My Agent

My Agent
Terus Berlari



Malam kedua di RS, Rayn dan trio Agent boys sedang berdiskusi di ruang rawat Cayra. Terlihat Cayra masih tertidur damai di ranjang pasien.


"Weuyy.. jangan di pelototin mulu napa. Dia gak bakal hilang kok." ledek Reno pada Rayn yang terlihat sedang memandang Cayra.


"ck.. mengganggu saja." ucap pelan Rayn.


"kita sedang mengumpulkan bukti kejahatan Ghani. Tapi belum cukup bisa menjerat nya di hukum. kalian ada ide?" tanya Ryan.


"kurasa kita harus cari informasi bawah dulu, dan menyuruh orang memata matai gerak gerik dia." jawab Rayn.


"itu cukup sulit." seru Reno


"aku akan turun tangan sendiri." ucap Rayn.


"lo gila? itu mungkin akan membahayakan lo sendiri." seru Ryan.


"tidak ada pilihan kan. Aku sudah cukup bersabar, aku tidak mau ada kejadian seperti kemarin lagi." ucap Rayn datar.


"terserah kau saja, mau aku temani?" tanya Ryan.


"diantara kalian, siapa yang punya kemampuan lebih unggul?" tanya Rayn menatap Ryan, Kevin dan Reno bergantian.


"kevin." jawab Reno dan Ryan bersamaan.


"baiklah, Vin kamu ikut aku. Bawa barang yang berguna saja."


"oke.. Kapan kita mulai?" tanya Kevin.


"setelah istirahat dulu. Kita butuh tenaga, karena mungkin kita tidak akan bisa istirahat yang tenang setelah nya." jawab Rayn santai.


"oke, gue pulang dulu mempersiapkan apa saja yang harus di bawa dan istirahat pastinya. Kalau ada apa apa hubungi langsung, oke.!" ucap Kevin sambil berlalu pergi.


"lo gak pulang dulu?" tanya Ryan.


"gue istirahat disini dulu, setelah itu baru pulang dan pergi." Ucap Rayn sambil membaringkan tubuhnya di sofa.


"Lo disini ya Ren,, gue mau pulang juga" ucap Ryan.


"serius lo mau tinggalin gue?" tanya Reno.


"ya siapa lagi, si Ray butuh istirahat."


"oke deh,," jawab pasrah Reno.


Besok pagi nya, Rayn dan Kevin berangkat untuk mengumpulkan bukti kejahatan Ghani. Reno dan Ryan bergantian menjaga Cayra yang belum sadarkan diri, kadang di tunggui oleh Boy maupun Rafly.


Berhari hari berlalu, malam itu terlihat Rayn dan Kevin sedang bersembunyi di dermaga mengintip segerombolan orang yang sedang bertransaksi dagangan ilegal, entah apa yang mereka perdagangkan, namun terlihat salah satu bos perdagangan tersebut adalah Ghani. Tak sengaja Kevin membuat suara dan membuat ia ketahuan oleh anak buah Ghani. Mereka langsung mengejar Kevin, Rayn yang melihat sebagian anak buah Ghani mengejar Kevin, di manfaatkan untuk nya menyimpan alat penyadap dan Chip untuk mempermudah menemukan barang barang itu sebagai bukti nanti. Rayn langsung mengejar dan membantu Kevin melarikan diri.


Setelah mereka lolos dari kejaran anak buah Ghani, mereka kembali ke tempat persembunyian mereka dan istirahat.


"Gila, anak Buahnya berapa ratus sih." kesal Kevin.


"aku sudah berhasil menyimpan chip dan alat penyadap." ucap Rayn datar.


"Bagus lah, tidak sia sia aku lari larian. huuffhh,, sedikit lagi kita pasti berhasil."


"bagaimana kabar Cay?" tanyya Rayn.


"Dia sudah sadar tadi pagi,, namun masih harus banyak istirahat karena lukanya belum kering."


"syukurlah kalau begitu. Kau istirahatlah, kau sudah bekerja keras malam ini."


