Memories Of Anyer

Memories Of Anyer
Bab 2 - Tsunami 2018



Teriknya matahari yang menyelimuti beranda kamar Nay, perlahan masuk ke dalam ruangan lewat jendela kaca kamar. Meskipun panas begitu menyengat, angin cukup kencang bertipu siang itu. Nay menutup tirai jendela dan berbaring di tempat tidurnya. Ia memperhatikan ponselnya dan membuka lagi album foto di HPnya. Ia melihat foto anaknya dan meneteskan air matanya. Ia merasa tak pantas menjadi seorang ibu setelah apa yang ia lakukan selama beberapa tahun terakhir. Sejak kepergian sang anak, ia mulai merasa hampa dan mempengaruhi kehidupan suami istri bersama Anton. Ia lupa sejak kapan ia merasakan kebahagiaan yang seperti dulu ketika masih baru menikah dengan Anton. Ia seakan jenuh dan ingin melepaskan semuanya. Namun ia masih belum bisa mengakhiri kesenangan hidup sebagai istri seorang pengusaha sukses seperti sang suami.


Nay mengingat lagi perjalanan hidupnya selama beberapa tahun terakhir ini. Ia mulai berselingkuh dengan seorang berondong bernama Andi yang dikenalnya di sebuah kafe. Bersama si berondong 25 tahun itu, ia menjalani hubungan pacaran singkat dua bulan. Lalu ia berpacaran dengan mantan rekan kerjanya di perusahaan ia pernah bekerja sebelum menikah. Pria itu bernama Sugeng yang merupakan seorang anak dari pemuka agama di Semarang. Ia berhubungan dengan Sugeng selama tiga tahun tapi ia juga menjalani hubungan juga dengan Marcel, rekan bisnisnya yang kini sudah pindah ke Batam. Dan kini, ia bersama Leo, pria beristri yang juga teman SMA nya dulu.


---


Nay tertidur siang itu sampai tak sadar ia sudah tidur hingga pukul delapan malam.


Ia membuka tirai jendela dan membelalakkan matanya.


"Aduh, udah malam. Gimana nih mau pulang?''


Seorang petugas villa mengetuk pintunya malam itu.


"Mbak, maaf ... nginapnya mau diperpanjang ya?''


"Hhhmm, iya deh, Saya sudah kemalaman juga mau pulang. Saya sambung lagi ya.''


"Iya mbak, ga apa-apa. Malam ini cukup kencang anginnya mbak. Mbak butuh sesuatu?''


"Ga apa-apa mas. Cukup kok. Saya paling mau makan aja di bawah nanti.''


"Oh siap mbak.''


---


Pukul 21.00 malam, Nay menikmati makan malam dengan menyantap hidangan seafood yang lezat dari chef handal yang dimiliki Villa itu.


Ketika ia sedang makan malam seorang diri di kafe yang menghadap ke laut, seorang pria berbadan tinggi dan berkarisma melewatinya bersama beberapa orang petugas.


"Iya pak, udah kita beresin area belakang. Besok saya panggil tukang lagi buat betulin saluran airnya.'' ucap salah satu petugas villa ke pria itu.


"Ya udah, besok harus bener ya. Jangan dilamain ya kang.'' ucap pria itu.


Nay tak begitu menghiraukan mereka dan hanya menikmati makan malamnya karena ia sudah kelaparan sejak tadi siang. Angin yang mulai kencang tiba-tiba menjatuhkan beberapa bangku di depan kafe.


"Jon, beresin bangkunya di sana!'' teriak salah satu petugas ke temannya yang sedang bersih-bersih tak jauh dari sana.


"Aduh dingin banget ya. Aku masuk aja deh.'' gumam Nay seraya menenggak minuman di meja makannya.


Tampak beberapa petugas bersiap-siap untuk membereskan kafe. Nay adalah satu-satunya tamu saat itu yang makan di jam 9 malam karena para tamu lainnya sudah beristirahat di kamar masing-masing.


Nay kembali ke kamarnya dan menutup tirai jendelanya. Ia menyalakan TV dan melihat-lihat status WA dari Leo yang ternyata baru saja telah tiba di Bangkok bersama keluarganya.


