My Agent

My Agent
Penculikan



"Ray.. Lo gak apa apa?" tanya Ryan sambil membantu Rayn berdiri. Setelah menembak tangan orang yang akan menembak Rayn, Ryan menghampiri Rayn. Sedangkan orang orang yang menyerang Rayn di urus oleh Reno, Kevin dan Agent lainnya untuk di bawa ke markas Agent mereka.


"jangan sampai mereka ada yang lepas, aku tau suruhan siapa mereka." ucap Rayn. "Yan, bantu Cayra juga di mobil, dia tadi menghirup gas beracun." lanjutnya lagi sambil masih beristirahat di mobil yang dibawa Ryan sambil pintu mobil yang sengaja terbuka, karena masih terluka dan lemah, dia belum bisa membantu Cayra.


Setelah Cayra di dudukan di sebelah Rayn, Ryan bergegas membawa Rayn dan Cayra ke RS. "darimana kalian tau aku dan Cay sedang dalam masalah?" tanya Rayn.


"istri lo td sempat telpon gue, namun pas gue angkat tanpa ada suara. Jadi gue lacak ponselnya karena khawatir, yahh.. dan ternyata gue datang di waktu yang tepat."


"dia telpon? padahal terakhir aku liat dia udah gak berdaya."


"dia akan berusaha manggil bantuan walau terdesak. meskipun dalam keadaan dia sekarat pun, dia akan beri kita sinyal. So, kita udah tau jadi gue segera berangkat bawa Agent lain nya."


"dia wanita seperti apa?" ranya Rayn sambil memandang wajah Cayra.


"kau belum bisa menyimpulkan dia wanita seperti apa?" Ryan malah balik bertanya.


"aku bersamanya belum lama, kau yang sudah mengenal dan bersamanya lama bukan?"


"yah.. menurut gue dia barbar namun care.. penilaian orang berbeda beda, namun banyak tidak benarnya juga. hanya saja dia tidak menyangkal maupun membenarkan. Tapi, lo bisa nilai sendiri selama lo bersama nya, dia bagaimana?"


"dia.. penuh misteri.. dan penuh rahasia.."


"yah.. itu dia"


--


"kau sudah sadar?" tanya Rayn yang sedang duduk di sebelah Cayra berbaring. Cayra di bawa Rayn pulang ke rumahnya.


"yahh,, ashh pusing sekali kepalaku." Cayra bangun dan menyandarkan kepala di kepala ranjang. "Ray, kau tidak apa apa?" tanya Cayra.


"tidak apa apa, Ryan dan yang lain datang tepat waktu."


"syukurlah.." Cay menyandarkan Kepala di bahu Rayn. "ahh nyaman sekali, aku mungkin akan terbiasa begini, berada di dekatmu seperti ini membuatku nyaman." gumam Cayra. meskipun Cayra bicara pelan, tapi Rayn bisa mendengarnya. Rayn terdiam sejenak lalu hendak bangun. "mau kemana?"


"aku ada pekerjaan, kau istirahatlah lagi."


"apa kau menjauhiku?" Rayn diam. "apa kau ingat sesuatu?" tanya Cayra lagi sambil melihat Rayn. "jika kau ingat sesuatu, katakanlah." ucap Cayra lirih, namun Rayn hanya terdiam. "apa ingatanmu sudah kembali?" namun lagi.. Rayn tidak menjawab sepatah katapun. "ck.. aku anggap diam mu sebagai jawaban ya. kalau kau ingin aku pergi, katakanlah. aku pasti akan pergi. Jangan hanya dengan menjauhiku, bicaralah." Cayra beranjak bangun sambil berjalan sempoyongan karena masih pusing, ia pergi ke walk in closed membuka koper dan membereskan baju nya, lalu menghubungi Ryan untuk membawa mobilnya ke rumah Rayn.


"maaf,, namun aku hanya menjalani misiku. dan maaf aku mungkin berlebihan dengan caraku meyakinkanmu dulu. Tapi, aku terpaksa melakukan nya. permisi tuan Rayn" ucap Cayra sebelum pergi dan menunduk hormat lalu keluar membawa koper, tanpa ada sepatah katapun dari mulut Rayn. Di bawah sudah ada Ryan baru datang dan melihat Cayra membawa koper nya.


"Cay, ada apa?" tanya Ryan mendekat.


"kau masih butuh istirahat, dimana Rayn?"


"sudahlah, antar aku kerumah ku. Misiku sudah selesai, Ri. cepatlah, aku ingin cepat cepat berbaring di kasurku."


"baiklah, kita bicara di rumahmu." Ryan menggendong Cayra ke mobil, lalu kembali membawa koper dan memasukan nya ke bagasi. Semua itu tak luput dari pandangan Rayn di lantai atas dengan pandangan yang sulit di artikan.


"istirahatlah dulu." ucap Ryan setelah membaringkan Cayra di kamarnya.


"Ri, bicaralah pada pak Bayu, kalau Rayn sudah ingat semua nya. Aku tidak bisa menemuinya, aku rasa Rayn menjauhiku karena tidak ingin bertemu denganku, jadi kau uruslah semua nya, aku ingin istirahat dulu menjernihkan pikiran ku, dan mungkin hatiku juga. Hubungi aku kabar selanjutnya."


"baiklah, jaga dirimu baik baik. aku akan kesini lagi nanti, biar ku suruh Reno datang untuk membawakan makanan untukmu."


"tidak usah, aku bisa delivery. Jangan khawatir, aku sudah biasa seperti ini, bukan?"


"ia, itu dulu disaat hatimu masih baik baik saja. tapi sekarang keadaan berbeda."


"aku tidak apa apa, aku hanya butuh waktu sendiri."


"baiklah, jaga dirimu."


"oke.." Cay tersenyum.


Ryan pergi ke kantor untuk membereskan urusan Cayra. Cayra hanya melamun sambil mengingat saat ia masih bersama Rayn. Cay tersenyum, "indah walau hanya sebentar, terimakasih untuk semua waktumu, Rayn." Namun ketika Cayra sedang istirahat, ada yang mendobrak pintu rumah dan kamarnya, Cayra terperanjat bangun namun langsung mengambil alat komunikasi kecil yang bisa Cay bawa kemanapun tanpa di curigai dan menyalakan CCtv rumahnya. Terlihat ada belasan pria dengan tubuh kekar menyeret Cayra dan di bawa ke mobil mereka, Cayra ganya diam pasrah karena efek keracunan yang masih membuat dia tidak bisa melawan.


Tidak lama dari mobil yang membawa Cayra pergi, datang lah Ryan, Kevin dan Reno untuk melihat keadaan Cayra, namun betapa terkejutnya mereka mendapati rumah yang sudah berantakan.


"Vin, cek CCTV rumah ini." ucap Ryan dengan khawatir.


Kevin langsung gercep berlari ke kamar dan mencari laptop Cayra, lalu men cek CCTV rumah Cayra. "****,, Cayra di culik bro.." semua berlari melihat CCTV.


"dia masih lemah karena keracunan, dia tidak bisa melawan."ucap Reno.


Semua duduk memgkhawatirkan Cayra.. terlihat wajah khawatir, marah, bingung dan frustrasi di wajah mereka.


.


.


hai hai.. maaf ya baraya uthor telat mulu. maklum pekerjaan disini selalu menumpuk. semoga baraya mengerti. Jangan lupa tinggalkan jejak kalian yah. salam dari uthor untuk semua.