
Rayn yang terus kepikiran Cayra karena pergi pagi dan tanpa pamit, serta belum sarapan, akhirnya memutuskan untuk menyusul Cayra ke kantor nya. Ketika di loby dia kebingungan karena tidak tau istrinya itu berada di lantai berapa. Sebenarnya Cayra dan Rayn satu gedung, hanya berbeda lantai saja. Divisi 1 ada di lantai 7, sedangkan divisi 2 ada di lantai 5. Untung nya ketika sedang kebingungan, Rayn bertemu dengan Abeng, ketua divisi 2, atasan Rayn.
"Rayn, kau ke kantor hari ini? apa sudah pulih?" tanya Abeng.
"ya, tapi aku kesini ingin ke ruangan..!" ucapan Rayn terpotong oleh Abeng.
"aahhh,, kau mau menemui istrimu?" tanya Abeng.
"ya, tapi aku tidak ingat dimana." jawab Rayn.
"ouh.. mari ku antar. kenapa tidak bertanya pada yang lain? banyak orang disini. mereka tau padamu dan Cayra." ucap Abeng sambil berjalan masuk ke lif di ikuti Rayn dan menekan angka 7.
"apa semua orang mengetahui aku dan..!" ucap Rayn menggantung.
"hahaha.. kau lucu sekali. jelas semua tau, kau yang dulu di kenal dingin, tapi setelah bertemu apalagi menikah dengan nya, kau itu bucin. hahaha.. tapi masih tetap dingin pada orang lain." jelas Abeng.
"ahhh... begitu..!" Ucap Rayn datar..
"yasss.. meskipun hilang ingatan, kau masih tetap seperti es." kekeh Abeng.
Ya,, semua pekerja yang ada di gedung itu mengetahui misi yang sedang Cayra jalani. Supaya tampak seperti nyata terjadi. Drama yang sempurna bukan?? yah.. misi kali ini, semua orang di gedung itu ikut terlibat.
Setelah sampai di lantai 7, Rayn melihat orang yang pernah di temui nya, yaa Boy dan beberapa agent di divisi 1 terlihat sedang mendiskusikan sesuatu. Abeng dan Rayn menghampiri mereka.
"boy.." seru Abeng.
"oh hay brow." Boy menoleh melihat Abeng dan Rayn.
"gue cuma nganterin Rayn. gue balik lagi ya." Abeng pun berlalu pergi.
"ouh, kau mau menemui Cayra?" tanya Boy.
"ya. dimana ruangan nya?" jawab nya datar.
"thank's" jawab singkat Rayn sambil berlalu menuju ruangan Cayra dan yaaa.. 'room Cayra' jelas terlihat tulisan di pintu. Rayn masuk dan terasa dingin ac di ruangan tersebut. Ia mendekati Cayra yang sedang tertidur di sofa panjang nya. Rayn duduk di sofa di sebelah Cayra, Rayn memperhatikan sekeliling ruangan nya dan memandangi Cayra yang tertidur. Rayn mengernyit merasa ada yang aneh dengan istri nya. terlihat wajah nya pucat dan tubuh istrinya yang hanya terbalut baju tipis.
Rayn mendekat dan memegang telapak tangan, kening dan juga telapak kaki Cayra. 'suhu badan nya dingin.. ****' umpat Rayn.
"hey ada orang di luar? bisa ambilkan air hangat, cepat!" teriak Rayn. Rayn membuka jas nya dan menyelimuti tubuh Cayra dengan jas nya, Rayn duduk di sofa tempat Cayra tertidur dan menggosok gosok kan tangan nya ke telapak tangan Cayra. "Cay, bangun. hey.. Cay,, !" Rayn menepuk nepuk pipi Cayra supaya bangun, namun tidak ada tanda tanda Cayra terbangun.
cklekk.. pintu terbuka dan datang lah Reno membawa air hangat. "ini.. ada apa?" tanya Reno menyimpan gelas di meja dan menghampiri Rayn.
"badan nya dingin. bisa tolohg matikan AC nya."ucap Rayn.
"sudah. apa dingin sekali? mungkin dia butuh kehangatan." Reno terkekeh.. "Rayn, kurasa dia butuh pelukanmu. cobalah, aku keluar dulu." Reno berlalu pergi.
Rayn pun mengangkat Cayra dan mendekap nya erat. 'bodoh.. kenapa tidur dengan perut kosong sedangkan AC di biarkan menyala. bagaimana kalau kau sakit?' guman Rayn dan itu di dengar oleh Cayra yang sudah terbangun namun terlalu malas untuk membuka mata.
"aku tidak akan sakit. ini sudah biasa." ucap Cayra yang masih tetap menutup mata.
"kau sudah bangun? lain kali hentikan kebiasaan ini. kau mengerti?" ucap Rayn tegas masih mendekap Cayra.
"ahhh.. nyaman sekali. wangi tubuhmu, aku suka." Cayra membalas pelukan Rayn dan membenamkan wajah nya di dada bidang Rayn.
"kau belum sarapan?" tanya Rayn. Hanya di jawab gelengan oleh Cayra.
"ayo pulang, kita makan di luar." ucap Rayn melepaskan pelukan nya lalu menggendong Cayra ala bridal dan membawa pulang Cayra.
Sepanjang menuju lif untuk ke bawah semua orang memandang mereka. Cayra yang memeluk erat Rayn melingkarkan tangan nya di leher Rayn dan membenamkan wajah nya di dada Rayn.
.
.
hai hai.. jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya baraya..