Meta For Siah

Meta For Siah
Dituduh penipu



"Nona, saya dengar dari pelayan katanya nona ingin berbisnis dengan saya, boleh saya tau, bisnis apa yang nona tawarkan. " Tanya odeylin padaku.


Aku tersenyum tipis. Kemudian bangkit dari kursi. "Bagaimana menurut anda tuan. " Aku memutar tubuhku beberapa kali memperlihatkan gaun yang aku pakai.


Tuan odeylin dan dodo menatap ku tak berkedip. Sampai aku berdehem dan kembali duduk dikursi. "Anda terlihat sangat cantik nona. "Ujar odeylin dengan senyum kikuk.


Aku mendengus dan segera berkata. " Bukan aku tapi pakaian yang aku pakai, bagaimana menurut tuan? "


Odeylin tampak salah tingkah. "Oh, pakaiannya. Unik dan sangat menarik. Saya bertanya-tanya, dimana nona muda membeli pakaian ini? "


Aku tersenyum lebar dan menatap odeylin dengan mata berbinar.


Sumber uangku!


"Pakaian ini dijahit oleh kakak ku, sedangkan untuk modelnya aku sendiri yang membuatnya. "


Gaun yang aku gunakan modelnya sangat bagus seperti pakaian film kolosal di drama korea. Terlihat cantik dan manis, apalagi dipadukan dengan kain berbagai warna serta beragam motif membuat pakaian itu lebih bernilai.


Melihat wajah tercengang paman odeylin aku mengeluarkan tiga lembar sketsa baju yang sudah aku siapkan dari rumah.


Aku meletak kan sketsa diatas meja. "Silahkan dilihat dulu tuan odeylin. "


Odeylin mengambil kertas coklat itu dan seketika matanya melebar. Tangannya sedikit gemetar dengan bibir tersenyum lebar.


"Luar biasa! Cantik ini sangat cantik. Ayo kita mulai bisnis nya jadi bagaimana? Nona jual berapa satu gambar pakaian ini. " Desak odeylin dengan senyum yang tak luntur dibibirnya.


Aku tersenyum sambil menarik kembali sketsa yang ada ditangan odeylin.


Harga satu gambar!


Aku ingin berbisnis jangka panjang bukan sekedar menjual sketsa. "Maaf sebelumnya tuan, tapi aku tidak menjual gambarnya aku mau bisnis ini dalam jangka waktu yang lama. "


Tuan odeylin kembali terdiam dan menatap ku dengan tatapan yang rumit. "Bisa anda jelaskan nona, saya ingin mendengar seperti apa bisnis jangka panjang yang nona inginkan. "Tanya odeylin dengan suara yang lebih serius.


Aku melirik dodo yang juga menatap kearah ku, aku tersenyum agar bocah itu tidak khawatir.


"Aku akan menyediakan sketsa ini hanya untuk toko anda tuan, maksud ku aku desainer yang hanya bekerja dengan anda. "


"Ya?? Desainer??? "Tanya odeylin dengan wajah bingung.


Aku berdehem. " Orang yang merancang dan melukis gambar pakaian dikertas disebut 𝘥𝘦𝘴𝘢𝘪𝘯𝘦𝘳 𝘧𝘩𝘢𝘴𝘪𝘰𝘯. Jadi desainer itu adalah sebuah pekerjaan, seperti hal nya seorang penjahit disebut penjahit karena dia bekerja menjahit. "Jelas ku pada odeylin.


Mata odeylin tampak berbinar menatap ku. Dalam pikiran odeylin meta adalah seorang gadis pelajar. Cara bicara dan sikapnya yang tenang menunjuk kan seberapa jenius gadis itu.


"Lalu bagaimana dengan cara bisnisnya nona. " Tanya odeylin penasaran.


Aku tersenyum dan duduk dengan tubuh tegap. "30 persen dari hasil penjualan tiap potong baju, bagaimana? "


Mata odeylin terbelalak dengan mulut menganga. "Ti. . . ti tiga puluh persen? Nona kau ingin merampok atau berbisnis. "


Aku terkekeh melihat reaksinya, sudah ku duga tidak mudah mengajak orang berbisnis.


"Tuan sebelumnya maaf, tapi kalau boleh aku tau dalam satu hari berapa potong pakaian yang terjual ditoko anda? Dan berapa harga satu potong pakaian? "


"Nona bagaimana saya mengatakan ini pada anda! " Jawab nya dengan ragu. Dari gelagatnya dia tampak ingin mengakhiri pembicaraan dengan ku.


Aku paham, hal itu merupakan rahasia pemilik toko jadi mana mungkin dia akan mengatakan nya begitu mudah. Aku juga tidak memaksa karena itu adalah privasinya.


Tampak odeylin memikirkan nya, matanya berputar-putar seperti sedang menghitung sesuatu.


"Suamiku, apa kau sudah gila? Ingin berbisnis dengan gadis kecil yang tidak jelas asal usulnya itu? " Suara seorang wanita terdengar dari luar pintu.


