
Betapa kagetnya Peter mendengar apa yang diucapkan Nay.
"Kamu bercanda Nay?'' ucap Peter uring-uringan.
"Aku merasa lelah dengan hubungan kita mas.''
"Semudah itu kamu mengatakan ingin putus? kamu memang hanya main-main denganku ya selama ini? sebagai pemuas hasratmu saja?'' Peter mulai menaikkan nada suaranya.
"Aku tidak berpikir begitu mas. Aku hanya merasa tidak mudah menjalani hubungan ini. Aku ingin jujur sama mas. Aku merasa tidak siap menjadi ibu sambung untuk Amel dan aku tidak bisa bersamamu di sini. Aku lebih memilih tinggal di Bali dan menata hidupku di sana. Aku mencintaimu mas dan aku tak pernah membohongimu soal perasaanku. Aku bahagia dan senang selama ini bersamamu tapi aku belakangan merasa hubungan kita makin hambar dan semakin jauh. Apa mas yakin tidak merasakan hal yang sama denganku?''
"Aku minta maaf jika selama ini aku memang kurang perhatian padamu, karena aku lebih banyak ke Amel. Aku tahu aku masih punya banyak kekurangan tapi aku berharap kita bisa terus bersama. Aku serius dan aku sudah bertemu dengan kedua orangtuamu. JIka kamu ingin aku bertemu dengan mereka lagi, aku siap.''
"Itu bukan yang penting mas karena sekarang masalahnya ada sama aku sendiri. Aku merasa aku belum siap untuk terikat dengan pernikahan lagi.''
"Kalau begitu, aku akan kasi kamu waktu lagi untuk berpikir. Kuharap kamu tidak gegabah untuk memutuskan hubungan kita yang sudah berjalan dua tahun ini. Kamu tahu bagaimana rasa cintaku padamu Nay.''
Keesokan paginya Nay kembali ke Jakarta dan menemui kedua orang tuanya lagi. Nay ingin menanyakan pendapat mereka tentang keputusannya yang ia telah buat semalaman.
''Ma, pa, Nay sudah putuskan untuk kembali dan benar-benar menetap di Bali. Apa mama dan papa ingin tinggal bersamaku di sana?''
"Untuk apa Nay? mama dan papa lebih senang tinggal di sini karena bisa melihat cucu kami dan lagipula, papa masih punya bisnis di sini. Kami akan ke sana sekali-sekali Nay.'' kata sang ayah.
"Iya Nay, kami belum bisa tinggalkan Jakarta yang sudah jadi kota kelahiran papa dan mama. Kami tidak apa-apa Nay. Toh kamu juga bisa pulang kapan saja. Kami hanya berharap kamu bisa temukan kebahagiaan kamu dengan atau tanpa seseorang. Kami serahkan semuanya kepadamu. Kami tidak akan melarang selagi kamu sudah yakin. Kami tidak akan mengacaukan semua rencana hidupmu. Kamu sudah dewasa dan kami sebagai orang tua hanya ingin kamu bahagia dan tidak mengalami kegagalan yang sama seperti dulu.'' sambung sang ibu.
"Makasi ma, pa.'' Nay memeluk kedua orangtuanya.
Nay sekali lagi mengunjungi Peter ke Anyer sebelum kembali ke Bali. Di sana ia melihat Amel sedang bersenang-senang bermain pasir di tepi pantai. Ia tampak menikmati kehidupannya di Anyer bersama sang ayah.
"Mas, aku harus kembali ke Bali. Aku minta maaf telah membuat perasaanmu kacau. Aku akan kembali dan akan berpikir lagi.''
"Nay, aku mengerti kenapa kamu seperti ini. Kamu merasa hampa karena kita jauh ditambah lagi aku ada Amel sekarang.''
Semilir angin yang cukup kencang membuat kedua insan itu hanya saling memandang kosong satu sama lain. Tak ada rasa rindu yang kuat seperti dulu lagi. Nay menyadari ia harus mengambil langkah tegas dan tidak membuat Peter semakin gusar.
"Mas, maafkan aku.''
Nay membalikkan badannya dan pamit pergi untuk kembali ke Bali.
Peter tak menjawab apa-apa dan hanya terpaku berdiri melihat Nay berlalu. Kedua kakinya seakan terasa kaku tak bisa bergerak menyusul dan mencegah Nay pergi saat itu. Peter sadar ia sedang bertingkah bodoh.
