
Seorang OB mengantarkan makanan yang di pesan oleh Bondan.
"makanlah..!" ucap Bondan.
"baiklah, terimakasih." Cayra memakan makanan itu tanpa ragu, Bondan tersenyum smirk saat melihat Cayra yang makan dengan lahap. Cayra yang sudah bisa menebak apa arti dari senyum nya itu hanya tersenyum karena dia sengaja ingin tau apa yang akan di lakukan oleh si pria padanya nanti. Tidak lama dari Cayra memakan makanan itu, Cayra merasa pusing lalu pingsan, kepala yang akan terbentur meja di tahan oleh Bondan sambil tersenyum senang.
"kau cukup bodoh juga sayang, kau terlalu percaya pada orang yang baru di kenal. Kau sama bodohnya dengan wanita wanita lain nya, namun kau cukup menarik, jadi aku ingin bermain main denganmu sebelum ku kirim kau pada pria lain. hahaha.." Ucap Bondan lalu memangku Cayra ala bridal style dan membawanya ke luar kantor, lalu membaringkan nya di kursi penumpang mobil nya dan membawa nya ke suatu tempat.
Cayra di baringkan di tempat tidur, "aku akan menunggu mu sadar dulu, tidak akan seru jika aku menikmatimu dengan kau masih tertidur." ucap Bondan memandang Cayra lalu berlalu pergi dan mengunci pintu dari luar. Cayra membuka matanya, yaaa OB itu sudah di bayar Cayra untuk tidak mematuhi bos nya jika di suruh melakukan sesuatu nantinya. OB nya pun setuju.
"hahh,, aku di bawa kemana yahh.." Cayra melihat lihat sekitar lalu membenarkan anting nya. "Vin, kau mendengarku?" tanya Cayra dengan suara pelan yang bermaksud berkomunikasi kepada Kevin. "Kevin, guys.. yuhuuu.. apa kau terlalu sibuk disana?"
"aku mendengarmu, Cay. Ada apa?" suaraKevin terdengar dari anting yang memang alat untuk komunikasi nya.
"Vin? cek lokasi ku. Aku di bawa pergi olehnya setelah dia percaya aku kena dengan ulahnya memberiku obat tidur."
"emmmhh.. sebentar aku cek dulu...... Cay, kau dekat dengan kami, namun kau... ada di sebuah kapal.." jawab Kevin.
"kalian sudah bersiap?"
"ya, kami sudah akan menyerang mereka. Kau hati hatilah."
"oke.. bereskan semua Vin. Aku pun akan sedikit bersenang senang dulu."
Cayra kembali ke posisi semula ketika terdengar suara langkah kaki dan kunci pintu yang akan di buka.
"ck.. kau belum sadar juga, sayang.." ucap seorang pria yang ternyata itu Bondan sambil mengusap usap seluruh wajah Cayra.
"hmm..." Cayra pura pura baru terbangun mengerjap ngerjapkan matanya lalu duduk dari tidur nya. "aku dimana?"
"kau sudah bangun, baby..?"
"Bondan, ksu juga ada disini? kita dimana? kenapa nisa kita ada disini? daaann kenapa aku bisa tertidur.. terakhir ku ingat... aku sedang makan di ruanganmu." pertanyaan terus di lontarkan dengan wajah bingung nya.
"what? kapal? kenapa lewat jalur air?"
"karena aku ingin berlama lama denganmu, sayang. Aku ingin bersenang senang dulu denganmu disini."
"maksudmu?" tanya Cayra masih terlihat bingung
"kau banyak tanya, sayang." ucap Bondan yang langsung mendorong Cayra membuat nya terbaring kembali dan menindih Cayra. "aku ingin menikmati tubuhmu sayang." Bondan bicara tepat di telinga Cayra dengan suara yang sudah berat dengan nafsunya.
"heyyy... ini terlalu cepat. Kau tau! kita baru bertemu 3 hari lalu."
"aku tidak peduli." ucap Bondan yang langsung mel**at bibir Cayra dengan rakus. Cayra yang sudah terbiasa bermain dengan target nya membalas lum**an itu.
"Sabar sebentar,, mmmh.. Bon..mmh..dan.. aku.. ingin.. mmmhh.." ucap Cayra di sela sela lum**an nya. Bondan yang sudah bernafsu tidak mendengar omongan Cayra malah lum**an nya semakin panas. Cayra yang sudah tidak tahan mengambil suntikan yang tersimpan di saku nya, lalu menancabkan nya di leher Bondan.
"arrgghh..." teriak bondan kesakitan yang langsung bangun melepaskan ******* nya dan sedikit menjauh dari Cayra. "kurang ajar kau, jalaaang.." teriak Bondan emosi.
"hey, aku bilang sabar sebentar, sayang. Aku ingin ke toilet dulu. tapi kau tidak mendengarkan."
"kau.. apa yang kau suntikan padaku.." teriak bondan sambil mencabut suntikan dari lehernya yang belum tercabut oleh Cayra tadi.
"itu.. hanya.. racun yang sedikit mematikan." ucap Cayra Santai duduk di pinggir tempat tidur.
"kau.." teriak Bondan..
.
.
hay hay,, semoga suka yah braya.. dan maaf bila cerita ku ini kurang menarik. mohon maaf ya braya..
salam dari uthor..