
Sinar mentari pagi membangunkan Cayra dari tidur nya. Yang pertama ia lihat dari tidur nya, wajah tampan suami nya yang masih tidur.
"untuk apa dia kesini? apa untuk menyakitiku lagi?" gumam Cayra masih memandang wajah suami nya. Lalu buru buru bangun dan mandi serta bersiap untuk ke kantor nya. Sebelum berangkat, Cayra membuat sarapan untuk Rayn, lalu pergi tanpa pamit.
Rayn terbangun dan tidak mendapati Cayra di sebelahnya, dan juga tak mendapati Cayra di rumah nya. Namun melihat ada sarapan yang tersedia, ia tersenyum dan memakan sarapan nya, lalu mandi dan bersiap untuk pergi ke kantor nya, sebelum ke kantor ia pulang dulu untuk mengganti baju.
---
Pagi hari, sebelum acara di mulai. Cayra yang notaben nya selalu ingin terlihat cantik dan modis terhadap penampilan nya, meminta saran kepada Rayn yang sedang duduk membaca koran.
"honey, apa ini cocok untuk ku?" Cayra membuka pintu kamar mandi sambil berputar putar melihat dirinya dan meminta pendapat suaminya.
Rayn menoleh, terdiam dan menelan ludah memperhatikan istrinya yang berdiri di depan pintu kamar mandi hanya memakai underwear serasi berwarna hitam yang terlihat cocok dengan tubuh dan kulit putihnya. "kenapa kau meminta pendapatku memakai dalaman? meskipun berbeda warna, tidak akan terlihat oleh orang lain. karena tertutupi oleh baju." jawab Rayn pura pura acuh.
'dia bahkan cuek melihat aku begini, huhhff..' batin Cayra. "jusru dalaman pun harus terlihat bagus. Bagaimana kalau nanti aku di culik, terus aku di perk**a, kan aku malu kalau dalamanku tidak bagus. isshh,, lelaki memang cuek dalam penampilan." ucap Cayra kesal dan berbalik ingin masuk kamar mandi. Namun sebuah tangan membalikan Cayra dan langsung ******* bibir Cayra kasar. Cayra langsung membalas dan melingkarkan tangn nya di leher Rayn. Cium*n dan Luma**n Rayn mendorong tubuh Cayra ke dinding.
"jangan bicara yang tidak tidak, Cay. Dan jangan berpakaian seperti ini di hadapan orang lain, apalagi itu lelaki. kau mengerti, Cay..!!" ucap Rayn tegas setelah melepas ciuman nya.
---
Untuk acara pesta Bayu, semua sudah di atur oleh Agent, penjagaan, pengawasan, semua sudah bersiap di posisi nya masing masing. Keselamatan Bayu dan tamu tamu yang mayoritas nya bukan tamu sembarangan, melainkan para pejabat dan pengusaha, semua sudah di atur.
Rayn, Rafly, Rian, Kevin, Reno, dan Boy sedang berkumpul di satu meja. Mereka duduk sambil menperhatikan tamu tamu yang datang, sambil ngobrol santai supaya tidak terlalu mencolok dengan misi nya, dan tidak menimbulkan kecurigaan pada pembunuh bayaran yang kemungkinan akan datang ke pesta tersebut.
"ohh ya, Ray. Mana istrimu? tanya Boy yang belum melihat Cayra dari pagi.
"ia, kenapa dia belum kelihatan?" tanya Reno pun sambil mencari cari sosok Cayra.
"Dia belum selesai bersiap." jawab Rayn.
"hai guys.. apa aku begitu terlambat?" suara Cayra membuat para pria yang sedang berkumpul itu menoleh pada asal suara nya. Dan semua terpesona tanpa berkedip melihat Cayra. Rafly, Boy, dan Rian yang pertama tersadar melihat Rayn karena ingin melihat respon nya pada Cayra. Terlihat Rayn terpesona ketika pertama melihat penampilan Cayra yang memakai gaun tanpa lengan warna hitam, dengan bawahan kain yang tembus pandang dengan rok dalan yang hanya sampai di atas lutut memperlihatkan kaki jenjang nya. dengan rambut di sanggul acak dan mahkota kecil di rambut atas nya. Namun Rayn berusaha terlihat biasa dan cuek seketika. Cayra menghampiri para pria dan duduk di sebelah Rayn.
"hey.. apa aku terlihat jelek?" tanya Cayra.
"kau selalu sempurna, beby.. oops..!!" Reno langsung menutup mulut dan melihat Rayn yang menatapnya tajam.
"thank's, Ren..!"
"Tapi Rayn terlihat biasa saja, apa dia tidak terpesona dengan penampilan istrinya?" bisik Kevin kepada Rian yang duduk di sebelahnya.
"tidak,, kau salah. Dia pun sama, hanya dia bisa langsung mengendalikan nya. Namun jelas terlihat tadi, kalau ia pun sama, terpesona melihat Cayra. Dan ku rasa pandangan nya pada Cayra berbeda." jelas Rian dengan suara yang pelan.
Terlihat semua berpencar melihat sekitar sehingga tidak ada yang terlihat mencurigakan. Rayn pun berpisah dengan Cayra karena di panggil oleh Bayu untuk di kenalkan pada rekan kerja nya. Namun mata Rayn terus melihat semua gerak gerik Cayra.
Beberapa saat kemudian, Cayra melihat seorang pria di antara para tamu, memakai pakaian rapi dan berkaca mata sedang berdiri terdiam memperhatikan satu orang dari kejauhan. Cayra terus memperhatikan gerak gerik pria itu, Cayra terkejut melihat pria itu yang sedang menyentuh ujung kacamata nya sambil terus terlihat fokus. Cayra kaget bahwasan nya kacamata itu bukan kacamata biasa. Itu adalah sebuah senjata untuk mengelabui musuh, dan Cayra melihat target pria itu adalah Bayu. Tanpa pikir panjang Cayra berlari menghampiri Bayu yang sedang mengobrol dengan tamu lain. tak peduli ia menabrak orang, bahkan minuman, ia hanya ingin cepat menghampiri Bayu untuk menghalau peluru yang akan mengenai Bayu.
Disisi lain, Rayn masih memperhatikan Cayra dari kejauhan, Dia terus memperhatikan Cayra yang terlihat sedang memperhatikan seorang pria dan kadang Cayra melihat pada papanya.Lalu terlihat Cayra berlari cepat menghampiri papanya, menabrak orang, bahkan minuman. Rayn yang menyadari yang terjadi pun berlari mengejar Cayra.
"ouhh. *****.. Cay, jangan bodoh." batin Rayn sambil berlari. Daaannn...
dorrr....
semua orang terlihat terdiam beberapa detik kemudian berlarian mencari tempat aman dan untung agent yang lain mengaman kan para tamu segera. terlihat Cayra terjatuh karena mendorong Bayu agar terhindar dari peluru, Cayra menoleh ke arah pria tadi, namun melihat Rayn yang terdiam sedang melihat nya.
"Rayn..." ucap Cayra lirih..