
Saat itu, Rayn dan Cayra sudah terlihat rapi bersiap untuk pergi ke tempat yang di maksud Rayn. Namun ketika akan keluar rumah, ponsel milik Rayn dan Cayra berbunyi bersamaan. Ya, telpon itu berasal dari kepala Agent masing masing yang menyuruh mereka untuk berangkat ke kantor saat itu juga. Dengan terpaksa mereka pergi ke kantor mereka dan masuk ke ruangan meeting. Sudah ada teman Agent 1 dan Agent 2.
" karena sekua sudah berkumpul, mari kita mulai pembicaraan kita. Sebelumnya, maafkan aku karena mengganggu waktu kalian, khususnya untuk pengantin baru Ray dan Cay. Aku minta maaf, namun harus bagaimana lagi. Ini sangat mendesak. Ada misi yang cukup berbahaya untuk kalian. Ada kabar, di kota A, daerah selatan dan utara sedang ada kekacauan. Menurut informasi, sedang ada teror bom dari suatu kelompok. Entah apa maksud kelompok tersebut, namun itu berdampak buruk untuk penduduk setempat, dan bisa mengakibatkan porak porandanya kota tersebut. Jadi, aku mengumpulkan kalian untuk turun tangan, karena pihak berwajib sudah menyerahkan nya pada kita. Jadi, mau tidak mau kalian akan berangkat saat ini juga. Agent 1 kalian daerah selatan, sedangkan Agent 2, kalian daerah utara." jelas Rafly.
"baik, sir..!!" jawab serempak semua agent.
"baiklah, persiapkan diri kalian dan jangan ada yang terluka. Keberangkatan kalian sudah siap." ucap Rafly dan berlalu pergi.
"sayang, jaga diri baik baik." ucap Rayn pada Cayra.
"oke,, kau juga." Rayn hanya tersenyum dan mengelus kepala Cayra.
"kau tenang saja, Ray. Kita akan menjaga nya." ucap Ryan.
"ya, aku percaya pada kalian." sahut Rayn datar.
---
"semua sudah aku atasi, kau sudah cek lagi di seluruh daerah ini kan, Vin?" tanya Cayra setelah menon'aktifkan bom yang terpasang di daerah itu.
"ya,, tak ada lagi bom yang aktif. Semua sudah beres, Bom sudah di bersihkan oleh petugas yang sudah ready disini." jawab Kevin.
"apa ada kabar dari Agent 2? apa mereka sudah selesai?" tanya Cay pada yang lain.
"belum ada kabar." jawab Reno.
Ketika mereka sedang siap siap untuk kembali, ponsel Ryan berdering. Terlihat Ryan menjawab telpon nya dengan serius.
"guys.." panggil Ryan setelah mengakhiri telpon nya. "kita di suruh bos ke daerah utara." lanjut Ryan.
"ada apa? bukan nya ada Agent 2?" tanya Reno.
"ada bom radiasi di sekeliling daerah itu, yang apabila tempat itu berubah suhu sedikit saja, maka booommmm.... itu bisa meledak dan itu baru terlacak beberapa saat yang lalu, sedangkan Agent 2 ada di tempat yang tertanam bom yang terlacak pertama dan lokasi mereka berada di tengah bom radiasi tersebut. Agent 2 tidak ada yang bisa menon'aktifkan bom radiasi itu karena tidak mudah mempelajarinya." jelas Ryan. (maafkan uthor yang halu nya tingkat tinggi dan tidak masuk akal, hihihi..)
"ayo kita berangkat kesana.." ajak Cayra sambil berlalu menuju jet yang disediakan.
---
Suara jet yang mendarat di lokasi, Sudah ada Agent 2 dan beberapa petugas menunggu kedatangan mereka.
"sayang, kau datang juga?" tanya Rayn menghampiri Cay dan yang lain.
"ia, kita yang di tugaskan kemari membantu disini. Kau tidak apa apa kan?" tanya Cay cemas.
"aku baik. Ayo kita ke tenda terlebih dahulu untuk mempelajari bom nya." ajak Rayn menggandeng Cayra di ikuti yang lain.
"ini datanya." ucap Leo salah satu agent 2 menunjukan data bom radiasi tersebut setelah mereka duduk berkumpul.
"Cay, kau lihat ini!" ucap Kevin menyerahkan laptop nya.
"waw.." ucap Cay setelah melihat data tersebut.
"kita harus cepat Cay, kita tidak tau suhu disini kapanpun bisa berubah." ucap Kevin.
"apa kau bisa, cay?" tanya Ryan.
"beri aku waktu 20 menit untuk mempelajarinya lebih dulu." jawab Cay.
"tidak ada waktu, 15 menit, Cay..!" ucap Kevin.
"oke, akan ku coba." jawab Cay sambil terus mempelajari.
"kau yakin, sayang?" tanya Rayn khawatir.
"ya, doakan saja, honey.." jawab Cay masih sambil mempelajari.
Ya,, hanya Cay yang mahir mengatasi jenis bom. Hanya saja jarang sekali ia berurusan dengan bom, karena kebanyakan tugas nya tentang lelaki tampan. Setelah 15 menit Cay dan yang lain menuju tertanamnya bom radiasi tersebut, dengan tenang Cay mengotak atik inti bom tersebut. Semua terlihat khawatir, khawatir Cay akan gagal dan mereka semua pasti tidak akan selamat.
.
.
***hai hai baraya.. hapunten pisan uthor jarang up.. hp uthor kemarin kemarin eror, jadi tidak bisa up. maaf yah..
semoga braya suka dengan cerita nya, maaf bila halu uthor berlebihan. dan apabila suka jangan lupa tinggalkan jejak kalian yah, supaya uthor semangat untuk up nya.
salam dari uthor***..