Memories Of Anyer

Memories Of Anyer
Bab 21 - Lamaran



Hari itu sudah memasuki bulan Desember 2019, Peter akhirnya dengan keputusan bulat untuk melamar Nay karena ia juga tak mau jauh dan kehilangan Nay. Sejak tiga bulan berpisah karena jarak, Peter berpikir sudah waktunya ia mengambil langkah tegas atas hubungannya dengan Nay.


Musim liburan sudah mulai kembali bergairah dengan banyaknya tamu yang datang ke Villa Camelia. Bahkan Villa Camelia selalu mendapatkan rating memuaskan untuk review pengunjung di hampir semua aplikasi travel.


Di Bali, Peter bermaksud memberikan kejutan pada Nay dan tidak memberitahukan tentang kedatangannya ke Bali untuk menemui Nay.


 


Sampailah Peter di VIlla Nayra setelah menempuh perjalanan dari Bandara Ngurah Rai. Di depan VIlla, Peter memperhatikan suasana sekitar dan takjub dengan tempat yang indah seperti itu. Berbeda dengan Villa Camelia yang dikelilingi pantai Anyer, tapi di Villa Nayra ini dipenuhi dengan pepohonan asri dan bukit bersawah serta sungai yang mempercantik pemandangan.


"Selamat pagi Pak. Bisa dibantu Pak?'' sapa Mas Eko yang kebetulan sedang menyiram tanaman di depan villa.


"Selamat pagi. Saya mau bertemu dengan Bu Nayra, ada?'' balas Peter.


"Ohh, Bu Nayra sedang tidak ada di tempat Pak. Mau menunggu sebentar? saya telpon beliau dulu. Maaf dengan bapak siapa namanya? Tadi pagi saya lihat beliau jogging tapi belum kembali sampai sekarang.


"Umm, saya Peter. Baik saya akan tunggu saja.''


Mas Eko lalu menelpon Nay tapi sayangnya HP Nay tidak dibawa jadi ia tak bisa mengetahui di mana Nay berada.


"Maaf ini Pak, Bu Nayra sepertinya tidak bawa HP. Bisa ditunggu saja ya dulu? mungkin sebentar lagi balik.''


"Iya tidak apa-apa, saya tunggu saja.''


Peter duduk di sebuah bangku di taman kecil depan villa. Ia melihat-lihat sekitar taman dan menyandarkan punggungnya di sebuah bangku kayu yang berukir khas bali.


Tak lama kemudian, Nay sampai di VIlla dengan keringat bercucuran di wajah dan bajunya. Ia datang sambil tertawa riang bersama Jun yang ikut jogging bersamanya.


Peter kaget melihat Nay dan seorang pria bersamanya.


Begitu pun Nay kaget dengan kedatangan Peter pagi itu tanpa kabar sebelumnya. Jun yang melihat situasi itu menjadi sedikit canggung dan pamit kepada Nay.


"Mbak Nay, saya pamit dulu ya. Sampai jumpa.''


"Oh ya have a nice day Mr. Jun.'' Nay melambaikan tangannya dan Jun pergi dari tempat itu.


Nay mendekati Peter dan memeluknya.


"Kamu kok ga kasi kabar sayang?''


"Aku mau kasi kejutan aja.''


"Aku senang kamu datang. Ayo masuk.''


 


Di dalam kamar Nay, Nay mengganti pakaiannya di hadapan Peter tanpa canggung lagi.


"Aku mandi dulu ya. Kamu mau mandi juga ga?'' goda Nay.


"Kamu dulu aja.'' Peter tersenyum melihat Nay yang masih sempat menggodanya.


 


Peter dan Nay menikmati sarapan pagi di villa dengan menu sekedarnya. telor ceplok dan beberapa bungkus nasi jinggo yang dibeli di dekat villa.


"Tadi itu siapa?'' tanya Peter membuka percakapan di sela-sela sarapan.


"Oh, itu Hidetoshi Jun. DIa orang Jepang yang punya villa Spring & Summer di sebelah. KIta belum lama ini akrab. Di sini kan ga banyak villa jadi kita harus dekat supaya jaga hubungan baik aja sayang. Kenapa sayang?''