"yah,, aku akan mandi dulu. ahh badan ku lengket semua." Kevin berlalu pergi menuju kamar mandi. Rayn menyiapkan makan malam untuk nya dan Kevin. Ia makan terlebih dahulu karena Kevin belum keluar dari kamar mandi.


"Makanlah sebelum kau istirahat." ucap Rayn datar sambil berlalu ke kamar mandi setelah Kevin keluar.


"thank's brow.." teriak Kevin sambil menyantap makan malam malam nya.


--


"ia, thank.. Apa ada kabar dari Kevin? apa dia baik baik saja?"


"belum, dia belum ada menghubungi. Kurasa mereka kesulitan disana."


"aku mengkhawatirkan nya."


"kau mengkhawatirkan Kevin atau Rayn, hmmz..!"


"kurasa dua duanya,, haha.." Cayra tergelak sendiri dengan jawaban nya.


"kau sudah mencintainya?"


"kurasa begitu, hanya aku masih tau diri siapa aku. Aku masih bisa mengendalikan perasaanku."


"kurasa dia juga menyukaimu."


"kau jangan mengada ada, Yan. Kau bisa membuat aku kepedean sendiri nanti."


"hey, aku tidak berbohong. aku bisa melihat kekhawatiran nya padamu ketika kemarin kau terluka."


"kau pun khawatir kan."


"ishhh,, matanya tidak bisa membohongi Cay. meskipun dia jago mengendalikan ekspresi dengan cepat, tapi aku bisa melihat meskipun sekilas."


"cukup, Yan. Sudah ahh,, aku mau istirahat.. Kau mau pulang?"


"tidak, aku akan disini. aku akan menjamin keselamatan mu. kau belum pulih."


"oke, thank's."


"istirahatlah.."


--


Disisi lain, kevin yang sudah terlelap dan Rayn yang tengah mengistirahatkan tubuhnya, mendengar suara langkah kaki mendekat ke arah kamar persembunyian mereka. Rayn bangun dan menepuk Kevin lalu melihat dari celah pintu keadaan diluar. Kevin yang notaben nya sesama Agent sudah tau dan tidak kaget lagi dengan situasi ini. Kevin membereskan barang barang mereka pada ransel dan menggendongnya.


"Bagaimana?" tanya Kevin tanpa suara pada Rayn. Rayn lari melewati Kevin sambil berkata, "Lompat".. merekapun lompat dari jendela. Dan ketika mereka sudah lompat, tembakan dari arah luar pintu kamar mereka terus menghujani kamar mereka. Rayn dan Kevin langsung berlari secepat mungkin mencari tempat persembunyian lain. Sedangkan orang orang yang menembaki tadi mendobrak pintu dan mencari mereka serta menacak acak kamar tersebut. "Si*l, mereka berhasil lolos lagi." ucap salah satu orang orang tersebut.


Rayn dan Kevin terus berjalan mencari tempat aman,, mereka sampai di pinggiran kota dan keadaan masih banyak hutan dan pepohonan. Mereka terus berjalan tak tentu arah menuju kedalam hutan. Ditengah hutan tersebut terdapat gubuk yang lumayan sudah tua dan terbengkalai.


"kurasa malam ini kita lanjutkan istirahat di gubuk itu." ucap Rayn.


"yah, dimana saja. aku sudah lumayan lelah terus berlari." jawab Kevin.


"kau tunggu disini, aku akan periksa dulu kedalam."


"oke... bagaimana?" tanya Kevin setelah melihat Rayn balik lagi.


"Kurasa ini bukan sekedar gubuk, Vin."


"maksud lo?"


"ada pintu yang menuju ke bawah tanah di balik tumpukan Kayu kayu yang mungkin sengaja dibuat seperti itu supaya tidak terlihat. Kau punya senter lagi?"


"ada, ahhh kurasa kita akan bergadamg lagi malam ini.." ucap Kevin sambil mengambil senter lagi.


.


.


hhai hai baraya,, semoga kalian suka yah.. jangan lupa tinggalkan jejak kalian baraya ku semua..


salam dari uthor buat baraya semua..