Aku menoleh kearah pintu. Seorang wanita cantik dengan pakaian mewah masuk dengan wajah sombong. Ia menatap sinis kearah ku.


"Katakan dari keluarga mana anda berasal? Mengapa ingin berbisnis dengan suami saya? Padahal banyak toko lain disekitar sini. " Tanya wanita itu dengan tatapan penuh selidik.


Wanita itu adalah nyonya Camilla se odeylin. Istri dari tuan Oston se odeylin pemilik toko pakaian ini. Nyonya camilla berfikir gadis kecil mana yang mau melakukan bisnis jaman sekarang. Anak perempuan disini hanya duduk diam dirumah. Tidak ada yang bekerja diluar kecuali menjadi pelayan dirumah keluarga bangsawan atau ditoko-toko.


"Maaf kan saya nyonya, perkenalkan nama saya Meta simamora. "Ucapku." Dan yang duduk disebelah saya adalah dodo adik laki-laki ku. Aku datang ingin berbisnis pakaian dengan suami nyonya. "Aku menjelaskan dengan pelan pada nyonya camilla.


"Mengapa kau datang kesini istriku? " Tanya tuan odeylin sembari menarik kursi untuk di duduki istrinya.


"Mengapa? Kalau aku tidak datang entah apa yang kau dan gadis kecil itu lakukan. " Ujar nyonya camilla dengan suara keras. Ia menatap tajam kearah suaminya.


"Apa yang kau katakan? Ini pertama kali aku bertemu gadis ini, dia hanya sedang menawarkan bisnis, lihat pakaian yang dia pakai, itu dia sendiri yang membuatnya. Jangan berprasangka buruk. "Ucap tuan odeylin dengan tatapan tak suka pada istrinya. Dia menatap ku dengan wajah bersalah. Hal itu pula yang membuat nyonya camilla semakin marah.


Nyonya camilla menatap ku dengan pandangan meremehkan. " Kau percaya yang dia katakan suamiku? Bagaimana kalau sebenarnya dia itu menipu? Bisa saja pakaian itu dibeli ditoko ibu kota lalu berpura-pura seolah dia sendiri yang membuatnya. "Mana mungkin nyonya camilla bisa mempercayai gadis kecil didepannya ini.


Aku menarik tangan dodo agar berdiri. " Maaf tuan odeylin, sepertinya pembicaraan ini tidak bisa dilanjutkan, istri anda tampaknya tidak menyukai keberadaan saya disini. Kalau begitu saya permisi. "


Nyonya camilla tersenyum miring. "Ya pergilah, berbisnis saja dengan toko lain. Toko odeylin tidak membutuhkan penipu seperti mu. " Ucap nyonya camilla dengan mengibaskan tangannya seolah sedang mengusir.


Wanita itu menghina ku?


Lihat saja, aku akan membuat toko mu ini bangkrut dan mengalami kerugian yang akan membuat mu berlutut dibawa kakiku nyonya sombong.


Aku menghela nafas panjang. Tidak mudah, tidak seperti yang aku bayangkan. Berbisnis memang bukan hal mudah, apalagi dijaman sekarang perempuan dianggap tidak memiliki kemampuan dan posisinya hanya dalam rumah.


Ini cukup menyulitkan ku.


Aku kembai berjalan dan didepan toko odeylin diseberang jalan ada sebuah toko pakaian lagi walau tidak sebesar dan semewah toko milik odeylin tapi tidak apa, kalau dia bisa memperlakukan aku dengan baik maka aku akan memilih dia sebagai rekan bisnis ku.


Triing. . .


Bunyi lonceng saat aku membuka pintu toko.


"Permisi, apa saya bisa bertemu pemilik toko ini? " Tanya ku dengan sopan.


"Apa nona sudah membuat janji dengan tuan Halbert? "Tanya wanita itu dengan ramah.


"Sampaikan bahwa saya ingin berbisnis dengn tuan halbert. " Ujar ku dengan berani. Padahal sebenarnya jantung ku sudah ketar ketir. Takut ditolak lagi, akan sangat memalukan jika toko kedua yang aku datangi menolak dengan alasan yang sama.


"Kalau begitu silahkan duduk dulu nona, saya akan panggilkan tuan halbert. " Pinta wanita itu dengan sopan.


Tak berselang lama datang seorang pria paruh baya menatap ku dengan wajah bingung. "Bisnis apa yang ingin anda lakukan dengan saya nona? " Tanya pria itu tanpa basa basi.


Aku pun langsung mengeluarkan sketsa pakaian yang kubuat. Dan menaruh nya di atas meja. Wajah tuan halbert langsung berubah matanya melebar. Dia melihat kearah ku lalu turun melihat penampilan ku. Sepertinya tadi dia tidak sadar dengan pakaian yang aku gunakan.


"Mari ikut saya kedalam ruang kerja saya nona. " Ucap tuan halbert sambil membawa kertas sketsa di atas meja.


Aku menyungging kan senyum dan berjalan mengikuti pria itu.


****