"Kamu sepertinya lepas gitu sama dia? kayak dekat banget ya?'' ucap Peter dengan ekspresi yang terlihat agak cemburu.


"Aku tahu tapi kuharap kamu bisa jaga perasaan aku ya.''


"Kalau gitu kamu tinggal sama aku aja supaya aku ga kesepian dan ada teman ngobrol di sini." balas Nay sembari mencubit pinggang Peter karena gemas dengan tingkahnya yang cemburu itu.


"Btw nanti malam kita mau jalan ke mana? aku mau dinner yang romantis di bali sama seseorang yang aku cintai.''


"Umm, gimana kalau kita ke pantai Legian aja? aku ada teman yang punya restoran di sana."


"Oke deal kalau gitu.''


 


Sore menjelang mereka berdua ke Pantai Sanur, mereka menghabiskan waktu melepas kerinduan di kamar.


............


............


............


Malam di pantai Sanur, Nay dan Peter melakukan dinner di sebuah restoran bergaya vintage yang cantik. Nay dan Peter memesan menu masakan italia sebagaimana restoran milik temannya itu mengusung tema dan menu italia.


"Aku suka tempat ini. Aku lupa kapan terakhir aku ke Bali. Sepertinya tujuh tahun lalu waktu aku mengajak Amel ke sini bersama mamanya waktu kami belum berpisah. Dan aku impressed karena banyak perkembangan di sini dan Bali memang sangat indah. Wajar jika kamu lebih memilih Bali ketimbang bersamaku di Anyer.''


"Jangan bilang gitu sayang. Aku pindah ke sini juga karena memang kebetulan dan aku juga memang ingin suasana baru. Bukan berarti aku ingin jauh darimu. Kita sudah sama-sama dewasa dan aku happy dengan hubungan kita.''


"Kamu happy?''


"Iya aku happy sama kamu Peter.''


Peter lalu bangun dari kursinya dan mendekati Nay sambil berlutut. "Kalau gitu, will you marry me, Nayra Chandra?'' Peter menyodorkan sekotak cincin berlian untuk Nay dan betapa terkejutnya Nay dengan kejutan lamaran itu.


"Peter?'' Nay membelalak tak menyangka kalau Peter akan melamarnya saat itu juga. Beberapa pengunjung restoran tampak begitu senang melihat moment Peter dan Nay itu sembari bersahut-sahutan, "Ayo terima aja ...."


Nay tersenyum dan tak menyangka akan tindakan Peter. Nay pun langsung mengiyakan dan memeluk Peter saat itu juga.


 


Peter dan Nay selesai makan malam dan mereka berjalan-jalan di sepanjang pantai. Nay tampak bahagia setelah dilamar dan tak bisa mengungkapkan betapa bahagianya ia saat itu.


"Ehh, aku mau ke toilet dulu. Kamu tunggu di sini ya Nay.'' Peter lalu mengambil langkah cepat dan berlari kecil dan tidak menyadari ponselnya terjatuh dari saku jasnya.


"Peter ... HP mu jatuh ....!" teriak Nay.


"Pegang dulu ya sebentar.'' Peter tampak buru-buru karena tak bisa menahan lagi untuk ke toilet.


Nay mengambil ponsel Peter yang terjatuh di pasir dan melihat ada pesan masuk dari seorang bernama Rose Darmawan.


Isi pesan singkat yang muncul di notifikasi itu sontak membuat Nay kaget bukan kepalang.


"Mas Peter, sejak kita bertemu di Anyer, aku tak bisa berhenti rindu padamu. Kuharap kau juga merindukanku.''


Nay menjatuhkan ponsel itu dan melihat ke arah Peter dan mengambilnya lagi. Nay lalu nekad membuka ponsel Peter dan melihat foto-foto. Ada beberapa foto di sana termasuk salah satu foto ia bersama seorang wanita di pinggir pantai Villa Camelia tempat ia dan Peter sering menghabiskan waktu.


"Apa ini?'' Nay terkejut dan mendadak terbakar cemburu.


- Bersambung ke Bab 22 -