
Hari ini, tepat seminggu setelah Rayn sadar dari koma. Kondisi nya telah membaik. Rayn dan Cayra pulang ke rumah Rayn di antar oleh Boy dan Reno.
"ayo, kau harus banyak istirahat karena belum pulih total. Istirahatlah dulu di sofa, aku akan buatkan minum dan makan siang." ucap Cayra sambil memapah Rayn dan mendudukan nya di sofa ruang keluarga di ikuti oleh Boy dan Reno yang membawakan barang2 Cayra dan Rayn.
"hey.. aku tuh atasan kalian. tapi kenapa jadi pembawa barang kalian. Dasar.." keluh Boy yang membawa tas dan menyimpannya di pinggir sofa lalu ikut duduk di ikuti Reno.
"hehehe.. maaf. aku mencintaimu guys." seru Cayra sambil flying kiss pada Boy dan Reno sambil mengedipkan mata nya dan berlalu ke dapur.
"hemz.. kalian ini??" tanya Rayn melihat Boy dan Reno.
"aku Boy, agen 2 ketua divisi 1 dan ini Reno agen 3, 1 divisi dengan Cayra. tadi Cayra meminta bantuan untuk menjemput kalian dari rumah sakit, karena kau sudah di perbolehkan pulang." jawan Boy.
___
Cayra membantu Rayn ke kamar nya di lantai dua untuk beristirahat. Cayra mendudukkan Rayn di tempat tidur. "istirahatlah, aku ingin mandi dulu." Cayra berlalu ke kamar mandi.
Setelah selesai mandi, Cayra keluar hanya menggunakan handuk yang melilit menutupi bagian penting di tubuhnya. Ia melihat Rayn yang sudah tidur, dan beranjak menghampiri Rayn lalu membenarkan selimut nya dan mencium kening Rayn. "selamat malam".. lalu beranjak memakai baju tidur nya dan merebahkan diri di samping Rayn dan tertidur.
Rayn yang sebenar nya belum tidur, menghadap Cayra dan memandangi Cayra. 'cantik, tapi aku masih meragukanmu' gumam pelan Rayn sambil terus memandangi Cayra. Cayra yang belum sepenuhnya tertidur pulas mendengar ucapan Rayn barusan. Tapi melanjutkan tidur nya karena terlalu lelah.
Pagi hari nya Cayra bangun lebih dulu, yang pertama di lihat nya wajah tampan Rayn yang tepat di depan matanya. 'emmh.. suamiku yang tampan' gumam Cayra sambil tangan nya mengusap pipi Rayn. Namun Cayra kaget karena tangan nya di genggam oleh Rayn.
"ouh.. maaf. apa kau terbangun karena ku?" gugup Cayra namun sebisa mungkin menyembunyikan kegugupan nya dengan tersenyum pada Rayn.
"kau sudah bangun?" tanya Rayn masih menggenggam tangan Cayra di pipi nya.
"ya,, aku bangun dan melihat wajah suamiku yang ku rindukan. maaf bila aku mengganggu istirahat mu. tapi aku masih tak percaya kau ada di dekatku, karena 2 minggu kemarin kau masih..!!" jawab Cayra memainkan acting nya pada Rayn sambil menunduk.
"maaf.." potong Rayn sambil menggenggam erat tangan Cayra.
"ahhh.. why honey??" tanya Cayra dengan wajah yang kecewa.
"stop Cay. jangan lebih dari itu. sebelum ingatan ku pulih, cukup hanya bibir saja, tidak lebih." jawab tegas Rayn.
"but why? kau dan aku suami istri, bahkan dulu kita sering melakukan nya."
"Cay, aku tidak suka harus mengulangi ucapan ku. kau istriku kau pasti tau aku, bukan."
"ya,, but aku.. asshh aku kecewa padamu." Cayra bangun dan masuk ke kamar mandi. DAMMM... Cayra menutup pintu dengan keras. Ada rasa kecewa di hati Cayra. Cayra membasuh wajah nya dan memandang dirinya di cermin. 'kenapa aku harus kecewa? ahh aku mendalami actingku ini. tapi aku memang kecewa.' batin Cayra. Cayra langsung mandi dan berpakaian rapi untuk pergi ke kantor.
Saking kecewa nya, Cayra pergi tanpa pamit pada Rayn dan menuju kantor nya. Dengan lesu Cayra menuju ke ruangan nya.
"wahh tumben sang putri pagi pagi sudah ada di kantor? kenapa kau, baby? wajah mu lesu begitu? apa kau di bantai semalaman?" ledek Reno yang sudah ada di kantor yang sedang sarapan dengan agent lain nya.
"stop it. dia tidak tergoda oleh ku. aku malah di tolak nya. asshhh.. memalukan sekali. aku lanjut istirahat di ruangan ku. jangan ada yang mengganggu.!" jawab Cayra sambil berlalu meninggalkan Reno dan yang lain nya.
"wahhh... ternyata pesona mu sudah berkurang honey..!" lanjut ledek Reno.
"stupid man".. teriak Cayra di ruangan nya. Reno pun menertawakan Cayra. "hahaha.. ternyata si Rayn tahan godaan juga." gumam Reno.
.
.
hai baraya.. segitu dulu yah. semoga suka. jangan lupa tinggalkan jejak kalian.