My Agent

My Agent
Rayn Sadar



Beberapa hari setelahnya, Rayn sudah sadar dari koma nya. Cayra yang masih di kantor belum tau dan di beritau oleh Boy.


"hey cay, kau belum ke rumah sakit?" tanya Reno yang keheranan melihat Cayra masih sibuk di kantor.


"memang untuk apa aku ke rumah sakit?" tanya Cayra tanpa menoleh pada Reno.


"kau belum tau, kan..." ucapan Reno terpotong oleh suara pintu terbuka. Dan itu Boy dan langsung menghampiri Cayra.


"Cay, kau harus ke rumah sakit sekarang..!" titah Boy.


"memang ada apasih di rumah sakit?" Cayra pun menoleh pada Boy dan melihat Boy dan Reno bergantian.


"kau harus mulai dengan misi mu, cay. Suami mu sudah sadar pagi tadi.!" jawab Boy.


"ya ampun, kenapa gak bilang dari tadi sih." Cayra langsung membereskan pekerjaan nya dan membawa tas slempang nya. "aku pergi ya, bye guys.."


---


Cayra masuk ruangan Rayn di rawat. terlihat Rayn masih di periksa dokter. ada Bayu yang menemaninya.


"kau sudah datang?" tanya Bayu menghampiri, Rayn yang sedang di periksa menoleh pada suara papa nya dan melihat Cayra yang masih asing baginya.


"ya pak, maaf saya agak terlambat." jawab Cayra pelan.


"mulai sekarang jangan panggil pak lagi, panggil papa sama seperti Rayn." tersenyum dan mengusap pundak Cayra. "ayo kita kesana, kita cek sejauh mana ingatan nya yang hilang." lanjut Bayu. Bayu dan Cayra pun menghampiri Rayn.


"hay nak. kau ingat kami kan?" tanya Bayu mengawali.


"tentu saja aku ingat papa. tapi siapa ini pa?" jawab Rayn.


"kau tidak ingat? ini kan istrimu. kau keterlaluan sekali, nak." jawab Bayu mendramatisi.


"maaf, tapi aku kan belum menikah. aku kecelakaan kan cuma kemarin sepulang dari rumah papa, kapan aku nikah nya, pa. jangan bercanda." jawab Rayn yakin.


"hey kejadian kecelakaan itu sudah 4 bulan yang lalu nak. dan ini kecelakaan 2 minggu yang lalu, kau koma dan baru sadar tadi pagi." jawab bayu meyakinkan. "kenapa dengan anak saya, dok? kenapa dia tidak ingat beberapa bulan terakhir ini?" tanya Bayu pada dokter.


"seperti yang sudah saya jelaskan kemarin, di karenakan benturan keras pada kepala yang mengakibatkan sebagian syaraf nya terganggu, kemungkinan ya ini, anak bapak akan mengalami amnesia. meskipun tidak semua ingatan nya hilang." jelas dokter.


"apa bisa sembuh, dok?" tanya Bayu dan Cayra bersamaan.


"seiring dengan berjalan nya waktu, ingatan nya pasti akan pulih kembali. keadaan anak bapak sudah mulai membaik, hanya harus banyak istirahat supaya cepat pulih. kalau begitu saya permisi dulu." pamit dokter.


Tinggalah Bayu , Rayn dan Cayra.


"dia istri mu nak." jawab Bayu singkat.


"jangan bercanda lagi pah. aku tidak suka." ucap Rayn sambil memandang tajam Cayra dan Bayu.


"tapi itu kenyataan nya, dia istrimu. kau membawa nya ke rumah dan memberitau papa akan menikahinya, dan beberapa hari kemudian kau pun menikahinya." jawab Bayu tegas untuk lebih meyakinkan Rayn.


"kapan aku menikah dengan nya?"


"lebih dari sebulan yang lalu. kalian masih pengantin baru, tapi kau sudah menjalani misi yang berbahaya. dan lihat, kau celaka. seharusnya kau pergi honeymoon malah di rumah sakit membuat menantuku ini menghawatirkanmu terus." ledek Bayu.


"maaf." seru Rayn melihat intens Cayra.


"baiklah baiklah.. papa mengerti, kalian butuh waktu berdua. kalau begitu papa ke kantor dulu. Cay, sayang. kalau ada apa apa kasih tau papa, ya."


"ya pa" jawab Cayra menoleh pada Bayu. Bayu pun beranjak pergi dan hanya Rayn dan Cayra yang ada di ruangan itu yang masih tetap diam.


"kau istriku bukan? kenapa hanya diam saja, kau tidak merindukanku?" tanya Rayn sambil terus melihat wajah Cayra.


Cayra menoleh memandang wajah Rayn. 'wahh lebih tampan asli nya meskipun dia baru bangun dari koma.' Batin Cayra.


"kemarilah.." ucap Rayn sambil merentangkan sebelah tangan nya. Bermaksud ingin Cayra mengulurkan tangan nya dan mengajaknya duduk di sebelah nya. tapi respon Cayra berbeda. Cayra langsung memeluk Rayn dan menangis. "hey.. kenapa menangis hmm.." meskipun Rayn kaget karena Cayra memeluknya tapi dia membalas pelukan Cayra dan menenangkan Cayra.


'ahh wangi tubuh nya, hangat pelukan nya, aku menyukai nya. si*l.. kenapa aku menangis, tapi ini membuatku nyaman.'


"aku merindukan mu, kau jahat" jawab Cayra masih sambil memeluk Rayn.


'ada apa ini, ada apa dengan hati ku? apa benar dia ini istriku.' batin Rayn. "maaf. maafkan aku." jawab Rayn. Setelah pelukan nya lepas, Cayra membaringkan Rayn untuk istirahat kembali, Cayra duduk di kursi sebelah ranjang Rayn dan menggenggam tangan nya. Rayn masih terus memandang Cayra.


"ada apa? kenapa kau terus melihatku? apa ada yang aneh?" tanya Cayra.


"tidak. mendekatlah kesini. aku ingin meyakinkan sesuatu." suruh Rayn.


"apa?" tanya Cayra.


"mendekatlah." cayra mendekat. "lebih dekat" cayra lebih mendekat. sekitar jarak sejengkal wajah cayra ke wajah Rayn, Rayn memandang intens wajah Cayra, tangan Rayn menyentuh tengkuk Cayra dan mendekat kan Cayra ke wajah nya dan mencium Bibir Cayra.Cayra membelalakkan matanya karena kaget, tapi persekian detik berikutnya Cayra memejamkan matanya dan membalas ciuman Rayn. Beberapa menit mereka berciuman, saling melu**t dan bertukar saliva, setelah hampir kehabisan nafas mereka baru melepaskan pagutannya. kening Mereka menyatu dan masih ter engah engah mengatur nafas mereka.


.


.


hhay baraya.. maaf ya telat up.. maklum ada banyak pekerjaan yang tidak bisa uthor abaikan. so.. semoga kalian suka ya dengan ceritanya, dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian.