My Agent

My Agent
Mengobrol



"pasien mendapatkan 3 luka tusuk di perut, pasien banyak kehilangan darah. Keadaan pasien masih kritis, jadi kami belum bisa memindahkan pasien di ruang perawatan."


"ia dok, kami mengerti." ucap Ryan mewakili semua yang ada disitu. Mereka pun keluar dari ruangan dokter.


"Ray, kau pulang lah dulu. Baju mu masih penuh dengan darah, kau mandi dan istirahatlah. Biar aku yang menunggu Cay." ucap Ryan.


"baiklah, bila ada apa apa segera hubungi aku." jawab Rayn lirih. Rayn berlalu pergi untuk membersihkan diri dan mengganti pakaian. Namun mengingat kejadian yang melukai Cayra, Rayn mengurungkan niat nya untuk pulang ke rumah nya, dia menuju rumah papa nya.


"papa.." panggil Rayn ketika sampai ke rumah mencari keberadaan papanya.


"tuan besar di halaman belakan tuan muda." ucap seorang pelayan. Rayn langsung menuju papa nya.


"papa.." panggil Rayn ketika melihat papa nya lalu duduk di kursi di hadapan ayahnya.


"hai Ray, bagaimana kabarmu sekarang?" sapa papanya.


"aku tidak baik baik saja pap." jawab Rayn.


"kenapa? apa ada yang terjadi?"


"Cayra sedang kritis pah, dia di culik oleh Ghani." ucap Rayn menatap papanya.


"apa kau serius nak?" Bayu kaget karena bayu baru mengetahuinya.


"pah, aku tidak masalah jika yang teluka itu aku, karena aku anakmu. Dia musuhmu, wajar jika dia mengincarku. Tapi Cay? dia tidak ada hubungan nya dengan kita. Namun gara-gara papa melibatkan dia, mereka jadi mengincar Cay juga." jelas Rayn.


"papa hanya ingin ada yang menjaga mu dulu, kau selalu tidak mau ada yang mengawalmu, papa tu khawatir nak. Hanya kamu yang papa punya."


"ya tapi kan aku juga bisa jaga diri sendiri, pa.."


"kalau bisa jaga diri sendiri, kamu tidak akan celaka sampai koma dan hilang ingatan."ucap Bayu. "lalu bagaimana keadaan, Cay?"


"tadi dia masih kritis." Bayu melihat Rayn nampak khawatir dan gelisah. "aku mandi dan istirahat dulu sebentar pah, nanti aku akan ke rumah sakit lagi." lanjut Rayn.


"yah,, pergilah." Rayn pun beranjak dari duduk nya. "Ray" panggil Bayu, Rayn menoleh. "apa kau tidak punya perasaan sama sekali pada dia? papa rasa dia akan menjadi istri dan menantu yang baik." lanjut Bayu.


"entahlah pah, aku tidak tau." Rayn berlalu pergi ke lantai atas menuju kamarnya dulu. Bayu menatap Rayn sampai tak terlihat sambil tersenyum.


"Ray, aku papamu. Meskipun kau tidak mengatakan nya, namun sorot matamu sudah menjawab semuanya, hanya kau belum tau akan perasaanmu itu."


--


Rayn memandang Cayra yang masih belum sadarkan diri. keadaan nya sudah mulai stabil, masa kritis sudah di lalui oleh Cayra.


Krieuutt...


Terdengar ada yang datang membuka pintu ruang rawat Cayra, terlihat Kevin dan Ryan datang membawa makan malam untuk mereka dan Rayn. Mereka mengobrol sambil makan bersama.


"Reno sedang sibuk mengumpulkan informasi tentang pak Ghani." jawab Kevin.


"kita menemukan sesuatu yang bisa menjerat Ghani ke penjara." lanjut Ryan.


"apa?" jawab Rayn datar.


"lah, ngobrol sama lo sama kaya ngobrol sama dinding, datar dan dingin. hehe" ucap Kevin sambil bercanda.


"kita menduga dia terlibat perdagangan senjata ilegal. kita juga menduga dia terlibat di perdagangan manusia dan organ manusia." ucap Ryan.


"apa sudah ada bukti?" tanya Rayn.


"belum ada yang bisa di percaya, kita hanya masih menduga." jawab Ryan.


"aku punya bukti dia bandar segala macam obat obatan terlarang." ucap Rayn datar.


"waw.. dia penjahat luar biasa." ucap Kevin sambil bertepuk tangan.


"dia bukan orang sembarangan. kurasa dia bekerja sama dengan dunia bawah." ucap Rayn.


"apa kau serius?" tanya Ryan dan Kevin.


"ya, aku bisa jamin. sebelum kecelakaan aku sedikit banyak mencari tau kejahatan nya. hingga aku ketahuan dan mereka membuat aku koma dan hilang ingatan." jawab Rayn.


"waw.. orang yang hebat. Namun jika Cayra tau dia pasti akan bergerak ke dunia bawah juga." ucap Kevin sambil melihat Cayra yang masih belum sadar.


"apa maksudmu?" jawab heran Rayn.


"Cayra punya banyak teman di kalangan bawah. Kau tau, jika bukan karena pengaruh racun kemarin, Cayra pasti tidak akan terluka. Dia paling hebat diantara kami Agent lelaki. Dia wanita kuat, namun itu hanya terlihat di luar. Sedangkan dia rapuh di dalam." jawab Ryan.


"kau banyak tau tentang nya?" ucap Rayn dengan wajah datar.


"dia sahabatku, sudah ku anggap seperti adik sendiri." jawab Ryan santai. "apa kau mencintainya?" lanjut Ryan. Membuat Kevin terlonjak kaget dengan pertanyaan nya, Rayn pun terlihat kaget namun terlihat santai dalam sekejap. Ryan tersenyum.


"kau tau Ray, dia berusaha menutup hatinya dari laki laki manapun, namun dia susah mengendalikan hatinya padamu. dari awal dia melihatmu, dia sudah bilang tidak mau melanjutkan misinya karena dia takut akan hatinya. Namun, dia wanita luar biasa, selalu bertanggung jawab atas semua misi dan tugasnya sampai selesai. Dia selalu bertugas membunuh, ketika dulu dia berkesempatan menangkap pembunuh bayaran yang mengincar pak Bayu, dia merasa senang karena ia berkesempatan untuk tidak membunuh lagi. walau kenyataan nya dia mempercayaimu untuk menjaganya. Meskipun sedikit tidak masuk akal, tapi kurasa dia benar benar sudah mencintaimu." ucap panjang lebar Ryan pada Rayn. Rayn hanya diam mendengarkan sambil mengingat semua tentang Cayra. Bahkan ucapan terakhir Cayra sebelum tidak sadarkan diri kemarin masih terdengar jelas di ingatan nya. " Ray, maaf, aku mencintaimu."..


.


.


hhai hai, baraya. beribu maaf Uthor ucapkan. kesibukan uthor yang selalu tidak bisa di prediksi. Maaf juga banyak typo betebaran yah, salam dari uthor..


Semoga kalian suka, dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian. like ataupun komen nya.