My Agent

My Agent
Terjebak Atau Menjebak



Sore hari, ketiga rekan Cayra datang ke rumahnya, terlihat oleh mereka Cayra yang masih tertidur bersandar di kursi.


"ini cewe, gak pegel apa tidur duduk begitu." ucap Reno. "Cay, hey cantik.. bangun.." lanjut Reno membangunkan Cayra.


"ahh kalian sudah datang? jam berapa sekarang?" Cayra terbangun dan bertanya karena dia belum bersiap.


"ini sudah jam 6 sore, Cay. Kau sudah menyiapkan barang yang akan di bawa?" tanya Ryan.


"ahhh aku ketiduran dari siang, aku belum menyiapkan apa apa, bantuin.." Cay tersenyum manja pada rekan nya.


"dasar,, selalu saja." ucap Reno.


"kau cepat mandi sana, dan siapkan barang barang yang akan di bawa. Biar Kevin yang akan membantumu membereskan nya. Aku akan memasak untuk makan malam kita. Ren, kau bawa belanjaan kita barusan, aku tunggu di dapur." Ucap Ryan memberi tugas masing masing.


"siap." ucap yang lain serempak.


Besok paginya, mereka bersiap membereskan barang barang ke bagasi mobil, karena kota yang di tuju mereka cukup jauh, mereka akan mengemudikan mobil bergantian. Giliran pertama yang mengemudi adalah Ryan, Reno duduk di jok depan sebelah kemudi, sedangkan Cayra dan Kevin di bangku belakang.


"sudah semua? tidak ada yang tertinggal kan?" tanya Ryan yang sudah menghidupkan mobil.


"sudah.." ucap yang lain serempak.


"oke, kita berangkat.


Sepanjang perjalanan mereka berdiskusi untuk misi nya, mereka setuju Cayra masuk sebagai wanita yang tertipu oleh pekerjaan dengan hasil yang menggiurkan, dengan syarat Cayra tak boleh lepas dari alat penyadap dari mereka yang bisa memastikan untuk memantau lokasi dan omongan mereka. earphone kecil pun untuk komunikasi Cayra yang terlihat seperti anting selalu di bawa oleh Cayra. (maafkan khayalan uthor ya baraya).


Setelah sampai di tempat mereka akan tinggal sementara, Ryan menggendong cayra yang tertidur di pangkuan nya ke kamar yang akan di tempati Cayra. Ryan memandang sebentar wajah Cayra sambil tersenyum. "apa kau lelah? sampai tidak terbangun ketika ada yang menggendongmu."


"aku hanya malas jalan." jawab Cayra masih sambil mata terpejam.


"dasar kau ini.. apa kau sedang memikirkan nya?" tanya Ryan.


"emmh.. apa dia sudah sadar?"


"sudah tadi pagi."


"syukurlah kalau begitu."


"dia menanyakanmu.."


"benarkah?" Cayra bangun dari tiduran nya dan duduk di pinggir ranjang di sebelah Ryan.


"ya.."


"Yan, apa aku pantas untuk nya? apa hubungan ku dengan nya akan berhasil?" tanya nya ragu. "ahhh padahal aku dan dia tak punya hubungan apapun, kenapa aku malah bertanya begitu. sudah lah, membicarakan nya bikin pikiranku blank, aku akan berbersih dulu." Cayra akan beranjak namun terhenti karena tangan nya di pegang oleh Ryan.


"biasa nya tiada keraguan pada dirimu atas apapun, kenapa sekarang kau ragu? kau adalah kau, jika kalian saling mencintai, jika dia mencintaimu, dia tidak akan mempermasalahkan apapun yang ada padamu. Percayalah, semua akan indah pada waktunya." ucap Ryan serius.


"aku hanya tau diri,, sudah ahh.. aku mandi dulu, aku ingin segera menemui mangsaku.." Cayra pergi ke kamar mandi.


"oke..!" balas teriak Cayra d kamar mandi.


--


Setelah makan sore bersama yang lain, Cayra mulai berjalan menyusuri jalanan yang di duga selalu di jadikan tempat sang target beroperasi merayu mangsanya. Cayra terlihat memakai pakaian biasa yang terkesan seperti wanita kebingungan. Berjam jam Cayra berjalan, terlihatlah beberapa pria dari arah depan Cayra.


"mangsaku terlihat guys.." ucap pelan Cayra sambil tersenyum smirk.


"ohh hai cantik, sedang apa wanita cantik berjalan sendirian disini? itu tidak baik." ucap pria 2.


"hey siapa kalian?" Cayra pura pura ketakutan berjalan mundur menghindari pria pria tersebut.


"tenanglah, kita bukan orang jahat. Sedang apa kau sendirian ada disini? kau sedang mencari apa?" ucap pria 1.


Cayra terdiam tidak menjawab dan masing memasang wajah ragu dan ketakutan.


"tenanglah, oh ya kenalkan aku Bondan dan ini temanku Anton. Kau sedang apa berjalan sendirian, ini sudah hampir malam." seru pria 1 sang target yang mengaku bernama Bondan itu.


"aku baru pulang kerja dan akan pulang." jawab Cayra Ragu ragu.


"jangan takut, santai saja. Kenapa pulang kerja malah melamun? harusnya buru-buru pulang. Pasti keluargamu menghawatirkanmu."


"Aku hanya sedang bingung, aku di pecat dari pekerjaanku barusan. ahhh.. maaf aku jadi curhat." Cayra tersenyum canggung.


"Tak apa, kau hutuh pekerjaan?"


"harushya ia, karena aku butuh makan untuk hidup di kota yang kejam ini." Cayra menatap kedepan dengan tatapan sendu.


"kalau kau butuh pekerjaan, datanglah kealamat ini. Ini kantorku, aku sedang mencari pekerja yang mau benar benar bekerja keras. Kalau kau ingin pekerjaan, datanglah. Masalah gajih, kau tenang saja. Aku jamin gajiku akan lebih besar dari gaji pekerjaanmu tadi."


"kau serius?" tanya Cayra berbinar.


"yap, aku tunggu besok yah." ucap Bondan 'ikan masuk perangkap lagi' batin bondan sambil tersenyum tipis.


"baiklah, besok aku akan datang untuk melamar pekerjaan padamu, terimakasih." Cayra tersenyum senang. 'mangsa yang termakan rayuan mangsanya. kau masuk dalam perangkapku boy.' batin Cayra.


.


.


Sorry ya baraya, telat up mulu. Pekerjaan di dunia nyataku sulit untuk aku tinggalkan braya. Semoga kalian suka dengan cerita nya ya. Tinggalkan jejak kalian braya, like dan komen nya.


salam dari uthor Ai..


maaf banyak typo bertebaran ya braya..