
Ray dan Kevin sudah siap untuk pergi ke tambang, mereka memutuskan untuk lebih dulu menyerang ke tambang karena takut Ghani akan kabur dari sana.
"lo yakin kita berdua duluan yang nyerang kesana? anak buah nya terlalu banyak bro, gue takut nya gue gak bisa bantuin lo, karena gue gugur duluan." ucap asal Kevin.
"ck.. ngomong kau tu di pikir dulu. kau pasti bisa, percaya lah. Mereka pasti akan segera datang."
Disisi lain, Cayra dan yang lain nya menuju ke lokasi Ray dan Kevin, namun tak menemukan mereka.
"mereka pasti udah ke tempat penyergapan." ucap Boy.
"ayo cepat kita kesana." seru Rafly.
--
Ray dan Kevin terlihat sedang baku hantam. Mereka terlihat kewalahan karena anak buah Ghani yang seperti tiada habisnya. Padahal sudahh banyak orang nya yang suah terbunuh, namun orang orang Ghani malah terus bertambah. Ketika Rayn sedang bertarung, Ghani yang sedang memperhatikan di pinggir membidikan pistol nya tepat mengarah kepada Rayn. Rayn dan Kevin tidak menyadari itu karena fokus pada anak buah Ghani yang terus menyerang mereka.
Ketika pelatuk nya ditarik, tiba tiba ada yang menendang tangan Ghani mengakibatkan tembakan itu meleset dan mengenai lengan Rayn. Orang yang menenang tangan itu adalah Cayra, dan Agent lain nya pun langsung membantu Rayn dan Kevin.
"kurang ajar, kau perempuan jalang." teriak Ghani. Ghani langsung menyerang Cayra. Walaupun sudah paruh baya, Namun Ghani masih terlihat sehat dan kuat, ilmu bela diri nya pun lumayan hebat. Cayra sedikit kewalahan. Rayn pun menolong Cayra meskipun lengan nya terluka dan tidak berhenti berdarah. Rafly pun juga terlihat membantu Cayra. Tiga melawan 1, baku hantam terua berlanjut.
Ghani yang tersudut dan terjatuh tepat dekat dengan pistol nya yang terjatuh tadi, langsung mengambilnya dan mengarahkan pada Rafly, Cayra berlari menghadang peluru itu di depan Rafly dan...
dorrrr...
Tembakan itu mengenai dada Rayn. Rayn yang melihat Cayra menghadang tembakan di depan Rafly pun berlari untuk melindungi Cayra, dan tembakan nya pun mengenai punggung Rayn.
"Rayn.." teriak cayra dan langsung berlari karena Rayn akan terjatuh. Rafly yang melihat lejadian itu pun langsung mengambil pistol ya dan menembak tangan Ghani yang masih memegang senjata tersebut. Setelah senjata nya jatuh, Rafly juga menembak kaki Ghani, Lalu menangkap nya langsung.
"Ray, kau tetap lah sadar. jangan tertidur oke.." Cayra membantu Rayn dan memapahnya ke dalam mobil, mendudukan Rayn di samping kemudi. Cayra lalu menuju kemudi untuk membawa Rayn ke rumah sakit.
"iya, hati2.. kita nanti menyusul." teriak Rayn menjawab Cayra.
"Ray, tetap sadar" ucap Cayra yang sesekali menoleh pada Rayn yang duduk di sebelahnya dengan perasaan khawatir dan berusaha fokus mengendarai mobilnya. Rayn yang melihat Cayra mengkhawatirkan nya pun tersenyum sambil sesekali meringis kesakitan.
"tenanglah Cay, aku masih kuat untuk tetap sadar dan melihat wajahmu." ucap Rayn lirih dan pelan.
Cayra terus melajukan mobilnya ke RS terdekat, setelah sampai, Rayn langsung tak sadarkan diri karena kehilangan banyak darah. Rayn langsung masuk ruang operasi untuk mengambil peluru yang ada di lengan dan punggung nya.
Beberapa jam kemudian, operasi Rayn sudah selesai dan terlihat dokter keluar dari ruang operasi.
"bagaimana kondisinya dok?" tanya Cayra mendekat kepada dokter tersebut.
"syukurlah, peluru nya tidak mengenai organ vital pasien. Pasien akan segera di pindahkan ke ruang perawatan."
"syukurlah, terimakasih dok."
Dokter berlalu pergi, terlihat beberapa perawat mendorong ranjang yang terdapat Rayn yang masih belum sadarkan diri menuju ruang perawatan. Cayra mengikutinya dan menjaga nya.
.
.
salam hangat dari uthor yah, maaf banyak typo pertebaran..
jangan lupa tinggalkan jejak yah..