Ia juga melihat pesan dari Anton dan membalasnya.


....


"Aku ga jadi pulang, kemalaman di rumah Mirna, jadi aku pulang besok pagi aja.''


"Iya udah. Besok kita makan malam sama mama papa. Siap-siap aja nanti.''


"Iya sampai jumpa besok. Aku mau baringan dulu ya.''


"Iya selamat malam.''


---


Dari luar villa, terdengar sayup-sayup suara. Nay keluar dan duduk di balkon villanya. Ia bisa melihat dari atas kamarnya beberapa orang sedang berbincang yang tampaknya adalah para pekerja di villa itu.


"Iya biasalah mau akhir tahun kali ya. Makanya harga ikan pada naik ini.'' ucap salah satu yang lain.


"Ngomong-ngomong, kang Didik ga pulang? kan istrinya mau lahiran?''


"Mau pulang gimana? katanya mamang aku ga usah, lagi rame juga di tanjung lesung, lagi ada show artis di sana.''


"Oh ada artis? rame atuh?''


"Iya paling besok aja saya pulang.''


"Dingin amat ya. Udah beres belum tugas dari bos tadi?''


"Udah atuh. Hayuk masuk. anginnya kenceng amat sini.''


---


Malam itu, Nay masih asik menonton TV di dalam kamarnya sampai ia mendengar beberapa suara heboh dari luar kamarnya. Ia melihat ke arah jam dinding dan heran mengapa orang berisik di malam hari saat istirahat.


Tiba-tiba suara teriakan makin ramai dari luar, "LARIIIIII.... GEMPAAAAA!!!!!!!!"


Nay kaget dan bingung. Ia bergegas keluar dan mengambil tasnya yang berisi dompet dan HP serta barang pentingnya bersamanya. Meskipun hanya menggunakan celana pendek dan kaos oblong di badannya, ia tak peduli dan langsung keluar dari kamarnya.


Tak begitu lama, ia terhempas air yang menutupi sekitarnya. Dan terjadilah musibah yang ia tak pernah duga akan dialaminya seumur hidup.


---


Sementara itu di Bali, Anton sedang menikmati minuman di sebuah bar bersama Jeff. Ia menonton TV dan langsung mengetahui ada berita heboh mengenai terjangan tsunami di Anyer.


"OH MY GOD!!! what is happening there?" seru Jeff kaget menunjuk ke TV.


"Ohh ****!'' balas Anton yang sama sekali tak menyadari bahwa Nay ada di tempat kejadian.


"There is a Tsunami in Anyer Mr ....'' kata seorang pegawai bar kepada Jeff dan Anton.


"Where is that Anyer?'' tanya Jeff khawatir.


"It is still far from Bali Mr. It is in Java very far from here. Don't worry!''


"Yes, it is far. I hope it will be fine there and no one injured. So sad for this.'' ucap Anton menimpali.


"Ya i hope so. You should call your wife and family about this Anton ...'' kata Jeff.


"I think they are just fine. My wife is at her friend's home and my parents are just okay. But lemme check first.''


Anton menghubungi kedua orang tuanya dan menanyakan keadaan di tempat mereka. Untunglah tidak terjadi apa-apa di Tangerang dan Jakarta sekitarnya. Ia juga menghubungi Nay tapi HP Nay tak aktif saat itu.


"What's wrong?'' tanya Jeff melihat wajah Anton sedikit runyam.


"I can't reach my wife. Maybe she is sleeping now.''


"I think so. Wish her okay.''


"Ya ...''


Bencana tsunami di Anyer pada tanggal 22 Desember 2018 sekitar pukul 22.00 membuat gempar seluruh masyarakat di negeri ini. Kejadian ini sempat diprediksi tapi tak disangka akan benar-benar terjadi karena sebelumnya sudah ada tanda gelombang tinggi di hari itu. Banyak Villa dan hotel serta tempat wisata di area Anyer dan Carita terkena imbas bencana ini dan menghancurkan tempat-tempat di sana. Villa Camelia pun tak luput dari terjangan tsunami itu.


- Bersambung ke Bab 3 -