
Besoknya sesuai apa yang di bicarakan Ryan pada Cayra, sore ini setelah Cayra menyelesaikan laporan dan sisa pekerjaan dari misinya, Rayn menjemput Cayra di kantor dan mengajaknya ke rumah ayahnya.
"Ray, aku belum mandi dan bersiap, masa aku datang ke rumah mu seperti ini?" tanya Cayra.
"kau masih terlihat cantik, sayang." jawab Rayn memandang Cayra.
"cihh... Biarkan aku pulang dan mandi dulu, Ray.." ucap Cayra.
"baiklah, kita ke rumah dulu." Rayn melajukan mobilnya ke rumah, namun rumah yang di maksud Rayn adalah rumah pribadinya.
"Ray, kenapa malah ke rumahmu? disini tidak ada baju dan alat make up ku. Iisshh kau ini.." protes Cayra setelah turun dari mobil.
"masuklah dan lihat, baru berkomentar. Oke, sayang." jawab Rayn santai sambil mendorong pelan Cayra ke kamar yang dulu di tinggali mereka. Akhirnya Cayra menuruti Rayn untuk bersiap disana, sedangkan Rayn menunggu di bawah. Setelah membersihkan diri, Cay masuk ke walk in closet, dan melihat lemari nya, ia sedikit terkejut namun setelah itu tersenyum, lalu mengambil salah satu baju yang sopan dan memakainya. Lalu duduk di meja rias nya dan kembali tersenyum.
"Ray..!" panggil Cayra setelah selesai bersiap dan menemui Rayn yang sedang melihat lihat handphone nya.
"ya,, (menoleh melihat Cayra dan tersenyum) sudah selesai?" tanya Rayn memastikan.
"ya,,"
"ya sudah, ayo berangkat.." Rayn menggenggam tangan Cayra dan berjalan ke luar dan masuk mobil di ikuti oleh Cayra.
"kau yang menyiapkan baju dan keperluanku semuanya?" tanya Cayra ketika sedang dalam perjalanan.
"lebih tepat nya hanya menyuruh seseorang menyiapkan. Apa ada yang tak kau sukai?"
"tidak, aku suka. Hanya itu sedikit berlebihan."
"berlebihan bagaimana?" tanya Rayn yang sesekali menoleh untuk meminta penjelasan namun kembali fokus pada mengemudi nya.
"itu barang branded semua, hehe.." jawab Cayra cengengesan.
Rayn tersenyum, "tidak ada yang berlebihan untuk istri yang di cintai".
"isshhh,, kau.."
"haha.. memang benar seperti itu." Rayn menghentikan mobilnya. "ayo turun."
"Ray, apa papamu mau menerimaku?" tanya Cayra yang terlihat gugup. Rayn hanya tersenyum dan menarik Cayra untuk berjalan di samping nya menemui Bayu di ruang keluarga.
"pah.." sapa Rayn, Cayra yang di samping Rayn hanya tersenyum dan menunduk sebentar tanda hormat nya.
"pah, aku akan menikahi Cayra." ucap to the point Rayn setelah duduk.
"kau sudah yakin dan menetapkan hatimu, Rayn? pernikahan bukan untuk sebentar dan kesenangan semata, tapi kau akan bertanggung jawab penuh dengan hidup Cayra dan kebahagiaan nya. Apa kau sudah yakin dan berjanji akan membahagiakan nya?"
"aku tidak bisa berjanji pah, tapi aku akan berusaha untuk tidak menyakitinya." jawab Rayn dengan sungguh sungguh sambil memandang Cayra.
"baiklah, jika kau sudah seperti itu. Papa sebagai orang tua mu cuma bisa merestui dan mendukung mu. Namun jika kau salah, papa akan tidak segan untuk menasihatimu. Dan Agent Cayra, ahhh bukan. sekarang kau adalah calon menantuku, nak.. kau bersedia menikah dengan anak kaku ini?" tanya Bayu sambil bercanda namun serius.
Cayra melirik Bayu dan Rayn, "apa bapak.."
"no, panggil papah. aku sudah nyaman kau panggil papa, Cay.." potong Bayu.
"ahh maaf pah," Cayra tersenyum. "apa papah menerima menantu seperti Cay? papah mungkin banyak mendengar tentang ku dari orang lain. Aku yang banyak kekurangan dan mungkin juga tidak pantas untuk Ray, dan aku juga takut membuat nama keluarga papah menjadi buruk dimata orang."
Bayu tersenyum mendengar penuturan Cayra, "Cay, papah tidak melihat latar belakang dan keburukan orang, asal kau tulus dan sungguh sungguh mencintai anak papah ini, papah tidak mempermasalahkan. Papah hanya ingin anak anak papah bahagia. Jadi, kau sudah yakin dengan hatimu?"
"ya pah,, dan terimakasih sudah mau menerimaku."
"baik lah, kapan rencana kalian menikah?" tanya Bayu.
"minggu depan, pah.." ucap Rayn.
"kau serius?" ucap Cayra kaget.
"ya sayang. Kau sudah tau sendiri bahwa aku ini pria yang kolot. Jadi, lebih cepat lebih baik. Karena aku tidak ingin berlama lama pacaran." jawab Rayn.
"hah.. kau ini. Apa mau papah bantu persiapan pernikahan mu?" tanya Bayu.
"tidak perlu pah, semua sudah aku urus. Tinggal fitting baju dan cincin pernikahan." jawab Rayn, Cayra hanya diam karena tidau tau apapun.
"baiklah, bila butuh bantuan, jangan sungkan beri tau papah. Sekarang, ayo kita makan dulu, ini sudah waktunya makan malam."
.
.
hai braya.. semoga kalian suka dengan ceritanya yah. jangan lupa tinggalkan jejak kalian.
salam dari uthor..