Enam bulan kemudian ...
Nay menjalani hidupnya yang santai dan sepi di Villanya di Bali. Jun telah kembali ke Jepang menemui keluarganya sementara Villa miliknya telah dijual kepada seorang pengusaha asal Surabaya.
Malam itu Nay mendapat pesan singkat berupa sebuah undangan pernikahan dari Peter. Di kartu undangan itu tertulis nama Peter Hasan dan Rose Darmawan. Nay sontak kaget tapi ia menyesal tak bisa berbuat apa-apa lagi. Nay telah berpisah dengan Peter sejak enam bulan lalu dan Peter akhirnya menerima cinta seorang Rose Darmawan. Saat itu Nay mulai menitikkan air mata dan menangis sejadi-jadinya. Ia akhirnya menyadari betapa ia kehilangan seorang pria seperti Peter. Namun penyesalan sudah tak berarti lagi karena cintanya telah pupus.
Tanggal 14 Februari 2021, Peter menikah dengan Rose dan melakukan prosesi ijab kobul di tepi pantai di Villa Camelia dengan suasana yang romantis dan privat. Beberapa tamu dekat datang dan tampak sang mantan istri Mey bersama sang suami dan anaknya. Amel tampak cantik memakai gaun berwarna putih.
Dari kejauhan, Nay sengaja datang ke Anyer dan memandang Peter yang tampak bahagia berpasangan dengan Rose. Ia tak memberanikan diri untuk datang menyelamati Peter dan Rose karena ia merasa malu dan tertekan.
Nay tak menyadari ia hanya bisa menangis dan pergi dari tempat itu. Ia tak ingin berlama-lama larut dalam kesedihan itu. Ia akhirnya menyadari kalau ia mungkin tak dijodohkan dengan Peter dan memang ia bukan untuk seorang Peter.
Seusai prosesi pernikahan, seorang karyawan villa menghampiri Peter dan berbisik kalau Nay tadi datang dan menangis lalu pergi.
Peter lalu berlari mencari Nay tapi ia tak berhasil menemukan Nay karena Nay sudah terlanjur pergi dari Villa.
Peter hanya bisa diam dan tak sanggup mengejar Nay. Dan begitulah akhirnya kisah cinta dari Peter dan Nay. Karena perasaan yang gundah sedikit bisa membuat meruntuhkan kokohnya pondasi cinta di antara mereka.
Waktu berlalu dan Nay kembali menjalani hidupnya dengan penyesalan dan ia berusaha untuk melupakan Peter dan merelakannya selama-lamanya. Jauh dari lubuk hatinya, ia berdoa untuk kebahagiaan Peter dan keluarga barunya. Ia juga sadar mungkin ia tak harus memiliki Peter meski cinta itu takkan pernah hilang.
Sore itu, hujan turun dengan deras di villa. Nay duduk merenung di depan villa sembari melihat rintik hujan yang turun. Tampak seekor anjing puddle kecil berwarna putih mengibas bulu di badannya dan menyahut Nay. Tak lama kemudian ia melihat seorang pria berdiri di depan pagar villa dengan sebuah payung hitam. Pria itu tampak kebingungan.
"Ada yang bisa saya bantu mas?'' teriak Nay dari depan teras.
"Umm, saya lagi nyari anjing saya yang tersesat bu.'' balas pria itu.
"Apa ini anjingnya?'' Nay menunjuk anak anjing itu.
"Ohh yaaa ... Sam ... ayo pulang.'' pria itu lalu masuk dan hendak mengambil anak anjing itu.
Nay berkenalan dengan pria bertubuh tinggi itu. Wajahnya sekilas mirip dengan Peter dan membuat Nay sedikit terperanjat. Pria itu lalu memperkenalkan dirinya yang ternyata adalah pemilik villa yang dijual oleh Jun.
"Hai kenalin saya Gunawan, yang punya villa di sebelah.'' ucap pria itu dengan senyum kecilnya.
"Oh ya mas, saya Nayra. Salam kenal.'' Nay membalas.
Selesai.
# Terimakasih untuk para pembaca yang mengikuti cerita ini# Mohon di like, dan komen agar saya bisa berkarya lebih baik lagi di karya selanjutnya.#
- 10 April 2022 -
Shirogane Nat