai 5 orang." jelas Zaky sambil menyerahkan laporan ke setiap Agent yang ikut rapat.


"waw.. sudah lumayan lama dan polisi baru menyerahkan semua sekarang?" tanya Kevin sambil melihat laporan nya.


"yap.. yang jadi emergency sekarang adalah korban selanjutnya si pembunuh ini. Kemarin malam sampai dini hari tadi aku bekerja melacak IP nya namun susah di lacak karena orang itu selalu berpindah pindah lokasi dan lumayan pintar juga. namun aku berhasil men'hack email email yang datang pada nya. daaannn.. ada 1 email masuk pada si pembunuh dan sudah di konfirmasi oleh si pembunuh itu 2 hari lalu. Korban nya itu, pak Bayu. Gubernur kita." ucap Zaky.


"whatt...!!!" ucap semua orang.


"lo serius, Zak?" tanya Boy.


"serius, pak. aku udah sematkan juga di laporan buktinya." jawab Zaky.


"waw.. yang menyuruh nya berani juga yah?" celetuk Reno.


"fantastic,, setiap 1 kepala di hargai 50 milyar. Hebat yah tuh orang." ucap Cayra sambil tepuk tangan.


"yap, dan pengiriman nya langsung tertuju ke bank Swiss, kalian semua tau kan bagaimana susahnya cari informasi dari bank tersebut. mereka menjaga semua frivasi anggota nya." lanjut Zaky.


"dia pintar sekali. tapi untuk apa uang sebanyak itu. tidak mungkin bukan hanya untuk di simpan. Apalagi 1 bulan ini dia rajin sekali menerima job. itu berarti sekarang dia sedang membutuhkan uang bukan?" jelas Cayra.


"pemikiranmu masuk akal juga." ucap Rian.


"yahh.. apa mungkin keluarga atau pasangan nya sedang ada yang sakit keras? sehingga dia memerlukan banyak uang?" ucap asal Cayra.


"ahhhh..." jawab semua sambil tersenyum membenarkan ucapan asal Cayra itu.


"apa kalian setuju dengan ucapanku barusan?" tanya Cayra meyakinkan sambil melihat wajah semua orang.


"ucapan mu itu jawaban yang dirasa benar Cay." saut Rian.


"wah.. padahal aku hanya asal." celetuk Cayra cuek.


"baiklah, dilihat dari semua yang hadir kurasa kita semua bisa menyimpulkan dan membagi tugas masing2. Rian, kevin, Reno, kalian periksa data setiap rumah sakit yang ada di luar kota, Cayra ku rasa kau harus bekerja dengan suami mu mencari data pasien di dalam kota. Zaky, kau pantau terus pekerjaan mu, yang lain juga cari informasi sebanyak banyak nya." ucap Rafly.


Semua bubar, Cayra pun pulang namun menyempatkan diri ke rumah sakit terdekat dan memeriksa pasien yang sakit keras dan membutuhkan uang yang cukup besar.


---


"kau sedang apa?" tanya Rayn yang duduk di samping Cayra yang sedang tengkurap sambil memeriksa data pasien. Rayn sudah tau tugas Cayra karena tadi Cayra sudah menceritakan nya pada Rayn.


Cayra hanya menoleh sebentar lalu menundukan kepala nya ke kasur. "aku belum menemukan petunjuk apapun. ahhh... pusing sekaliii.." ucap Cayra membalikkan badan menatap atap kamar nya sambil meng acak acak rambut nya.


"dalam 1 R.S saja pasien yang seperti itu banyak, bagaimana kita menemukan nya?" tanya balik Rayn sambil melihat laporan Cayra.


"tapi biasa nya instingku selalu menebak dengan baik, tapi sekarang rasa nya tidak ada petunjuk apapun." Cayra menggeser tidur nya dan tidur di paha Rayn yang sedang duduk bersandar di kepala tempat tidur.


"begitukah?" tanya Rayn membelai ramput Cayra.


"hemm.. pembunuh ini pintar sekali, aku kagum dengan otak cerdas nya namun sangat di sayangkan di pakai untuk yang tidak baik. Tapi dia cukup baik hati, kurasa dia bukan pembunuh psikopath."


"kenapa menyimpulkan seperti itu? heran Rayn.


"ya terbukti dari setiap pembunuhan nya, korban nya hanya punya 1 tembakan dan itu semua tepat mengenai jantung korban yang bisa membuat korban mati seketika. Bukan kah itu cukup baik hati?"


"pemikiran mu itu sederhana, namun ternyata benar juga ya." Rayn tersenyum dan kagum dengan pemikiran nya.


"yap, bukan kah itu mudah di tebak. pembunuhan yang lain selalu banyak luka dan penyiksaan dulu, tapi dia berbeda. Kurasa dia sudah terlatih, dan melakukan ini karena terpaksa. Dia bukan seorang pembunuh, tapi keadaan lah yang mendukung nya menggunakan kemampuan nya untuk mendapatkan uang. Apa pemikiranku masuk akal?" tanya Cayra memandang Rayn.


"ya, pemekiran yang bagur. aku pun berfikir seperti itu." jawab Rayn. "apa kita selalu seperti ini? bertukar pikiran di setiap pekerjaan di waktu kita bersama seperti ini?" Lanjut Rayn.


"tidak selalu, tapi setiap ada kesempatan kia akan seperti ini. hanya beberapa kali karena pekerjaan kita yang selalu memakan waktu berhari hari dan karena kecelakaan hingga kau koma, pernikahan kita masih terlalu sebentar kemarin. jadi belum banyak kebiasaan yang kita lalui bersama." jelas Cayra.


"maafkan aku." ucap Rayn merasa bersalah.


"its oke honey, sekarang kau sudah sehat. kita bisa memulai lagi menciptakan kebiasaan2 yang akan kita lalui bersama." ucap Cayra bangun dan memeluk Rayn membenamkan wajahnya ke dada Rayn.


Rayn tersenyum dan membalas pelukan Cayra. Malam ini mereka tidur saling berpelukan.


.


.


hai hai baraya.. maaf ya baru up. jangan lupa tinggalkan jejak kalian yah. like dan komen yaaaa....!!